
Terjadi kecanggungan karena Renal menunjukkan ketidak nyamanan nya dengan sikap kakak iparnya, Cahya menyadari itu tetapi dia tidak menanggapinya, karena yang dia lakukan untuk membela Siti yang tidak lain adalah istri Renal sendiri.
Siti pamit ke kamar kecil, tetapi terasa aneh karena lama tidak kembali, Cahya lalu berniat memeriksa nya, karena Renal sama sekali tidak ada rasa khawatir
"Jangan sampai kamu kehilangannya baru menyadarinya" ujar Devan pada Renal yang dari tadi hanya diam
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun mas, dan Rere juga aku yakin tidak bersalah, dia sangat baik dan polos, lalu kenapa tadi Siti dan mbak Ayya bersikap seperti itu kepadanya? kalau aku menolong Rere, pasti Siti tidak suka tetapi kalau aku diam saja, kasian Rere mas, sekarang aku akan menyusul nya dan meminta maaf" ujar Renal lalu bangun berniat pergi dari sana
"Pergilah dan jangan harap semua bisa kembali seperti semula, kamu seperti nya sedikit tidak sadar, mata hatimu tertutup dengan sifat polos karyawan baru mu itu, tetapi yang tidak kamu sadari, kamu tidak tau kepolosan itu asli atau palsu" Devan sepertinya juga menyadari kesalahan adiknya
"Kamu pria muda, setiap hari selalu bekerja bersamanya, mungkin timbul perasaan yang tidak kamu sadari, dan itu salah Renal, kamu harus segera kembali, kalau tidak nantinya kamu akan tersesat"
"Sebenarnya apa yang mas mau katakan?" tanya Renal tidak mengerti atau mungkin pura-pura tidak mengerti.
"Aku pernah muda juga Renal, saat seusia dirimu, saat itu aku ditinggalkan Ayya untuk yang kesekian kalinya, aku sempat hampir tersesat juga, untung saja aku kembali disaat yang tepat, kalau aku tidak segera sadar, kemungkinan aku akan kehilangan Rafa dan Ayya" Devan mengingat kejadian saat dia ditinggal Cahya setelah pernikahan mereka dulu
Flashback
Setelah setahun lebih kepergian Cahya, Devan terus menyibukkan diri dengan pekerjaannya tetapi juga tidak patah semangat selalu mengerahkan para suruhannya untuk mencari Cahya.
Devan terus memperluas bisnisnya, dari yang awalnya hanya mengurus peternakan dan perkebunan keluarganya, Devan mulai berbisnis yang lainnya, termasuk membeli banyak saham dan juga perkebunan sawit ataupun perkebunan karet.
Saat itu Devan sedang bekerja di sebuah kantor perkebunan sawit di pelosok desa, Devan terjebak hujan dikantornya hanya dengan beberapa orang, saat itu datang seorang wanita cantik yang meminta izin untuk berteduh
"Bolehkah saya berteduh?" tanya wanita cantik tersebut, Devan dan yang lain tentu mengizinkan karena saat itu hujan sangat lebat.
Semua orang satu persatu meninggalkan kantor itu dan hanya tinggal Devan dan sang wanita cantik tersebut, Devan pria normal apalagi di umurnya saat ini darahnya sedang bergejolak panas dengan nafsu birahi yang besar, tetapi dia malah ditinggal lari istrinya saat mereka masih pengantin baru, petir menyambar, wanita itu terlihat ketakutan dan semakin mendekati Devan.waktu terus berjalan.
Disebuah ruangan hanya ada dua orang dewasa, dan hujan besar membuat rasa dingin begitu menusuk kulitnya, tetapi tubuh hangat wanita itu menempel pada nya, hal itu membuat nafsu birahi Devan tiba-tiba muncul, petir terus menggelegar bersahut-sahutan, wanita itu sudah semakin menempel pada Devan mencoba mencari perlindungan atau entah mencari kehangatan karena dia juga kedinginan, mata Devan mulai berkabut dan hampir memegang wanita itu, tiba-tiba pintu terbuka lebar tertiup angin dengan kencangnya
Guubbrraak
Devan kaget dan menjauh dari wanita itu, tetapi entah kenapa wanita itu tetap saja terus berusaha mendekati Devan dan bahkan menggesek kan dadanya pada Devan, lelaki normal mana yang kuat dengan godaan tersebut apalagi keadaan mendukung, bibir Devan sudah hampir sampai pada bibir wanita cantik itu, bahkan wanita itu sudah melingkarkan tangannya pada leher Devan.
__ADS_1
Tin tin tin tin
Mobil jemputan Devan datang, dan sang sopir turun membawa payung untuk menjemput Devan, secara refleks mereka melepaskan diri, Devan lalu mengajak wanita itu untuk pulang bersama dan akan mengantarkan nya.
Di dalam mobil mereka saling diam dengan perasaan masing-masing, wanita itu lalu meletakkan tangannya pada paha Devan, dan terus mendekati kearah burungnya.
"Tuan Devan, tadi ibu Retno menelfon untuk segera kembali ke Semarang karena acara ulang tahun nona Cahya akan segera tiba.
