
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Siang hari nya Devan datang, tapi Cahya tak kunjung keluar, kata mama nya dia sedang bersiap di kamarnya, dan meminta Devan menunggu di teras.
"Bersiap kemana?" batin Devan, bukan kah hari ini tidak ada rencana pergi, dan kedatangan nya pun tidak mengabarinya terlebih dulu, karena memang hanya ingin main di rumah.
"Assalamualaikum"
Seseorang datang, tidak lain adalah Wawan
"Mau apa kamu kesini?!!" kata Devan tanpa membalas salam nya
"Tentu saja menjemput pacarku"
"Maksud kamu apa"
"Apa kamu tidak tau kalau sekarang Cahya adalah pacar ku"
"Jangan kurang ajar ya kamu"
"Tanya sama Cahya nya sendiri kalau tidak percaya"
Mendengar keributan, Cahya lalu keluar
"Ayo berangkat"
"Kemana ayy?" tanya Devan
Cahya tidak menjawab dan langsung berjalan mendekati motor Wawan,
"Kamu lihat sendiri kan?" kata Wawan bangga
Devan memegangi tangan Cahya sambil bertanya
"ini maksudnya apa Ayy?"
Cahya menguatkan hatinya lalu berbalik untuk menghadap Devan,
"Sekarang aku sudah jadian sama Wawan, tolong jangan ganggu aku lagi"
"Maksudnya apa? bukan kah tadi malam kita masih baik-baik saja"
__ADS_1
"Tadi malam aku cuma berpura-pura, sekarang lepaskan, aku mau pergi" Cahya langsung melepaskan pegangan tangan Devan
Devan bingung, dia masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi, dia terus berusaha memegang tangan Cahya, Wawan mendekat langsung melepaskan pegangan itu.
Wawan lalu pergi bersama Cahya dengan motor nya, Devan masih kaget dengan keadaan yang tiba-tiba ini, lalu keluarlah mama nya,
"Tadi malam ayya menangis hampir semalaman, selang beberapa lama kepulangan kamu dari sini, tante tidak bertanya padanya apa yang terjadi karena sepertinya dia sangat tertekan, kalau ditanya pun dia tidak akan menjawab, apa kalian bertengkar?"
"Tidak tan, semuanya baik-baik saja tadi malam"
Devan mengingat telfon Cahya, dia langsung berfikir, selama ini Cahya tidak pernah menelfon nya duluan, bahkan dia sekarang kesini juga karena mau menanyakan hal itu.
"Baik tan, aku pamit dulu"
"Iya, hati-hati"
Devan berusaha mengejar Cahya, tapi sudah tidak terlihat keberadaan nya, Devan bingung, karena bahkan telfon nya tidak di angkat.
Saat dia berusaha untuk menelfon lagi, malah dijawab oleh mamanya Cahya, yang berarti ponselnya ketinggalan di rumah.
Devan semakin frustasi bagaimana cara mencari Cahya, dia ke pantai yang waktu itu didatangi tapi tidak ada, dia lalu kepikiran dengan teman nya Cahya yang bernama Wati, Devan lalu menuju rumah Cahya, dia ingin meminjam ponsel Cahya, dia merasa ada yang janggal dengan semua ini.
"Assalamualaikum"Devan mengucap salam saat sampai ke rumah kakek Cahya
"Belum pulang juga tan?"Devan makin frustasi tidak tau harus bagaimana mengetahui hal itu.
"Tante, ponsel ayya ketinggalan, boleh aku pinjam?"
"Iya bentar tante ambil"
Ponsel itu ternyata berkode, berbagai pola dia coba, tapi tetap tidak bisa, tiba-tiba Giat datang, dan untung nya dia tahu pola kodenya, karena dia sering meminjam ponsel kakak nya.
Devan langsung mencari nama Wati, dia langsung menelfon nya
"Iya Ayy, ada apa tumben telfon?"
"Ini aku Devan, maaf, apa kamu tahu dimana Ayya?"
"Dia kan pergi pacaran sama Wawan, buat apa kamu cari dia?"
"Kamu jangan asal ya, Ayya pacar aku"
__ADS_1
"Iya, pacar yang berpaling dari kamu, buktinya dia pergi sama Wawan, udah kamu move on saja, ngapain cewek kayak begitu kalian perebutkan, tidak ada bagus-bagus nya juga kok dia"
"Kamu jangan kurang ajar kalau ngomong"
Devan emosi langsung mematikan telfon nya, dia melihat pesan-pesan yang masuk, dan nomer tanpa nama itu pun tak luput dia periksa, tentu saja dia kaget melihat pesan nya.
pesan dari Wawan tadi malam, dia melihat foto itu, dia langsung ingat tadi malam diperjalanan ada rombongan touring yang menanyakan arah jalan padanya, ternyata itu semua ulah Wawan
Devan sangat marah, dia pamit ke mama Cahya untuk mencari kembali Wawan dan Cahya.
Tiba-tiba Wawan datang tapi tanpa Cahya, dia langsung memukul Devan
"Dimana kamu sembunyikan Cahya!" teriak Wawan
Devan yang memang sudah emosi langsung melawan, hingga terjadilah perkelahian
"Bukan kah tadi kamu yang pergi bersamanya?" teriak Devan membalas
"Dia menghilang, itu pasti kamu kan yang menyembunyikan nya?!!"
"Apa maksud kamu menghilang?!!"
Mama dan kakek Cahya keluar, menanyakan apa yang terjadi, saat tau Cahya menghilang, mama Cahya langsung menangis,
"Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya mama Cahya
Tapi tidak ada yang menjawabnya, sementara hari sudah semakin gelap.
"Devan, Cahya dimana, tolong kamu cari dia"
"Tante tenang dulu, aku akan mencarinya"
"Kakek, apa kakek tau siapa saja teman Cahya?" tanya Devan.
"Dia tidak punya banyak teman, teman nya hanya Wati"
"Wati tidak bisa dipercaya" batin Devan
Devan lalu pamit kepada kakek dan mama Cahya, saat melewati Wawan dia mengancam nya
"Aku sudah tau apa yang terjadi semalam, dasar pengecut!!! kalau sampai terjadi apa-apa sama Cahya, aku akan buat perhitungan sama kamu"
__ADS_1
Devan lalu pergi untuk kembali mencari Cahya yang bahkan sebenarnya dia tidak tahu harus mencari kemana lagi.