Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Lagi dan Lagi


__ADS_3

Devan membawa makanan ke kamar, Cahya tertidur tapi dibangun kan Devan untuk makan dulu karena pulang dari kuliah dia belum makan.


"Ayy makan dulu"


"Aku mau pulang" ucap Cahya sambil berusaha duduk


"Pulang kemana, ini rumahmu lagipula kamu masih sakit kalau jalan, memangnya kamu ingin menunjuk kan pada siapa kondisi kamu saat ini?" goda Devan


"Devan jangan bercanda, nanti ibu kost akan marah dan teman-teman juga akan,,," Cahya tidak sanggup meneruskan ucapan nya, dia takut dicap gadis nakal oleh teman-temannya.


"Kamu tenang saja, aku sudah izin tadi ke ibu kost kamu, aku bilang kamu akan mudik dulu ke Bandung dan tidak sempat berpamitan, kamu tinggal izin ke dosen kamu, aku tidak tau yang mana, kalau tau sudah aku mintain izin juga" ucap Devan sambil memberikan ponsel Cahya


"Kamu sudah merencanakan ini dari kapan? kenapa kamu terlalu tidak sabaran, nanti malam pertama, aku sudah ngga,,,, ekhmm" Cahya tidak bisa meneruskan ucapan nya karena Devan menciumnya.


Devan lalu melepaskan ciuman itu,


"Aku yang sudah mengambilnya, aku akan bertanggung jawab seumur hidup ku, tentu aku merencanakan ini, setelah aku tau kamu sangat mencintaiku, aku sengaja menghindari mu dulu karena kamu sedang datang bulan, aku sengaja menjauh agar aku kuat, kalau dekat kamu, aku tidak akan sanggup menahannya, dan bagi aku, malam berikutnya juga akan selalu jadi malam pertama, sudah sekarang makan, mau aku suapi?"


"Aku tidak lapar" ucap Cahya

__ADS_1


"Kamu harus makan biar anak kita sehat"


Cahya malu mendengarnya, Devan lalu berusaha menyuapi Cahya.


Cahya menggeleng lalu makan sendiri tidak mau disuapi Devan, setelah selesai makan Devan menyuruh Cahya untuk tidur lagi karena dia akan makan dulu di dapur sambil membereskan piring.


Cahya tiduran, dia lalu menghubungi dosen nya untuk meminta izin beberapa hari tidak masuk kelas, tidak lama Devan kembali ke kamar dan langsung tidur disebelah Cahya, membuat Cahya menggeser tubuhnya.


"Kenapa? tidak usah malu, aku sudah melihat semuanya juga kan tadi" Devan lalu memeluk Cahya dan membelai rambutnya.


"Terimakasih" Devan mengucapkan itu lagi, dia sangat bahagia saat ini, dia lalu terus membelai rambut Cahya, dia tidak tahan lagi, lalu mencium Cahya dan ingin melakukan itu lagi.


"Maaf Ayy, aku tidak kuat lagi" Devan kembali melakukan itu walau Cahya menolak, mereka lalu tertidur bersama setelah larut malam.


Paginya Cahya masih susah berjalan, terasa sangat sakit, dia juga kecapean karena Devan terus melakukan itu, Devan menggendong Cahya ke kamar mandi, mereka lalu mandi bersama.


Cahya masih terus memakai baju Devan


"Nanti aku pulang nya bagaimana, tidak mungkin pake baju kamu" tanya Cahya

__ADS_1


"seminggu lagi aku belikan baju"


"Seminggu lagi!" teriak Cahya tidak percaya, sepertinya benar dia akan jadi perkedel kalau begini.


"Sampai kamu tidak sakit lagi"


"Aku tidak akan sakit kalau kamu tidak melakukannya, dan aku akan cepat pulih kalau kamu tidak terus melakukan nya" ucap Cahya


"Aku tidak janji berhenti tapi aku janji akan terus melakukan nya" ucap Devan sambil tersenyum


"Apa cuma ini yang kamu pikirkan selama ini?"tanya Cahya


"Tentu saja, aku berfikir melakukan nya tapi hanya denganmu, jadi kamu harus menerimanya, sekarang kamu mau tetap dikamar apa keluar? aku mau buat sarapan dulu ke dapur"


""Aku mau disini saja"


"Ya sudah tunggu dulu, aku mau buat sarapan"


Devan menuju Dapur membuat sarapan, Cahya lalu tiduran lagi, dia memikirkan yang terjadi, tanpa sadar dia memegang perut nya, kalau Devan terus melakukan itu, sudah pasti dia akan hamil, dia harus bagaimana, sementara dia belum selesai kuliah, dan ini adalah tahun terakhirnya tapi Devan malah melakukan ini semua.

__ADS_1


__ADS_2