Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Ayah Durjana


__ADS_3

POV Devan


Devan bersama ayahnya dan beberapa asisten kepercayaan, berangkat menuju resort tempat mereka akan bertemu dengan Habib dan Maryanto, tidak butuh waktu lama untuk mereka bertemu karena ternyata Maryanto sudah menunggu disana.


"Dimana Habib?" tanya Devan


"Dia akan datang sebentar lagi" jawab Maryanto


Setelah ditunggu beberapa saat tapi tidak juga terlihat kedatangan Habib, lalu Maryanto dengan tidak tau malu, meminta uang yang katanya akan diberikan Devan untuk melunasi hutangnya.


"Kita tunggu dulu Habib datang" ujar Devan, tapi karena lama tidak muncul, Devan menyerahkan sebuah surat perjanjian agar Maryanto tidak mengganggu Cahya lagi, lalu tiba-tiba saat Maryanto ingin menandatangani surat itu,,


Kring kring kring


Bunyi ponsel ayah Devan


"Apa?!" ucapnya berteriak setelah mengangkat telepon itu,


"Devan, ini jebakan, mereka membuat keributan di rumah singgah dan membawa pergi Cahya dan Rafa" ucap ayah Devan yang tentu saja membuat murka Devan, dia tidak peduli yang ada di depannya itu adalah ayah mertuanya, Devan mencengkeram leher Maryanto.


"Kalau sampai terjadi sesuatu pada anak dan istriku aku akan menghabisi kalian semua!" teriak Devan lalu mendorong Maryanto yang terlihat tersenyum sinis itu.


Devan lalu menuju rumah singgah nya, terlihat tempat itu sudah acak-acakan, ibu Retno masih shock dikantornya, setelah menenangkan mamanya sebentar, Devan langsung memeriksa CCTV.


"Sepertinya ada orang dalam yang tau rencana kita, karena tidak mungkin Habib dengan cepat mengetahui keberadaan Ayya" ujar Devan


"Periksa semua asisten dirumah, baik yang bekerja di dapur ataupun tugas lain nya" ujar ayah Devan memberi perintah


Devan terus berusaha menelepon istrinya, tapi tidak juga diangkat padahal nomornya aktif, Devan terus melihat layar rekaman CCTV, terlihat Rafa menangis ketakutan dalam pelukan mamanya, Habib membawanya masuk ke dalam sebuah mobil, Devan semakin marah melihatnya.



POV Cahya



Cahya lebih dulu berangkat bersama mama mertua nya sebelum Devan berangkat, tidak lupa membawa Rafa karena tidak ada yang menjaga Rafa dirumah, Devan beralasan akan memeriksa perkebunan teh nya untuk mengecek apakah semua sudah normal setelah insiden tempo hari, jadi tidak bisa menjaga Rafa.


Kedua orang tua Devan tau tentang rencana Devan jadi mereka bekerjasama agar Cahya tidak mengetahuinya.



Cahya melarang memberi uang pada ayahnya, tapi karena Devan malas berurusan lebih lama dengan Habib, jadi Devan lebih memilih melakukan itu.

__ADS_1



Perjalanan ke Rumah Singgah itu cukup lama, setelah mereka sampai ditempat tujuan, ibu Retno membawa menantu dan cucunya itu kedalam kantor, tapi bahkan sebelum mereka duduk, terdengar keributan dari luar.



Mereka reflek keluar dari ruangan itu, terlihat disana Habib beserta para ajudan nya yang bertanya paksa serta menghancurkan tempat itu karena berusaha mencari Cahya, Rafa menangis melihat itu yang tentu menjadi perhatian mereka.



Habib melihat kearah Cahya, dengan senyum seringainya dia mendekati Cahya yang sedang menggendong Rafa, Cahya berusaha berlari dan ibu Retno mencoba menghalangi jalan Habib, tapi apa daya, tentu saja dia tidak mampu melawan kekuatan Habib.



Cahya dibawa Habib kembali ke Jogja, dia membawa Cahya dan Rafa kerumahnya, entah bagaimana bisa rumah itu terlihat seperti rumah Devan, dengan banyak berjejer tanaman bunga mawar di depan teras rumah.