Deg deg deg deg
Mendengar nama istrinya, Devan langsung menghempaskan tangan wanita itu, dan langsung mengusap wajahnya agar dia kembali sadar, wanita itu terlihat kesal tetapi menutupinya dengan senyuman saat Devan melihat kearahnya.
Senyuman yang sangat menggoda, membuat Devan kembali goyah, untung saja mereka sudah sampai ke tempat dimana wanita itu minta diturunkan.
Pagi harinya entah kebetulan lagi atau tidak, wanita itu sudah ada di kantor Devan,
"Selamat pagi, maafkan saya karena semalam belum memperkenalkan diri, nama saya Ratu, saya akan bekerja membantu tuan disini sebagai petugas kebersihan dan memasak untuk seluruh karyawan"
Ratu sangat cantik, gadis desa tetapi dandanan nya sangat modis, saat tidak ada karyawan lain didekat Devan, Ratu selalu berusaha menggoda Devan.
"Ratu, aku sudah memiliki istri" ucap Devan saat Ratu kembali menggesek kan dadanya pada bahu Devan
"Tidak masalah, istri tuan kan jauh, tidak mungkin tau apa yang terjadi disini"
"Apa kamu tidak masalah dengan hal itu?" tanya Devan yang burung nya sudah mulai bangun karena dada Ratu terus bergerak di leher dan bahunya.
"Kita sudah dewasa, kita membutuhkan ini, aku bisa memuaskan hasrat tuan selama tuan berada disini" jawab Ratu yang mulai bergerak lebih berani karena Devan tidak menolaknya, Devan sudah berbalik menghadap wanita itu dan membuka kancing bajunya
"Aaahhh Devan" terngiang suara \*\*\*\*\*\*\* Cahya saat pertama kali Devan meremas buah kembar istrinya, malam saat dia memaksa Cahya untuk menerima tubuhnya
__ADS_1
"Aku yang sudah mengambilnya, aku akan bertanggung jawab seumur hidupku" janji Devan pada Cahya saat dia mengambil mahkota gadis yang sangat dicintainya itu, Devan tersentak kaget mengingat hal itu, dia mundur dan menjauhi Ratu,
"Maafkan aku" ucap Devan lalu langsung pergi dari ruangan itu meninggalkan Ratu yang sangat kecewa dan terlihat menahan amarahnya.
Devan mempercepat pekerjaan nya di desa itu, Devan sering membeli perkebunan atau apapun yang bisa dijadikan usaha, dia akan mengatur semuanya dari awal dan menempatkan orang-orang kepercayaannya disana, jadi setelah nya Devan hanya menerima laporan dan jarang memeriksa kembali ketempat semua perkebunan yang dia miliki, dia percaya pada semua bawahannya.
Walau Devan kadang tertipu dan hasil dari perkebunannya atau usahanya di korupsi oleh karyawan nya tetapi bagi Devan itu tidak masalah, dia bekerja dan terus bekerja hanya untuk sekedar menyibukkan diri karena ditinggal istrinya yang sedang mengandung.
Hari terakhir di desa itu diadakan acara pesta makan malam bersama, semua karyawan Devan dan para pekerja yang biasanya kebanyakan dari warga desa terdekat dari perkebunannya, selain bekerja untuk menyibukkan diri ditengah usahanya mencari istrinya, Devan juga berhasil membuka banyak lapangan pekerjaan untuk warga sekitaran perkebunannya.
Ratu mendekati Devan, Ratu terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari biasanya dengan mengenakan gaun warna hitam yang menonjol kan bentuk tubuh nya, Devan terus berusaha menjaga jarak.
"Minumlah tuan, ini adalah salam perpisahan dariku, selamat jalan dan selamat tinggal" Ratu memberikan gelas berisi jus buah, tanpa rasa curiga Devan langsung menghabiskannya.
Devan membuka matanya, dia sudah berada didalam sebuah ruangan yang terlihat seperti gubuk, dia mengerjabkan matanya, sayup-sayup dia mendengar sebuah suara
"Kenapa dia malah pingsan, apa kamu salah memberi obat"
"Ratu" batin Devan, itu suara Ratu, Devan sangat yakin karena Ratu sering menggoda nya dan dengan suaranya sering membisikkan kata-kata nakal dan godaan.
"Dia hanya pingsan sebentar saja, sebentar lagi dia akan bangun dan akan kepanasan lalu mencari pelepasannya, cepat kamu masuk dan bersiap, aku akan membuat video dari sini untuk mengancamnya nanti, agar kita bisa menguasai perkebunannya" ucap seorang lelaki kepada Ratu.
Devan kaget mendengarnya dan mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk segera bangun, tetapi saat dia bangun, matanya berkabut dan terasa berkunang-kunang, badannya terasa sangat panas
Cekleekkk
Pintu terbuka, masuklah Ratu dan langsung menurunkan tali gaunnya hingga merosot, Ratu membuka celana nya dan langsung melemparkan nya ke wajah Devan,
__ADS_1
"Kamu sangat tampan, walau aku melakukan ini karena uang tetapi aku juga untung banyak karena yang aku layani setampan dirimu, ayo sayang jamah tubuhku" ucap Ratu semakin mendekat dan langsung menubruk Devan.