Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Mangga Muda


__ADS_3

"Ssaayyyaaang,, aahhhhhh,, berhenti dulu" Cahya memegang kedua pipi Devan dan mengangkatnya karena dari tadi suaminya itu sibuk sekali menyusu padanya.


"Sayang sudah dulu, kamu tadi janji padaku mau mencarikan mangga muda untuk ku"


"Iya maaf lupa" Devan lalu menelfon salah satu karyawan nya untuk mencarikan mangga muda dan mengantarkan ke tempat nya sekarang menginap, belum juga Devan selesai berbicara, ponselnya sudah direbut oleh Cahya.


"Aku mau kamu yang mencari, kamu yang petik sendiri dari pohon nya, kirim ke aku foto saat kamu memetik buah mangga nya, kalau tidak aku tidak mau"


"Jangan aneh-aneh Ayy"


Cahya menunjukkan wajah sedihnya membuat Devan geregetan dan menggigit pipinya,


"Aaahhh" Cahya memegang pipinya yang digigit Devan dan langsung membalas tetapi gigitan Cahya benar-benar keras tidak seperti gigitan Devan yang penuh rasa sayang,


"Ayy,, apa kamu lapar? kamu sangat jahat sekali, ini sakit" Devan terus mengusap pipinya, Cahya merasa bersalah karena tadi dia kelepasan, tidak disangka Cahya menangis cuma karena hal sepele yang sebenarnya Devan juga tidak benar-benar marah padanya.


"Tidak Ayy, jangan menangis sayangku, aku tadi cuma bercanda, ini benar-benar tidak sakit"


"Benar tidak sakit?" tanya Cahya dan terus melihat kearah suaminya, melihat Devan yang menggeleng membuat Cahya kembali tersenyum lalu mendekati wajah Devan,


"Kalau begitu aku mau coba lagi" mendengar ucapan istrinya, Devan langsung mundur menghindar tetapi Cahya terus mengejarnya lalu kembali menggigit pipi Devan, kali ini dia tidak kelepasan, mereka tertawa bergembira dan terus bercanda.


"Cepat ayo cari buah mangga nya, aku mau ikut, takutnya kamu bohong tidak mencari sendiri dan menyuruh orang lain"


"Apa bedanya Ayy, rasanya tetap sama"


"Tidak, pokoknya aku mau cari sendiri, kalau kamu tidak mau mengantar, aku mau mencari sendiri" Cahya lalu turun dari ranjang dan bersiap untuk mencari buah mangga yang dia inginkan.


"Istirahat saja Ayy, biar aku saja yang mencari"


"Aku mau ikut"


"Kita tidak tau mau mencari kemana, dengarkan aku ya sayang" Devan memegang kedua pipi Cahya dan mengarahkan padanya, setelah melihat istrinya mengangguk, Devan lalu menggendong istrinya kembali ke ranjang.


"Tunggu ya, dan jangan buka pintu untuk siapapun karena aku bisa membukanya sendiri" Devan membelai rambut istrinya lalu bergegas untuk pergi mencari buah mangga muda seperti yang di inginkan istrinya.


Devan menelepon karyawannya dan menanyakan dimana ada pohon mangga yang berbuah di daerah sekitar dia berada saat ini, setelah mendapat kan lokasinya, Devan langsung mendatangi nya yang ternyata ada di sebuah tanah kosong, Devan menjadi bingung untuk meminta izin pada siapa untuk memetik buahnya, karena tidak ada orang akhirnya dia langsung memetik buahnya setelah sebelumnya dia memotret dirinya saat di depan pohon mangga itu, tapi saat dia memetik buah nya,,


"Maling,, maling,,, maling!!"


Devan dengan tenang nya tetap memetik karena dia tidak tau kalau yang di maksud adalah dirinya, saat dia turun dari pohon itu barulah dia kaget karena banyak ibu-ibu yang ada di dibawah pohon mangga itu untuk menunggunya


"Sangat tampan, tinggi, bersih dan dandanannya juga keren, tapi kenapa maling mangga muda, memang tidak mampu beli?"

