
Pov Devan
Devan pamitan pada orang tuanya untuk ke Bali, orang tuanya pun sudah pasti mengizinkan agar dia bisa mencari suasana baru untuk bisa melupakan Cahya.
Dia bekerja di perusahaan perhotelan, dia bekerja dengan rajin, banyak yang mendekatinya karna memang dia tampan, tapi dia belum bisa melupakan Cahya.
Hari itu dia bekerja seperti biasa, hari ini sepertinya akan sibuk karna mereka akan kedatangan siswa study tour dari berbagai sekolah.
Siang itu dia bertugas sebagai resepsionis seperti biasa, dari sekumpulan siswa itu dia melihat seseorang yang selama ini dia rindukan
"Ayya" batin nya sambil terus memperhatikan gadis yang mengobrol bersama teman nya, gadis itu tidak menyadari keberadaan nya.
"Cahya kesini, ayo kita sudah dapat kamar" teriak seorang
Cahya menoleh
"Ok sebentar, mau ke bis dulu ada barang yang ketinggalan"
Deg deg deg
Itu benar gadis itu, gadis yang selalu ada di hatinya, dia mendengar suara nya lagi, dia langsung berlari mendekatinya, dan langsung menarik tangan nya untuk memastikan apakah itu benar dia.
Iya benar itu dia, gadis yang dia rindukan, Cahya pun kaget tidak menyangka akan bertemu lagi, selama ini dia sudah berusaha menghindarinya demi keselamatan nya.
__ADS_1
"Cahya, dia siapa?" tanya teman Cahya
"Aku tidak mengenalnya, mungkin dia salah orang, ayo kita pergi"
Cahya melepaskan pegangan Devan
Sebenarnya dia juga sangat merindukan pria itu, tapi dia tidak boleh egois, ini semua untuk kebaikan nya
"Ayy, ini aku" kata Devan bingung, kenapa Cahya bisa melupakan nya
"Maaf" hanya itu yang di ucapkan Cahya
Dia lalu pergi bersama teman nya menuju kamar nya di hotel itu bersama kelompoknya.
"Cahya kamu kenapa?"
dia tidak sanggup menjawab, dia makin menangis sambil menepuk dada nya yang terasa sangat sakit.
Untung nya hari pertama belum banyak tugas jadi mereka bisa berlama-lama istirahat di kamar hotel.
Tiba saat nya makan malam, mereka diminta untuk turun ke restoran, dan akan di absen,
Cahya bimbang dia takut akan bertemu Devan lagi, tapi dia harus kesana, kalau tidak dia tidak akan di absen dan akan mengurangi nilai.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, bukan kah dia ada di bagian resepsionis jadi tidak mungkin bertemu di restoran" begitu pikirnya
Cahya dan teman-teman nya selesai makan, setelah guru memberi tahukan tugas apa saja besok, mereka boleh istirahat di kamar masing-masing.
"Panggilan untuk Cahya Ningsih, ada saudara yang menunggu di ballroom jadi jangan dulu kembali ke kamar, tapi setelah beres langsung ke kamar, dikasih waktu 15 menit"
"Saudara" pikir Cahya,, setau dia, dia tidak punya saudara di Bali.
Devan ternyata menghubungi guru dari rombongan Cahya, dia mengaku saudara nya agar bisa mencari informasi tentangnya, dan memang benar, itu memang benar Cahya, gadis yang dia cintai, tapi kenapa dia melupakan nya, dia akan menanyakan nya secara langsung.
Dia meminta izin kepada guru Cahya agar dia bisa menemuinya saat istirahat nanti.
Dia mencari siapa saudara yang di maksud gurunya, ditemani seorang teman
"Ayy" panggil suara itu, suara yang sangat dia rindukan itu, tapi suara itu juga adalah suara yang tidak dia harap kan untuk muncul kembali di hidupnya.
"Ayya, bukan nya dia yang di resepsionis tadi" bisik teman nya
"Ayy, ini aku" kata Devan kembali memanggilnya, dengan harapan Cahya bisa mengenalinya.
"Sudah aku bilang, aku tidak mengenalmu"
"bagaimana bisa, kenapa kamu bisa ada disini, dan kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku?"
__ADS_1
Devan semakin mendekatinya.