Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Devan Bermain Gila??


__ADS_3

Devan mendapat kabar kalau perkebunan teh nya mendapatkan masalah lagi, perkebunan nya dijadikan objek wisata, tetapi terjadi kecelakaan dan akan ditutup kalau perkebunan teh itu tidak bertanggung jawab.


Devan ingin mengajak istrinya untuk ikut memantau sekalian liburan ke semarang ketempat orang tua Devan, karena Cahya lagi dihukum tidak boleh kuliah, akhirnya dia ikut, dari pada cuma dirumah tidak ada kegiatan.


Perjalanan lancar, dan langsung menuju ke rumah orang tua Devan, tidak ada waktu bagi Devan untuk beristirahat, dia langsung ke perkebunan nya dan menyuruh anak dan istrinya beristirahatlah dulu.


Devan memeriksa ke perkebunan nya dan mengecek semua kelayakan tempat wisatanya, semua terlihat masih sangat layak dan memenuhi SOP, berarti ini semua adalah kelalaian pegawai atau keteledoran pengunjung itu sendiri.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Devan kepada para karyawan nya


"Setiap wahana selalu dijaga pegawai dan mereka sudah melakukan sesuai SOP, tetapi kemarin, di wahana flying fox tiba-tiba terjadi masalah yang menyebabkan pengunjung itu terjatuh, tetapi dia terjatuh tidak di tempat tertinggi, tapi setelah mendekati bawah, yang mana tidak terlalu tinggi" jawab karyawannya


"Kenapa bisa begitu, bukan kah pengaman nya masih berfungsi dengan baik?"


"Masih sangat baik karena sebelum nya sudah diperiksa terlebih dahulu"


Karena tidak menemukan ada keanehan, dia lalu menemui pengunjung itu di rumah sakit, Devan mengatakan akan bertanggung jawab mengenai seluruh biaya rumah sakit.


"Apa itu cukup? setidaknya kamu harus membayar ganti rugi, apalagi dengan kejadian ini aku tidak bisa bekerja untuk menghidupi keluargaku" protes pengunjung itu.


"Baiklah, selama anda dirumah sakit, kami akan memberikan tunjangan kepada keluarga anda" jawab Devan agar masalah cepat selesai.


Pengunjung itu memberikan alamat agar Devan memberikan uang itu kepada istri nya, saat ditanya kenapa tidak langsung kepadanya saja, pengunjung itu tidak menjawab apapun dan bahkan meminta harus Devan langsung yang memberikannya tidak boleh diwakilkan.


Devan merasa ada yang aneh, dan kata dokter pun luka nya tidak parah tapi pengunjung itu bersikeras terus dirawat, karena ingin cepat menyelesaikan masalah, Devan hanya menuruti permintaan pengunjung itu agar semua masalah cepat beres, lagipula permintaan nya masih bisa dia lakukan.

__ADS_1


Devan meminta kepada salah satu karyawan nya yang berpostur sama seperti nya untuk menemani ke alamat yang diberikan pengunjung itu, Devan juga meminta bertukar identitas, mereka mengunakan topi dan masker mulut yang sama,


Mereka sampai ditempat yang dituju, karyawan Devan masuk terlebih dulu karena dia menyamar menjadi Devan, dan rencana mereka berhasil karena sepertinya istri pengunjung itu tidak menyadari.


"Hanya boleh tuan Devan langsung yang masuk kedalam" istri pengunjung itu tiba-tiba menahan Devan yang ingin masuk mengikuti karyawan nya.


"Maaf, saya adalah asisten kepercayaan tuan Devan jadi saya harus ikut masuk" jawab Devan, lalu karyawannya juga mengikuti sandiwara Devan


"Tidak apa-apa, dia tidak akan mengganggu, bahkan dia yang memegang semua uang nya" karyawan itu meyakinkan agar Devan bisa masuk.


Akhirnya mereka berdua masuk kedalam rumah, awalnya semua normal saja hingga saat ada seorang wanita muda yang berpakaian sangat sexy menyajikan minuman.


"Ini adik saya, dia sangat mengagumi tuan Devan sejak lama" istri pengunjung itu memperkenalkan wanita muda itu.


Hingga ada segerombolan pria yang menyergap mereka, membawa Devan ke sebuah kamar dan karyawan itu pun dibawa kesebuah kamar yang berbeda bersama wanita tadi.


Entah apa yang terjadi kepada karyawan nya, Devan berusaha keluar kamar berniat membantu karyawan nya tapi tidak bisa karena pintu nya terkunci, dia lalu menelfon meminta bantuan.