__ADS_1


"Maaf sebelumnya, saya tidak tau siapa pemilik pohon mangga ini jadi langsung memetik, istri saya ngidam buah mangga, apa ibu pemilik pohon mangga ini?"


"Iya, akulah yang punya, sekarang bayar dua juta!" teriak ibu itu seperti nya hanya bercanda atau hanya menakuti saja, tetapi Devan langsung mengambil uang didalam mobilnya


"Ini ibu, coba hitung dulu takutnya kurang"


Ibu itu terbelalak kaget dan tidak mengambil uang itu, karena memang tadi tidak bersungguh-sungguh, tetapi Devan tetap memberikan nya.


Kring kring kring kring


"Iya Ayy, ini aku sudah dapat buah mangganya, aku segera pulang, tunggu ya sayang"


"Aku mau lihat pohonnya sekarang"


"Kamu ini tidak percaya sama aku?" Devan lalu mengarahkan kamera ponselnya pada pohon mangga yang tadi dia petik buahnya, dan sekalian sama yang punya pohonnya,


"Ini Ayy yang punya pohonnya, sudah dulu,, aku mau cepat kembali ke hotel" Devan langsung menutup ponselnya, dan berpamitan pada pemilik pohon mangga tadi yang masih keheranan, tidak menyangka akan mendapatkan rezeki nomplok hanya karena buah mangganya dipetik padahal cuma beberapa tidak sampai satu karung.


Di perjalanan kembali menuju hotel, Devan melewati sebuah apotek, dia membeli sebuah testpack, dia ingin memastikan bahwa istrinya benar hamil seperti dugaannya.


"Ayy, ini buah mangga yang kamu mau" Devan langsung menunjukkan buah mangga hasil dia memetik tadi,


"Terimakasih sayang" Cahya langsung berniat mengambilnya,


"Terimakasih sayangku, cintaku" Cahya terus berusaha mengambilnya tetapi entah apa yang di inginkan suaminya,


Devan melihat ke arah dadanya, barulah Cahya sadar apa yang di inginkan suaminya, Cahya langsung membuka kancing bajunya dan duduk di atas kursi, Devan tersenyum senang dan langsung menyerbu buah favorit nya untuk menukarnya dengan buah mangga, Cahya tersenyum karena walau pernikahan mereka terbilang sudah lama tetapi mereka masih romantis seperti pengantin baru.


"Sudah dulu sayang, aku mau memakan buah mangga dulu" pinta Cahya dan terus meremas rambut suaminya yang dari tadi bertekuk lutut di hadapan nya dengan terus melahap buah milik istrinya.


"Aku juga lagi makan buah, tunggu dulu sebentar lagi, aku sangat kehausan, kamu pikir aku tidak butuh tenaga dan perjuangan untuk memanjat pohon mangga yang sangat tinggi itu" ucap Devan dan terus memainkan buah itu dan terus menambah membuat tanda merah yang bahkan bekas sebelumnya juga masih terlihat jelas.


"Aaakkhhhhh!" Cahya merintih keras karena Devan sudah tidak hanya menikmati buah favorit nya, tetapi tangannya sudah masuk kebagian lain,


"Aaahh sayang,,, aku mau makan buah mangga dulu sebentar saja, kalau kamu begini pasti lama, nanti kita lanjutkan lagi setelah aku makan buah mangganya" Cahya menjauhkan wajah suaminya dengan kedua tangannya, tapi saat terlihat wajah Devan yang sudah sangat memerah, Cahya menjadi tidak tega dan kembali mendekap kepala suaminya, agar suaminya bisa kembali memakan buah yang sangat disukainya itu.


Benar saja, waktu demi waktu terlewati tetapi Cahya hanya bisa sesekali melirik ke arah buah mangga yang ada di atas meja, disela-sela matanya yang terus merem melek keenakan merasakan nikmatnya sentuhan suaminya.


"Aaaakkkhhhh!!" teriakan mereka menjadi akhir dalam sesi kali ini, dan sudah pasti tidak mungkin bagi Devan untuk cukup hanya sekali tetapi dia menyadari keinginan istrinya, Devan menyelimuti istrinya yang masih terlihat lemas dan terus mengatur nafasnya.


