Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Reza


__ADS_3

Devan memandangi wajah istrinya yang sedari tadi tersenyum ceria dan bernyanyi riang sambil menimang baby,


Baaabbbyyy sayang oooo baby sayang


Baby anak mama, anak mama Ayya


Cahya menyanyikan lagu Nina Bobo dengan versinya sendiri, terlihat baby yang sangat nyaman dan gembira dalam pangkuan Cahya.


"Ayy, kapan acara pernikahan Dena? kenapa belum ada kabar lagi?" tanya Devan yang sekarang gantian memangku baby, mereka bermain ke sebuah wahana permainan anak-anak dan sedang istirahat dulu setelah berputar-putar.


"Kalau tidak salah 2 atau 3 minggu lagi" jawab Cahya lalu mengambil cemilan baby dan memberikan nya pada baby yang terlihat terus menggigit jarinya, mungkin dia sudah lapar lagi, padahal tadi diperjalanan sudah Cahya suapi makan.


"Anaknya sangat manis tetapi kenapa tidak mirip ayah ibunya ya?" bisik seseorang pada temannya yang duduk tidak jauh dari Devan dan Cahya


"Mungkin bukan anak suaminya, sungguh sangat disayangkan padahal dia sangat manis dan imut, sementara suaminya juga sangat tampan"


Devan menoleh pada mereka dengan pandangan tidak suka karena mendengar istrinya dibicarakan mereka, tetapi Cahya memegangi tangan Devan


"Biarkan saja, mereka tidak tau, kita tidak perlu capek-capek meladeninya" ucap Cahya lalu menggenggam tangan suaminya


"Ayy, mereka menghina dirimu, aku tidak suka itu, kalau mereka tidak tau apa-apa, lebih baik mereka diam" ujar Devan lalu kembali melihat ke arah orang-orang yang membicarakan istrinya dengan tatapan tidak suka.


"Sayang, aku sudah sangat kenyang dengan hinaan dan cemoohan, jadi aku sudah terbiasa, bagi aku yang penting aku tau aku tidak salah, sudah cukup begitu" Cahya mengenang saat kepergiannya dulu dikala hamil Rafa.




Flashback



Cahya sering mengalami hinaan dan cemoohan bahkan hampir saja menjadi korban pelecehan,


"Wanita murahan, hamil tanpa suami, sudah kah kamu melayani tamu hari ini? sini datanglah merangkak di kakiku, akan aku puaskan dirimu, bukankah saat hamil tua, bayi harus selalu ditengok? lelaki yang menghamili dirimu tidak ada disini, kamu pasti sangat kesepian dan kegatalan, sini aku garuk dan aku dengan baik hati membantumu cepat melahirkan dengan pelumas ku" ujar seorang lelaki yang juga bekerja diperkebunan tempat nya bekerja.


Cahya tidak memperdulikan lelaki itu dan terus bekerja, saat lelaki itu terus berusaha mendekati nya, Cahya mengambil pisau lipat yang selalu dia bawa untuk jaga diri.


Lelaki itu tidak gentar dan terus mendekati Cahya, untung saja ada pekerja lain yang datang menolong Cahya.


"Terimakasih kak Reza atas bantuan nya" Cahya menahan tangisannya, dia sangat shock dengan kejadian yang baru saja dia alami.


Sejak saat itu, Reza selalu menjaga Cahya dari jauh, walau semua orang menghina Cahya tetapi Reza yakin kalau Cahya adalah wanita baik-baik.



Flashback End



💙🌹💙🌹💙🌹💙🌹💙🌹💙🌹💙🌹💙



"Ayy" panggil Devan karena melihat istrinya yang terus melamun.


Cahya menoleh lalu mengajak suaminya untuk berpindah tempat sekalian mencari tempat makan karena sudah hampir waktunya makan siang.



"Ayya" panggil seseorang

__ADS_1


Cahya menoleh dan terkejut melihat orang yang memanggilnya


"Kak Reza!!" teriak Cahya lalu berlari mendekati Reza


"Jangan berlari, nanti kamu terjatuh!" teriak Devan dan Reza berbarengan, kedua pria dewasa itu lalu saling menatap.