Setelah sekian lama, sebelum bantuan nya datang dia mendengar suara istrinya yang berteriak memanggilnya, Devan sangat kaget dan berusaha mendobrak pintu itu, dia khawatir kepada istrinya, saat pintu itu berhasil dibuka terlihat Cahya yang berusaha membuka pintu yang didalam nya ada karyawan Devan, yang dijaga oleh segerombolan pria tadi.


Cahya paham siapa suaminya walau memakai masker dan topi, dia langsung berlari memeluk Devan, dan langsung menangis, Devan masih bingung apa yang terjadi, dan kenapa istrinya bisa ada disana, dia hanya bisa memeluk dan menenangkan istrinya itu, tidak lama bantuan yang dia minta datang dan langsung melindungi Devan dan istrinya.


Gerombolan pria itu tentu kaget, dia tidak menyangka kalau mereka salah sasaran, mereka langsung membuka pintu kamar yang terdapat karyawan yang mereka pikir itu Devan, terlihat lah pemandangan 21+.


Karyawan itu tentu menikmati, dia masih lajang jadi disuguhi ikan asin basi pun tetap dimakan, untung saja mereka sudah selesai, kalau belum dia akan sakit kepala saat dipisahkan dari ikan asin itu saat belum menikmati sepenuhnya.

__ADS_1


Karyawan itu memakai baju dan keluar kamar setelah diminta keluar oleh para pria yang tadi, kamar itu gelap jadi walau dia melepas maskernya tapi wanita yang tadi tidak memperhatikan dan hanya menggoda nya, melakukan tugas yang diberikan padanya.


Setelah keluar kamar terlihatlah kalau itu bukan Devan, lalu Devan pun membuka maskernya.


"Ternyata kalian bersekongkol melakukan ini semua, untuk apa kalian melakukan ini? aku bahkan tidak mengenal kalian?" tanya Devan pada orang-orang itu.


Tidak lama terdengar suara sirine polisi, gerombolan itu kocar-kacir menyelamatkan diri dan berusaha kabur, tapi beberapa bisa dilumpuhkan sebelum kabur untuk dimintai penjelasan.


Ternyata mereka kiriman dari saingan bisnis Devan, mereka ingin mencoreng nama baik Devan, mereka membuat drama seolah Devan main gila dengan wanita lain yang ketahuan oleh istrinya.


"Ayy, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Devan pada istrinya sambil membetulkan rambut Cahya yang sedikit berantakan, seperti nya istrinya itu datang dalam keadaan terburu-buru.


"Ada yang menelepon ku, katanya kamu disini sama perempuan lain dan memberikan aku alamat ini, mereka bilang kamu bermain gila disini" jawab Cahya


"Jangan pernah pergi-pergi sendiri, dalam keadaan apapun, kamu harus minta ditemani seseorang" Devan memperingati istrinya lalu memeluknya, dia tidak peduli disana banyak orang melihat, Devan sadar dia banyak musuh atau banyak yang tidak suka padanya, dia pengusaha sukses sudah tentu banyak yang iri padanya, dia tidak mau istrinya terluka karena hal itu.


Gerombolan itu lalu dibawa ke kantor polisi, mereka melupakan wanita yang masih bersembunyi di kamar itu, wanita itu penuh kemarahan karena rencananya mendapatkan Devan gagal total, tapi tiba-tiba pintu terbuka, karyawan Devan yang tadi menikmatinya menunjukkan wajahnya.


"Bagaimana? enak kan bersamaku tadi, aku tidak memaksamu, kamu sendiri yang menyerahkan tubuhmu padaku jadi kamu tidak perlu berteriak meminta pertanggungjawaban ku, karena yang harus melakukan itu adalah aku, kami membiarkan mu tidak dibawa polisi karena kamu seorang wanita, tapi ingat kalau sampai kamu membuat ulah lagi dan mengganggu keluarga tuan Devan, kami tidak akan segan-segan lagi!" ancam karyawan itu pada wanita yang tadi memberinya kepuasan secara gratis itu.


Karyawan itu lalu pergi dari sana meninggalkan wanita itu, Devan pulang bersama Cahya, mereka duduk dibelakang karena didepan ada karyawan dan sopirnya, didalam mobil dia terus memeluk istrinya hingga mereka melewati sebuah pantai.


"Sayang, besok kita main kesana ya sama Rafa" pinta Cahya melihat pantai itu dari dalam mobil.


Tentu saja Devan menyetujui nya, dia berjanji besok akan mengajaknya kesana.

__ADS_1


__ADS_2