Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Penerus Ibu Mertua


__ADS_3

Maryanto masih terus berlutut kepada Cahya, tapi bagaimanapun Cahya tidak bisa dan tidak akan pernah menandatangani surat cerai itu.


Devan berusaha menjauhkan Cahya dari Maryanto, dia akan berusaha membantu tapi bukan dengan cara harus menyerahkan Cahya pada Habib, karena sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah dia lakukan.


Devan berjanji akan melunasi semua hutang Maryanto tapi dengan syarat jangan pernah mengganggu Cahya lagi selamanya, karena sebenarnya melihat riwayat Maryanto yang bahkan menelantarkan Cahya, hal ini sebenarnya tidak perlu dia lakukan, tapi karena ini menyangkut pernikahan nya, maka Devan akan membantu menyelesaikan masalah ini dan membayar hutang itu.


Cahya mendekati suaminya, dia keberatan dengan usul Devan, karena itu hanya akan berguna sebentar


"Tidak perlu, uang itu hanya untuk berjudi, kalau kamu memberi nya uang, itu akan terus seperti itu dan tidak ada selesai nya, biarkan dia menyelesaikan masalah nya sendiri, seperti halnya dia membuang ku dan tidak peduli padaku, aku juga berhak untuk tidak peduli padanya"Cahya sepertinya masih merasa sakit hati dengan ayahnya.


Cahya mencari anaknya yang dari tadi bersama salah satu asisten yang ada dirumah itu karena di luar ada sedikit keributan jadi Rafa diamankan di belakang. Cahya menggendong Rafa lalu membawa Rafa masuk ke kamar anaknya itu, dia tidak peduli lagi pada ayahnya, lagipula kenapa dia yang harus menanggung kesalahan ayahnya yang telah meninggalkan nya dari saat dia kecil.


Devan menyusul istrinya, terlihat Cahya yang sedang menidurkan Rafa, dia mendekatinya dan ikut membelai rambut Rafa tapi matanya menatap istrinya, Cahya menggeleng mengisyaratkan tidak mau membicarakan hal itu.


Devan membiarkan Cahya menidurkan Rafa, tidak memaksa Cahya untung menyelesaikan masalah itu karena terlihat Cahya yang tidak peduli pada ayahnya, Devan lalu keluar lagi menemui mertuanya yang masih juga belum pergi dari sana.


"Sepertinya Ayya masih belum bisa menerima kedatangan anda kembali, kalau dipikir-pikir memang apa yang anda lakukan sangat keterlaluan dan tidak mencerminkan sifat seorang ayah terhadap Ayya, lalu saat bertemu malah ini yang anda minta padanya, sungguh sangat keterlaluan, tapi ini menyangkut pernikahan ku, jadi aku akan membantu anda secara diam-diam, tapi ingat, jangan pernah menemui Ayya lagi kecuali dia yang ingin bertemu dengan anda"ujar Devan


"Apa kamu mampu? sudahlah tidak perlu banyak basa-basi, tanda tangani saja surat cerainya, lagi pula Cahya bisa lebih bahagia kalau bersama orang yang lebih kaya"ucap Maryanto sinis pada Devan.


"Sebagai ayahnya wajar anda tidak tau bagaimana Ayya, karena meninggalkan nya dari kecil, aku sedikit tersinggung dengan ucapan anda tapi sudahlah, besok ketemu di resort kemarin bawa juga orang itu, aku akab melunasi semuanya, tapi ingat,, jangan pernah mengganggu Ayya lagi setelah ini" ancam Devan


Devan lalu membicarakan hal itu kepada orang tuanya, dia meminta asisten kepercayaan untuk besok menemaninya, dia takut terjadi sesuatu jadi harus mempersiapkan segalanya.


"Ayah besok akan menemanimu, dan tentu bersama para asisten yang cukup untuk melindungi dan membantu mu kalau terjadi sesuatu"ujar ayah Devan


Devan lalu izin untuk tidur, tapi saat masuk kamar dia lupa kalau istrinya ada dikamar Rafa.


