
Mereka saling memandang, saat Devan ingin kembali mencium Cahya, Cahya menutupi mulutnya dengan tangan,
"Aku haus"
Cahya lalu bangun dari duduknya dan mengambil boba yang dibawa Devan lalu meminum nya,
"Ayy, ayo kita menikah?"
"Aku belum siap" jawab Cahya sambil terus meminum boba nya tanpa memandang Devan
"Waktu itu kamu alasan karena masih sekolah, sekarang sudah lulus alasan belum siap" Devan merajuk,
"Kamu pikir saja, aku baru lulus dan baru juga mulai kerja"
"Kamu tidak usah kerja, aku sanggup menghidupi kamu"
"Aku mau kuliah dulu"
"Ayy, buat apa lagi kamu kuliah, mendingan nikah sama aku"
"Biar tidak dipaksa nikah sama kamu, jadi aku mau kuliah dulu" Cahya mengucapkan itu sambil tersenyum jahil ke arah Devan,
"Apa maksud kamu?"
Devan gemas dan mendekati Cahya tapi Cahya berlari ke teras,
"Jangan macem-macem, nanti di lihat orang lewat" ancam Cahya karena Devan mengejarnya
"Kamu ya, awas saja kalau kita menikah kamu bakal habis sama aku"
__ADS_1
"Idih takut" ledek Cahya.
Cahya duduk di kursi teras sambil memainkan ponselnya, Devan duduk di sebelah nya ikut melihat ponsel Cahya, dia inget belum punya nomor Cahya di ponsel barunya, jadi dia mengambil ponsel Cahya,
"Itu punya aku, kamu mau apa?!!"
"lihat bentar"Devan memegangi tangan Cahya yang ingin mengambil ponselnya lagi, dia menelfon ponsel barunya dengan ponsel Cahya, biar nomornya tersimpan di ponsel barunya, lalu mengembalikan ponsel Cahya.
Devan menerima telepon, yang ternyata dari mama nya, Cahya tidak menyadari kalau itu panggilan video call, dia asik meminum boba nya sambil memandangi bunga-bunga yang ada di depan teras, dia tidak sadar kalau kamera di arahkan padanya.
"Iya ada apa ma?"
"Kamu lagi apa Van, kenapa tidak menelfon mama kemarin?"
"Lagi disini ma"
"Hehehe" Jawab Devan
"Makin dewasa makin cantik ya?"
"Tentu saja, itu kan pilihan aku"
Cahya menoleh melihat Devan, dia masih belum sadar kamera menghadap padanya, Cahya tersenyum dan ingin masuk kerumah untuk memberikan privasi pada Devan yang sedang mengobrol bersama mama nya.
"Mau kemana?" tanya Devan
"Aku kedalam dulu, biar kamu santai berbicara sama tante" bisik Cahya pelan
"Halo Ayya" tiba-tiba mama Devan menyapa, Cahya kaget dan memberi isyarat bertanya ke Devan, Devan tertawa dan membalikan kamera lalu mendekati Cahya, Cahya bingung harus apa, dia hanya tersenyum canggung dan mengangguk,
__ADS_1
"Apa kabar tante"
"Baik, mama kamu mana?"
"Mama belum pulang kerja tan"
"Kalian cuma berdua"
Cahya jadi bingung mau menjawab apa, tapi Devan malah tersenyum melihat Cahya yang panik, dia sengaja tidak membantu Cahya menjawab
"Sebentar lagi sepertinya mama pulang"
"Jadi dari tadi kalian cuma berdua?"
"Iya ma, dari tadi kita berdua" jawab Devan
"Aku sudah melamarnya tapi ditolak lagi ma" tambahnya sambil pura-pura sedih
"Maaf tante, aku baru ingat tadi disuruh mama untuk bikin sesuatu sebelum mama pulang, sudah dulu ya tan, assalamualaikum"
Setelah mengucapkan itu Cahya langsung kabur ke dalam,
Devan dan mama nya tersenyum melihat kepanikan Cahya, tidak lama Devan menyudahi panggilan telepon itu, lalu mencari Cahya yang ternyata ada di dapur.
Dia memperhatikan Cahya yang sedang membersihkan sayuran, lalu saat dia mau mendekati nya, Cahya sadar dan menoleh,
"Kamu mending pulang dulu, bentar lagi mama pulang"
"Ayy, aku serius, ayo kita menikah"
__ADS_1