"Kak Reza kenapa ada disini? kak Reza kemana saja?" Cahya terus mencecar pertanyaan pada pria yang dulu selalu melindungi dan menjaga nya


"Satu-satu Yayang"


"Jangan panggil aku seperti itu" ujar Cahya lalu memukul Reza


Devan sampai di dekat Cahya dan langsung merangkul pinggang nya


"Kak Reza kenalkan, ini suami aku"


Devan dan Reza bersalaman, mereka saling memandang dengan tatapan tajam, Devan seolah tau kalau ada yang mengincar miliknya.


"Sayang, ini kak Reza, dulu dia pernah menyelamatkan aku saat aku dalam bahaya, selalu menjaga aku dan melindungi aku" ujar Cahya terlihat senang sekali bertemu dengan pria itu, belum juga Devan menjawab ucapan Cahya, Reza sudah lebih dulu berbicara.


"Yayang, kenapa kamu tidak memberi ku kabar saat pergi dari desa itu? aku terus mencari mu, oh iya,,, Yayang ini anak kamu yang ke berapa? seharusnya anak yang dulu aku ajak mengobrol saat masih di perutmu sudah sekitar 7 tahun, apa jadi kamu beri nama Rafa?" tanya Reza


"Ini anak adik aku, iya anak aku udah 7 tahun, sekarang sekolah di Semarang bersama kakek dan neneknya, aku juga jadi memberi nya nama Rafa, kakak kenapa ada disini?"


"Aku bekerja di negara ini sudah sekitar seminggu ini, kamu sudah berapa lama disini? atau mau menetap?"


"Tidak, aku mau kembali ke,,, " Cahya tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena Devan sudah menunjukkan amarah nya


"Ayy, ayo cepat pergi dari sini, sudah waktunya untuk makan siang!" Devan langsung menarik tangan istrinya


"Devan lepas, tangan aku sakit, lagi pula aku bisa jalan sendiri, ini baby nanti jatuh" ujar Cahya kaget karena Devan dengan kuat menarik tangan nya


"Sampai jumpa kak Reza, bye!!" ucap Cahya sambil menoleh ke arah Reza, dan dibalas lambaian tangan oleh Reza.



"Eekkhhmmm" Cahya berusaha mendorong tubuh Devan, karena disana banyak orang.


"Kamu kenapa? disini tempat umum!" teriak Cahya


Devan diam tidak menjawab dan hanya langsung menuju mobil, tidak memperdulikan pertanyaan istrinya yang heran dengan sikapnya.


"Kamu kenapa? kita belum selesai bermain, kita mau kemana?"


Devan tidak berbicara apapun, dia focus menyetir bahkan sedikit ngebut, pertanyaan apapun dari istrinya tidak dia gubris, dengan cepat mereka sudah sampai kembali di rumah Renal.


"Kenapa cepat sekali, bukankah tadi bilang mau sampai sore?" tanya Siti heran



"Siti, mana Renal?" Devan langsung bertanya tapi tidak menjawab pertanyaan Siti


"Mas Renal baru saja ke cafe"


"Ya sudah, tolong bilang pada nya, mobil aku bawa dulu" ujar Devan langsung menarik tangan istrinya yang masih terus mengajak baby mengobrol didalam troly nya


"Devan, kamu kenapa?" tanya Cahya


"Eekkhhmmm" Cahya kembali mendapat ciuman, Cahya mendorong Devan karena Siti melihat kearah mereka, tapi Devan tidak peduli dan tetap \*\*\*\*\*\*\* bibir istrinya, setelah melepaskan ciuman itu, Devan langsung memasukkan istrinya kedalam mobil, Siti bengong melihat kelakuan random kakak-kakaknya.


"Baby,,bye!!" ucap Cahya melambaikan tangan dari jendela kearah Siti dan baby, Siti membalas lambaian tangan Cahya

__ADS_1


"Aku merasa mereka mendapat masalah lagi, mas Devan terlihat berbeda" gumam Siti, lalu kembali masuk ke dalam rumah saat mobil Devan sudah tidak terlihat.