Devan memeriksa Cahya yang ternyata sudah ikut tertidur bersama Rafa, dia menggendong istrinya itu menuju kamar mereka, Devan tidak akan bisa tidur tanpa istrinya itu, tentu itu menjadi tontonan kedua orang tuanya dan juga para asisten yang melihatnya.


"Dia pikir dia pengantin baru apa? melakukan hal memalukan begitu" ucap ibu Retno


"Kamu mau seperti itu juga ya?" goda ayah Devan


"Memang masih kuat?" tantang ibu Retno

__ADS_1


Ayah Devan pura-pura sibuk dengan ponselnya mendengar ucapan istrinya.


Devan menidurkan istrinya, dia menyelimuti tubuh istrinya dan ikut masuk kedalam selimut itu, Devan memeluk istrinya dan ikut tidur, dia tidak meminta jatah karena tidak mau mengganggu tidur istrinya.




Cahya terbangun dengan tangan suaminya itu melingkar diperutnya, Cahya menggeliat lalu menghadap ke suami nya yang masih tidur itu, dia kemudian mencium pipi suaminya sebelum mencoba duduk untuk bangun.



Tapi ternyata Devan terbangun karena ciuman dari istrinya, Devan tidak membiarkan istrinya bangun, dia langsung menindih istrinya.


"Aahhhh sayang, sudah hampir pagi, biarkan aku bangun" rintihan Cahya karena Devan langsung membuat tanda merah di lehernya


"Kamu yang membangunkan ku, jadi kamu harus bertanggung jawab" ucap Devan yang langsung menciumi istrinya, semua bagian tubuh depan istrinya yang terlentang itu tidak luput dari ciuman nya, hingga sampai di bagian inti istrinya itu, Devan melahapnya yang membuat Cahya mendesah kenikmatan.




Mereka mandi bersama, lalu setelah nya mereka memasuki kamar Rafa, yang ternyata anaknya itu masih tidur.


Selama dirumah mertuanya, Cahya dilarang melakukan pekerjaan apapun karena dirumah itu banyak asisten rumah tangga, dia hanya harus mengurus anak dan suaminya.



"Ayy" panggil Devan saat mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu Rafa bangun, dia membelai rambut istrinya yang masih agak basah itu.



Cahya menoleh dan memberikan ekspresi bertanya,


"Hari ini temani mama ke rumah singgah ya, biar kamu tau disana bagaimana, suatu hari nanti kamu yang harus mengurus rumah singgah itu" ujar Devan

__ADS_1



Devan lalu menceritakan tentang rumah singgahnya, yang selama ini di kelola dan di urus mama nya yang suatu saat akan menjadi tanggung jawab Cahya kelak.



"Aku takut tidak bisa, tanggung jawabnya besar, aku tidak mau mengecewakan" jawab Cahya



"Kamu pasti bisa, jadi kamu harus belajar dari sekarang mumpung ada disini, ayah sudah sering sakit jadi mama harus focus menjaga ayah nanti nya" Devan menjelaskan



Belum sempat Cahya menjawab lagi, terdengar Rafa yang memanggil mamanya, membuat Cahya di ikuti Devan menuju kamar anak mereka, mereka mengurus Rafa bersama, Cahya bersiap memandikan Rafa, dan Devan menyiapkan baju dan peralatan sesudah Rafa mandi.



"Ganteng nya anak ayah" Ucap Devan pada anaknya yang sudah mandi itu dan rambutnya sedang di sisir mamanya.



"Ayah, kata mama hari ini Afa mau bermain bersama nenek dan mama, apa ayah tidak ikut?" tanya Rafa



"Maaf ya sayangnya ayah, hari ini ayah ada pekerjaan jadi tidak bisa ikut, Rafa jangan nakal, nanti harus mendengarkan dan menurut pada mama dan nenek ya?" ujar Devan pada anaknya



Rafa hanya mengangguk, dia lalu mencari mainan yang nanti akan dia bawa untuk dia mainkan di perjalanan agar tidak bosan.



Devan sengaja membuat Cahya hari ini menemani mama nya, agar Cahya tidak tau kalau dia akan menemui Maryanto dan Habib.

__ADS_1


__ADS_2