Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Belanja Bareng


__ADS_3

"Sudah beres Ayy?" tanya Devan setelah mandi, terlihat Cahya yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Belum, masih harus edit dulu"


"Sini aku bantuin"


"Tidak usah, ini sudah nanggung" jawab Cahya tanpa berpaling dari ponselnya


"Kamu serius banget"


"Harus lah, namanya juga demi nilai"


"Kamu memang pintar dikelas?"


"Sudah pasti?" jawab Cahya menyombongkan diri


"Tentu saja, selama ini juga pintar banget lari dari aku dan sembunyi" ujar Devan


Cahya tidak menjawab, dan pura-pura tidak dengar


"Bahkan sekarang pun pintar berpura-pura tidak mendengar apa-apa"


Cahya makin grogi dan menelan ludah, tidak tau harus menjawab apa,


Devan menggeser duduknya dan makin mendekati Cahya,


"Tolong bantu aku, ini sedikit lagi, tinggal kasih teks seperti yang tertulis di buku ini" ucap Cahya tiba-tiba sambil berdiri dan menyerahkan ponsel sama bukunya


"Aku mau ke atas dulu ada yang ketinggalan" ucapnya buru-buru dan langsung berlari ke atas.


Devan hanya bisa menerimanya,


"Sampai kapan kamu akan terus begini Ayy!!!" teriak Devan kesal


Tapi Devan tetap melakukan apa yang tadi di minta Cahya, setelah selesai lalu dia memanggil Cahya.


"Ayy" teriak Devan dari bawah tangga


"Ayya" panggilnya lagi


" Aku naik ni, kalau kamu tidak turun!" ancam Devan


"Bentar, bawel ih"


Cahya turun sudah berganti baju seperti bersiap untuk pergi


"Kamu mau kemana? ini tugas kamu sudah beres" kata Devan menyerahkan ponsel Cahya


"Terimakasih,, aku mau ke supermarket" jawab Cahya sambil mengambil ponselnya


"Aku ikut"


"Tidak usah, kamu dirumah saja, jaga rumah baik-baik ya"


"Aku ikut, ada yang mau aku beli juga"


"Ya sudah cepet, aku tunggu di luar"


Mereka berangkat menggunakan mobil online, di sepanjang jalan, Cahya sibuk dengan ponselnya, membuat Devan sedikit kesal


"Ayy, bukan nya tugas kamu sudah selesai? kenapa masih sibuk main ponsel?"

__ADS_1


"Ini, temen-temen grup sekolah, pada ribut belum mengerjakan tugas padahal besok di kumpulkan"


Tak lama mereka sampai tujuan, Cahya lalu mengambil troly belanja, dia mulai mengambil apa yang dia butuhkan.


"Selalu kamu Ayy yang belanja bulanan?"


"Tidak sih, ini karena akhir-akhir ini mama sibuk di kantornya jadi tidak bisa belanja"


Saat mereka lagi sibuk memilih barang ada seorang anak kecil meminta tolong padanya untuk mengambilkan snack yang ada di etalase atas


"Kakak, tolong ambil kan jajan yang di atas itu"


"Mama kamu dimana?"tanya Cahya


"Itu disana lagi pilih sayuran"


"Kamu mau jajan yang mana?"


"Itu kak yang warna biru"


"Bagaimana kalau kamu ambil sendiri, aku bantu gendong kamu?"


"Iya,,, iya"


Cahya lalu menggendong anak itu, agar dia memilih yang dia mau


"Sudah itu saja?" tanya Cahya


"Iya kakak, makasih ya,,"


"Sama-sama cantik, bye" Cahya melambaikan tangan nya ke anak itu yang sedang menuju ke arah mama nya.


"Kamu keibuan ya, sudah saatnya jadi ibu dari anak-anakku"


Cahya tidak menjawab, dia sudah lama tidak mendengar gombalan Devan, dia jadi agak canggung, tapi dia tutupi dengan pura-pura sibuk mengambil barang.


"Ayy" panggil Devan


"Oh iya, aku lupa belum ambil telur" Cahya selalu takut kalau nada bicara Devan serius, dia pasti langsung menghindar.