Sepertinya Habib mengetahui semua tentang Cahya, dia membawa Cahya dan Rafa masuk rumah, Cahya berniat melawan tapi dia harus mengikuti Habib karena takut anaknya ketakutan dan menangis.



Mereka dibawa ke sebuah kamar yang sangat banyak kado dan juga mainan, seperti nya kamar itu ditujukan untuk Rafa.




Habib berusaha lebih dekat pada Cahya


"Lihatlah, dia cepat beradaptasi dirumah ini, kamu juga harus cepat seperti itu, kamu tidak mau membuat anak lucu itu ketakutan kan?" bisik Habib pada Cahya sambil memperhatikan Rafa.



Cahya lalu menjaga jarak dengan Habib dan melihat kearahnya,


"Habib, sebenarnya kamu kenapa? bukan kah kamu tau siapa kami? Rafa anak Devan dan aku masih sah istrinya" jawab Cahya sedikit pelan karena takut anaknya kembali menangis.



Habib menyerahkan foto saat Devan menemui Maryanto, Habib memanipulasi foto itu dan mengatakan kebohongan.


__ADS_1


"Lihat lah, Devan sudah menandatangani surat cerai kalian, dia sepertinya terbebani dengan hadirnya ayahmu yang tukang judi itu" ucap Habib



Awalnya Cahya tidak percaya, karena tidak ada yang mencurigakan dari Devan, tapi lu dia berfikir apa mungkin Devan sangat kecewa dengan Maryanto, tapi bukan kah dia juga sudah melarang suaminya itu untuk memberikan uang pada Maryanto, Cahya tidak tau apa yang terjadi, dia hanya sibuk dengan pikirannya sendiri.



Habib memegang tangan Cahya, yang membuat Cahya tersadar dari lamunannya, dan langsung menarik tangan nya dari genggaman tangan Habib.



"Sayang, temani anak kita main dulu ya, aku akan menyiapkan kamar kita untuk kamu beristirahat, sebelumnya kita makan malam dulu ya" ucap Habib sambil tersenyum manis pada Cahya, dia berlagak sebagai suami Cahya.



Cahya ngeri mendengarnya, setelah Habib keluar dia meraba sakunya, untung dia membawa ponselnya, dan lebih beruntungnya karena kebiasaan nya yang dari dulu meng silent ponselnya jadi tidak ketahuan karena ponselnya tidak berbunyi.



Terlihat banyak sekali panggilan dari suaminya, karena tidak mau ketahuan Habib kalau dia membawa ponsel, Cahya tidak menelepon balik suaminya atau melihat pesan masuk, dia langsung share lock pada suaminya dan langsung menyimpan kembali ponselnya takut keburu Habib kembali, Cahya lalu mendekati Rafa.



Tidak lama Habib kembali masuk kamar, dia mengajak Cahya dan Rafa untuk makan malam, Cahya beralasan Rafa hanya bisa makan apa yang dia masak, jadi dia ingin memasak untuk Rafa.



"Tentu saja sayang, kamu boleh ke dapur tapi jangan melakukan hal berbahaya" ujar Habib mengingatkan sekaligus seolah mengancam.



Cahya lalu menggendong anaknya dan memintanya untuk memilih mainan untuk dibawa ke dapur, Cahya tidak berani meninggalkan nya sendiri dikamar walau disana Rafa sangat senang karena banyak mainan.


Cahya berusaha mengulur waktu agar tidak terjadi kontak dengan Habib, dia benar-benar menunggu suaminya untuk segera menyelamatkan nya.



Dia bisa berusaha kabur dan mencari cara melarikan diri kalau dia sendirian tapi susah karena bersama Rafa, takut Rafa menangis atau bahkan menjadi trauma.



POV Maryanto

__ADS_1


Selain dibebaskan dari hutangnya kalau menyerahkan Cahya, Maryanto juga dijanjikan akan diberikan uang yang sangat banyak, kapan lagi dia mendapat kesempatan seperti itu, jadi dia menyogok salah satu orang yang bekerja dirumah orang tuanya Devan, sesaat sebelum dia masuk rumah orang tua Devan tadi malam, dia bertemu dengan satpam yang menjaga rumah orang tua Devan.


Maryanto memberikan banyak uang kepada satpam itu, supaya satpam itu memberitahu informasi apapun tentang Cahya dan Devan.


__ADS_2