"Devan, kita mau makan dimana?" tanya Cahya, mendengar istrinya yang terus memanggilnya dengan nama nya membuat Devan langsung menepikan mobilnya, membuka sabuk pengaman dan langsung menyerang istrinya


"Aakkhhhhh Devan!" pekik Cahya kaget karena Devan langsung menuju dadanya dan membuat tanda merah disana


"Terus panggil namaku, dan dimanapun itu aku akan melakukan apapun yang aku inginkan, tadi didepan pria itu aku menahan diri karena menghormatinya, sebab kamu bilang dia pernah menyelamatkan mu dan selalu menjagamu, Ayy,,, kenapa kamu terus melupakan panggilan apa yang pantas untukku?"


"Maaf Dev,,, sayang,,, aku belum terbiasa jadi sering lupa" ucap Cahya lalu membenarkan bajunya yang tadi ditarik Devan.


Devan langsung menuju hotel tempat mereka tinggal, tidak peduli pada Istrinya yang terus menanyakan tentang makan siang.


Mereka sampai didepan pintu masuk kamar mereka, dan terlihat ada layanan kamar sudah menunggu dengan membawa banyak makanan, setelah membayar tagihan, Devan langsung membawa makanan itu kedalam kamar dan menyuruh istrinya untuk makan.


Devan terus memandangi wajah istrinya yang sedang asyik makan, banyak pertanyaan di hatinya pada istrinya itu.


"Apa kamu sangat akrab dengan pria tadi?" tanya Devan


"Lumayan, dia sering menemani ku saat bekerja, agar aku tidak diganggu orang jahat, saat itu mendekati kelahiran Rafa, keluarganya mendapat masalah, aku juga tidak tau masalah apa, sejak itu aku tidak pernah bertemu dengannya, berarti sudah 7 tahun lebih, aku berteman dengan nya hanya beberapa bulan saat aku hamil" Cahya menceritakan hubungan nya dengan Reza.


"Sayang, kenapa kamu tidak makan?" tanya Cahya lalu minum untuk menutup makan siang nya, Devan tidak menjawab apapun.


Cahya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju, saat baru membuka pintu kamar mandi, Cahya dibuat kaget dengan Devan yang berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Ada apa sayang? apa kamu mau ke kamar mandi?" tanya Cahya


"Aaaaaaaahhhhh!" Cahya kaget karena Devan langsung menggendong nya dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang, Devan lalu menggagahi istrinya terus menerus, Devan terbakar api cemburu.


"Ayya hanya milik ku, dan selamanya selalu milikku, hanya aku yang bisa menyentuh tubuh ini" batin Devan dan terus menggoyang istrinya


"Saaayyaanngg, sudah" pinta Cahya sambil mengatur nafasnya dan memejamkan matanya.


"Kamu hanya milikku" bisik Devan ditelinga istrinya yang masih terus memejamkan matanya.


Cahya hanya mengangguk, dia sudah tidak sanggup berkata-kata lagi.


Cahya ketiduran karena kelelahan, Devan menggunakan waktu istrinya tidur siang untuk makan, dan saat Cahya terbangun, Devan kembali menggagahi istrinya itu.


"Sayang, kamu kenapa? sakit sayang, sudah dulu" rintih Cahya menahan linu di bagian intinya karena terus di goyang oleh suaminya dari tadi.



Devan sangat takut kehilangan Cahya, dalam hatinya dia berfikir untuk terus memberikan kepuasan pada istrinya agar Istrinya itu tidak berpaling darinya.


"Sayang, jangan meninggalkan ku" bisik Devan ditelinga istrinya saat burungnya kembali muntah didalam rahim istrinya.


Setelah Devan turun dari tubuhnya, Cahya miring menghadap suaminya walau dengan sedikit menahan linu di bagian intinya, Cahya membelai lembut wajah suaminya yang pandangannya terlihat sayu, entah apa yang dia pikirkan


"Sayang, ada apa?" tanya Cahya lembut


"Ayy, jangan temui pria tadi lagi, aku mohon" Devan memeluk istrinya erat, Cahya baru menyadari kalau suaminya sedang cemburu.



"Dia hanya teman ku, kamu tidak perlu khawatir" ucap Cahya sambil mendekap erat suaminya.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1



"Yayang, tunggu aku sebentar lagi, lalu kita akan hidup bersama, rumah idaman mu sudah aku siapkan" batin Reza yang ternyata ada di hotel itu juga, dia terus melihat ke arah pintu kamar hotel yang ditempati Cahya.


__ADS_2