
đđđđđđđđđđđđđ
Seperti biasa, Cahya bangun sebelum subuh, walau libur dia sudah terbiasa bangun di jam segitu, dia membuka pintu kamarnya, lalu turun ke bawah, dia melihat ada manusia dibawah selimut di atas sofa, itulah Devan.
"Dia tidur di sofa, kenapa tidak di kamar tamu, aneh ni orang"pikir Cahya.
Dia langsung ke dapur dan mencuci piring,
"Ayy, kamu sudah bangun sepagi ini?" tanya Devan yang entah sejak kapan dia disana, mungkin terbangun pas tadi Cahya lewat
"Sudah, aku biasa bangun jam segini karena aku selalu tidur lebih awal"
"Ada yang bisa aku bantu?"
"Tidak usah, terimakasih"
Setelah cuci piring, Cahya langsung membuka kulkas dan melihat apa saja yang dibeli mama nya tadi malam, dia mengambil bahan-bahan untuk dia bikin sarapan, hari ini dia mau bikin sarapan nasi goreng saja yang gampang.
"Kenapa kamu bikin sarapan, kan kamu libur?"
"Aku libur, tapi kan mama tidak"
"Apa tiap hari kamu yang bikin sarapan?"
"Tentu saja, mama kan harus bekerja, sudah tidak usah tanya lebih lanjut, aku tau selanjutnya pertanyaan apa lagi, yang jelas ini kemauan aku sendiri"
"Maaf kalau kamu jadi tidak nyaman karena pertanyaan ku, aku ke Jakarta jadinya besok pagi, karena senin nya sudah mulai bekerja" ucap Devan
__ADS_1
"Iya, hati-hati"
Ada rasa sedih di hati Cahya, tapi entah karena apa, bukan kah, dia sudah mengubur perasaan itu dan berdamai dengan hati nya kalau hanya akan menganggap Devan teman nya saja.
"Nanti setelah nonton dan makan kita belanja dulu ya temani aku beli baju, aku tidak bawa banyak baju untuk di Jakarta, jadi kita pulang nya terpisah dari temanmu yang lain"
"Iya" jawab Cahya singkat
Siang itu mereka berangkat ke mall terdekat yang ada bioskop nya, mereka naik mobil tetangga Cahya yang kemarin mengajak main, dan ternyata tiket bioskop juga sudah dia pesan secara online,
"Dia sangat niat mendekati kak Reni" batin Cahya,
Waktu film nya sudah mulai, mereka masuk ke dalam bioskop, ternyata kursi nya juga berbeda, dua di atas dan dua di bawah nya, sepertinya ini memang disengaja sama kak Ali.
"Ayy, aku duduk sama kamu ya" kata kak Reni
"Cahya, tolong ya" kata kak Ali sambil mengedipkan matanya.
"Iya, aku paham" batin Cahya
"Maaf kak, aku mau di depan biar jelas soalnya ini film kesukaan aku, sudah lama aku tunggu film ke 2 nya"
"Aku juga" kata Devan sambil langsung mengambil tiket ditangan Ali
"Mereka kayaknya lagi PDKT jadi kita mengalah saja ya" kata kak Ali ke Kak Reni, padahal dihatinya sangat senang karena rencana nya berjalan lancar.
Ditempat duduk nya Cahya mulai memakan popcorn nya, dia hanya focus ke layar, sementara Devan malah focus ke Cahya, sangat lucu pikirnya saat Cahya mengunyah sambil tersenyum melihat film.
__ADS_1
"Ini pertama kali aku menonton di bioskop, jangan anggap aku norak ya" kata Cahya
"Ini juga pertama buat aku" jawab Devan sambil tersenyum,
Melihat itu hati Cahya berdebar, sangat susah mengendalikan hatinya ternyata, apalagi melihat nya sedekat itu.
Cahya sedikit salah tingkah jadinya, tapi dia menutupinya dengan terus melihat layar dan makan popcorn.
Film akhirnya selesai lalu mereka memutuskan untuk makan, mereka makan mie ayam bakso, iya begitulah selalu bakso yang dicari Cahya saat dia makan diluar.
"Kak Reni, kak Ali, aku pulang nya nanti tidak bareng kalian ya, soalnya mau temani Devan belanja baju"
"Eh cie, sedekat itu ya sampe belanja baju bareng" jawab Ali
"Cahya, memang dia seumuran kamu?" bisik Reni ke Cahya,
"Kok kamu panggil nama, sementara dia sudah mau kerja, kita saja masih SMK"
Walau berbisik tapi tetap terdengar semua yang ada disitu
"Cahya itu memang anaknya tidak sopan, dia saja dulunya tiap aku tanya selalu jutek, jadi ke yang lebih tua juga biasa begitu" ucap Ali
"Dulunya kan aku belum kenal kak Ali, ya masa aku mau langsung haha hihi, kalau sama Devan, ya tidak tahu orang baru bertemu lagi" tambah Cahya
lalu Devan menceritakan kondisinya kenapa Cahya tidak memanggilnya kakak,
"Dia belum terbiasa, kalau sudah terbiasa dia akan memanggil aku,, ayang,,,, haha" candanya sambil mengedip ke Cahya.
__ADS_1