Tapi kali ini dia kalah cepet, Devan sudah menariknya dan menguncinya di etalase yang penuh camilan itu


Cahya hanya bisa menundukkan wajahnya,


"Ayy lihat aku"ujar Devan


Cahya memberanikan diri menghadapi Devan, dan mengangkat kepalanya, walau dia sangat berdebar


"Kamu pernah bilang, kamu akan menjawab perasaan ku kalau sudah di Bandung, bukan kah sekarang kita di Bandung?"


"Tidak bisa kah nanti lagi aku menjawabnya, ini tempat umum, nanti ada yang lewat"


"Tidak apa-apa, lagipula kita tidak mengenal mereka"


Tiba-tiba ada anak kecil berlari di ikuti ibunya yang mengejarnya karena takut anaknya terjatuh, tanpa sengaja Devan terdorong dan menubruk Cahya


"Aww, kenapa sih kamu seneng banget nubruk, sakit tau!"


"Aku tidak sengaja, aku kesenggol dan ke dorong ibu-ibu yang lari tadi" jawab Devan panik sambil ikut mengusap kening Cahya


Cahya menghindar,

__ADS_1


"Sudah lah ayo, masih banyak yang belum aku ambil barang nya, takut keburu makin siang, aku sudah lapar"


"Gagal maning, gagal maning" batin Devan


Cahya terus berjalan mencari barang yang ada di list belanjaan nya, setelah selesai mereka menuju kasir,


Devan menyodorkan kartunya tapi ditolak Cahya,


"Tidak usah, ini aku bawa kartu mama, memang mama yang meminta aku belanja"


"Aku kan juga makan ayy di rumah, tidak apa-apa ini pake saja"


"Tidak usah"


"Ini, pake yang ini" Cahya memberikan kartunya kepada kasir.


Setelah mereka selesai belanja, mereka istirahat duduk-duduk diluar supermarket sambil minum, lalu ada yang menyapa Cahya


"Hay Ayya,, kamu lagi apa disini?"


"Belanja lah mau ngapain lagi kalau kesini, kamu sama siapa?"tanya Cahya


"Sama mama, tadi sudah masuk duluan"


Teman nya kaget melihat Devan,


"Ayya, bukan nya dia yang ngaku saudara kamu pas di Bali kemarin? katanya kamu tidak kenal?


"Aku ternyata lupa, hehe,,, dia itu sepupu aku, memang sudah lama kita tidak bertemu, jadi aku pangling" jawab Cahya berbohong sambil tertawa canggung.


"Ayy" Devan mau berbicara tapi langsung dipotong Cahya dengan berbicara pada temannya.


"Kamu mending masuk daripada nanti mama mu nyariin" ucap Cahya pada temannya itu.


"Aku pikir dia mantan kamu, karena pas pertama ketemu kan kamu menangis kayak kesakitan banget"kata teman Cahya


"Iya aku kesakitan saat itu, sakit perut, sudah kamu cepet masuk" Cahya mendorong teman nya itu agar masuk dan tidak terlalu banyak berbicara


"Tapi ayy, kenalin dong kalau dia memang sepupu kamu"


"Ah, apa?" Cahya tidak menyangka teman nya akan meminta kenalan pada Devan


Tiba-tiba Devan maju mendekat


"Kenalin, aku sepupu nya Cahya" sambil menekan kan kata sepupu dengan memandang ke Cahya, sambil menyalami teman nya Cahya itu.


Cahya jadi salah tingkah dibuatnya


"Ternyata kamu menangis Ayy saat itu, bukan kah kamu tidak mengenalku?" Devan mencecar Cahya dengan pertanyaan yang sudah pasti tidak akan mendapat jawaban.


"Sudah aku bilang saat itu aku sakit perut, ya sudah ya bye Dena, aku mau pulang dulu, kamu cepat sana masuk nanti dicari mama kamu"


Cahya langsung mengambil semua belanjaan nya dan pergi, tentu saja Devan mengikutinya.


"Kenapa buru-buru amat ayy, aku kan masih kenalan sama dia"


"Sana balik lagi susul dia"


"Beneran? nanti kamu nangis lagi" goda Devan


Cahya tidak menjawabnya, dan daripada lama pesen mobil online, dia langsung masuk ke taxi.

__ADS_1


__ADS_2