
Devan curiga pada Habib, dia lalu menuju Rumah Sakit tetapi Habib masih berada di tempatnya, dan masih belum sadar.
Tidak lama bala bantuan dari ayahnya datang, mereka lalu mencari ke setiap arah tapi tidak juga Cahya ditemukan.
Sudah memasuki minggu ke 2 pencarian Cahya, tapi belum ada hasil apapun, hingga siang harinya Devan mendapat kabar kalau Habib sudah dipindah ke Rumah Sakit di luar negeri.
Devan semakin kacau karena tidak kunjung menemukan Cahya, dia lalu berusaha mencari preman yang waktu itu menghalangi nya saat akan menyelamatkan Cahya, dan akhirnya menemukan salah satu preman itu karena wajahnya tertangkap kamera Dashcam di mobilnya.
Dengan segala upaya akhirnya diketahui kalau Cahya diculik oleh pejabat tinggi di kota ini, orang yang sangat berpengaruh.
Tapi preman itu tidak tau bagaimana detailnya karena dia dan teman-temannya hanya bertugas menghalangi Devan, mereka tidak diberi tau kemana ajudan petinggi itu membawa Cahya.
Devan semakin frustasi karena mereka tidak mendapat informasi apapun.
Devan meminta bantuan ke detektif karena dia yakin kalau melapor ke polisi pasti tidak akan berpengaruh.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pov Cahya
__ADS_1
Cahya diperlakukan seperti seorang putri, dia dilayani segala keperluan nya, dan Habib juga dirawat disana lengkap dengan semua peralatan medis, dokter dan perawatnya.
Cahya disuruh memakai baju cantik setiap hari dan hanya diminta untuk menemani Habib setiap hari dan mengajaknya mengobrol karena kali terakhir diajak berbicara oleh Cahya, Habib menunjuk kan reaksi.
Cahya selalu mengajak Habib mengobrol, malam itu sebelum tidur Cahya membicarakan tentang pertemuan pertama mereka sambil memperlihatkan foto yang ada di meja kamar yang ditempati Cahya.
"Kamu ingat tidak pertama kali kita bertemu? aku waktu itu sangat takut tidak mempunyai pasangan untuk game terakhir itu, hingga saat kamu mendekatiku, aku sangat senang, kalau kamu tidak menghampiriku pasti aku akan jadi lelucon karena tidak memiliki pasangan"
"Terimakasih kamu selalu menjagaku dan melindungi ku,, sekarang kamu cepat bangun, nenek sangat menyayangimu, aku juga ingin kamu cepat bangun, agar aku bisa merepotkan mu lagi"
"Maafkan aku Habib, ini semua karena ku, aku mohon cepatlah bangun" Cahya tidak sanggup menahan tangisan nya lagi, dia lalu menggenggam tangan Habib.
"Nenek, aku berjanji akan sering menemui dan menemani Habib, tapi biarkan aku pulang dulu nek, keluarga ku pasti bingung mencari aku, atau paling tidak biarkan aku menelepon mereka" ujar Cahya memohon
Tapi nenek Habib tidak memperdulikan dan langsung ke ruangan cucunya, Cahya selalu dijaga oleh beberapa ajudan jadi dia tidak bisa kabur atau berbuat apapun selain mengikuti kemauan nenek Habib.
Pagi harinya Cahya masuk ke ruangan Habib, setelah dia harus muntah dulu dikamar mandi, dia masih mengalami morning sickness tiap pagi.
Yang bikin kaget, saat memasuki ruangan Habib, ternyata dia sudah membuka matanya, Cahya tentu senang dan langsung memanggil dokter dan nenek Habib.
__ADS_1
Habib hanya mengucapkan kata Cahya, jadi Cahya mendekatinya, memegang tangan nya dan tersenyum
"Hai, aku disini" ucap Cahya sambil tersenyum manis pada Habib
Habib mempererat pegangan tangan Cahya, waktu itu dia berniat menyusul Cahya tapi karena mengebut dia tabrakan dengan sebuah truk hingga terpental jauh dan menabrak tembok pembatas dengan kuatnya.
Bagi Cahya kesembuhan Habib sangat membahagiakan karena dia berharap kalau Habib sembuh, dia akan segera dibebaskan oleh nenek Habib.
Cahya masih terus menemani Habib, siang nya Cahya menyuapi Habib bubur sambil Cahya memakan buah anggur, entah kenapa dia sangat suka buah anggur saat hamil, karena dia tidak akan muntah kalau memakan itu.
"Ayya, bayi kita sehat?" pertanyaan Habib yang sangat mengagetkan buat Cahya, karena ini bukan bayi Habib, bukan kah Habib juga tau akan hal itu, tapi kenapa dia bertanya seperti itu.
"Habib, ini buk,," Cahya tidak jadi menyelesaikan ucapan nya karena nenek Habib masuk ke ruangan itu.
"Tenang saja, anak kamu sangat sehat, nenek merawatnya dengan baik saat kamu sakit, cepatlah pulih, agar kalian bisa cepat menikah dan membesarkan bayi itu bersama dengan penuh kebahagiaan"
Kata-kata nenek Habib sungguh membuat Cahya kaget dan saat melihat ke arah Habib ternyata lebih mengagetkan lagi, Habib tidak membantah apapun dan malah tersenyum padanya.
Cahya menjadi lebih takut, dia pikir dengan kesembuhan Habib menjadikan dia bebas, kenapa menjadi seperti ini? kenapa Habib berubah?
__ADS_1