"Tunggu sebentar, aku akan mengupas buah mangganya"


Devan lalu dengan cepat mengupas buah mangga dan memotongnya supaya memudahkan istrinya saat makan, iseng-iseng Devan mencoba menggigit sedikit mangga yang sedang dia potong-potong,

__ADS_1


"Aadduuhhh, asamnya Ayy,, kamu yakin mau makan ini?" tanya Devan dan melihat ke arah istrinya yang sudah duduk tidak sabar untuk memakan buah mangga, Devan memberikan pada istrinya piring berisi mangga muda yang sudah dia kupas, tetapi anehnya Cahya tidak merasakan asam sama sekali.


"Ini enak, tidak asam" tanpa terasa Cahya sudah menghabiskan satu piring mangga muda itu dan minta tambah,


"Tidak Ayy, nanti kamu sakit perut, makan yang lain saja" ucap Devan lalu memberikan buah-buahan yang lain.


"Aku masih mau buah mangganya, sedikit lagi saja" Cahya memohon pada suaminya


"Iya baik, tapi sedikit lagi saja ya"


Selesai makan Cahya lalu kembali tiduran, entah kenapa dia menjadi sangat pemalas, tetapi Devan tidak memperdulikan hal itu, dia malah merasa sangat senang, karena bisa merawat dan menemani istrinya di kehamilan nya, walau belum di test atau diperiksa, Devan sudah sangat yakin kalau istrinya sedang hamil.


Devan membersihkan semua peralatan makan dan merapikan semuanya, setelahnya dia langsung mandi,


"Kamu tidak akan mandi Ayy?" tanya Devan setelah selesai mandi dan melihat istrinya masih berada dibawah selimut


"Tidak, aku merasa sangat dingin"


Mendengar jawaban istrinya membuat Devan tersenyum penuh arti, dan langsung ikut masuk ke dalam selimut


"Aku akan menghangatkan tubuh mu" bisik Devan, lalu menggigit manja telinga Cahya


"Sayang, sudahlah,, apa kamu tidak bosan atau capek, kita baru selesai melakukan itu" ujar Cahya dan berusaha menjauh dari Devan,


"Apa kamu tidak memberi aku upah karena sudah mengupas buah mangga untukmu tadi, aku minta upah ku sekarang" Devan langsung menindih tubuh istrinya dan melakukan aktifitas yang sangat dia sukai.


"Aku selalu haus akan tubuhmu sayang, aku ingin selalu menyentuhnya" bisik Devan dikala istrinya terpejam setelah kejang karena ulahnya.


Cahya membuka matanya dan memandangi wajah suaminya yang masih menggoyang nya, Cahya sedikit meringis karena gerakan Devan semakin cepat, Cahya mencoba bangun, tau apa di inginkan istrinya, Devan membantu nya bangun, lalu dia terlentang membiarkan istrinya yang kali ini di atas.


"Aku mau kayak kemarin" bisik Cahya lalu menggigit pelan telinga Devan.


"Aaaakkkhhhh, aakkhhh, aakkkkhhhhhh!" jeritan penuh kebahagiaan dan kenikmatan terus terdengar oleh Devan saat dia melakukan gerakan yang di inginkan istrinya.


"Apakah hari-hari kita hanya akan terus seperti ini?" tanya Cahya pada suaminya yang sedang memeluknya erat, mereka sudah menyelesaikan aktivitas fisik yang membuat peluh mereka terus mengalir.


"Tidak Ayy,,,, tidak salah lagi maksudnya" Devan ketawa lalu menciumi wajah istrinya, seperti biasanya dia akan menggendong istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan selalu memandikan istrinya yang selalu kelelahan karena ulahnya.


Mereka lalu tidur, dan tidak lupa Devan memberikan testpack pada Cahya, yang tentu saja dia tau maksudnya,


"Saat besok sudah ada hasilnya, jangan kecewa ya kalau tidak sesuai yang kita harapkan" Cahya membelai lembut wajah suaminya


"Tentu saja sayaaannngg, mana mungkin aku kecewa, aku malah akan berusaha lebih keras" jawab Devan dan langsung memeluk istrinya erat dan membelai rambutnya supaya istrinya cepat tidur.

__ADS_1


__ADS_2