Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 23. Devan Terkepung


__ADS_3

Cahya sudah sampai kerumahnya, Devan langsung pulang karna sudah sangat malam


"Ayy, aku langsung ya"


"Iya, makasih, hati-hati di jalan"


"Devan, kamu tidak apa-apa? kata ayya kamu kecelakaan" mama Cahya keluar saat mendengar suara mobil datang,


"Aku tidak apa-apa tan, cuma memar sedikit, aku langsung ya tan, soalnya sudah sangat malam"


"Ayo masuk dulu?"


"Tidak tan terimakasih, masih ada yang harus aku selesaikan"


"Oh begitu, hati-hati ya, terimakasih sudah mengantar Ayya


"Iya sama-sama, sudah kewajiban aku kok tan" canda Devan sambil mengedip ke Cahya


Mama Cahya hanya tersenyum, Devan langsung berangkat, Cahya dan mama nya langsung masuk ke rumah saat mobil Devan sudah berangkat.


"Ayy, beneran Devan tidak kenapa-kenapa?"


"Iya ma, cuma memar dikit, dia di tabrak dari belakang, dia kaget terus banting stir tapi masih bisa mengendalikan mobilnya, untungnya jalanan sepi jadi tidak ada tabrakan dengan mobil lain, tapi yang parah yang nabrak ma, karna yang nabrak ngebut, kalau tidak salah tangan nya patah"

__ADS_1


"Jadi dia di rumah sakit nganter yang nabrak dia?"


"Iya gitu ma, katanya dia ngerasa kasihan, walau bukan salah Devan tapi dia tetep tanggung jawab"


"Sudah lah, yang penting Devan nya tidak kenapa-kenapa, kamu istirahat sana, sudah sangat malam"


"iya ma"


Ada sepasang mata yang melihat kedatangan Cahya bersama Devan tadi.


Malam semakin larut tapi Cahya tidak bisa menghubungi Devan, ini sangat aneh karna biasanya dia akan menanyakan apa dia sudah tidur atau belum.


Wawan menelfon Cahya, tapi tidak diangkat seperti biasa, lalu Wawan mengirim sebuah foto yang membuat Cahya sangat terkaget, foto itu memperlihatkan mobil Devan yang dikepung banyak motor


Cahya langsung menelfon Wawan,


"Tentu saja dia salah, dia berani masuk wilayah ku, dan yang lebih salah nya lagi kenapa dia bersama mu"


"Wan, aku mohon jangan sakiti dia" teriak Cahya frustasi


"Tergantung bagaimana kamu, kalau kamu mau dia aku biarkan dan selamat, kamu harus jadi pacar aku!!"


"Lepaskan dia sekarang juga"

__ADS_1


"Kamu sangat pintar ya ternyata, baik sayangku, aku besok akan menjemput mu, kamu dandan yang cantik ya"


Cahya hanya bisa menangis, dia tidak tau apa yang dia putuskan benar atau tidak


"Devan, kamu tidak apa-apa?" dengan suara menahan tangis dia menelfon Devan


"Tidak ayy, aku tidak kenapa-kenapa, aku hampir sampai rumah, kenapa kamu belum tidur?"


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak bisa tidur"


"Kamu sudah kangen lagi sama aku ya" goda Devan


Cahya semakin tidak kuat menahan tangisan nya,


"Van, sudah dulu ya, aku sudah mulai ngantuk"


"Ok sayang, mimpi in aku ya"


Cahya tidak menjawab dan mematikan telfon, dia tidak bisa lagi menahan tangisan nya, dia langsung menangis sejadi-jadinya,


"Maaf kan aku Van, mungkin ini kali terakhir aku berbicara dengan mu" batin Cahya


Malam itu Cahya tidak bisa tidur, hatinya sakit dan terus menangis, hingga akhirnya dia tertidur karna kecapean menangis.

__ADS_1


Devan merasa aneh dengan Cahya, dia merasa pasti ada sesuatu, karna dari suaranya terdengar berbeda, tapi dia pun tidak bisa menebak apa yang terjadi, mau menelfon lagi pun takut Cahya sudah tidur.


"Mungkin cuma perasaan ku" batin Devan.


__ADS_2