Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Ungkapan Cinta


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Cahya, kita pulang duluan ya" ucap Reni


"Iya kak, hati-hati"


"Sepertinya aku tidak jadi beli baju" ucap Devan tiba-tiba sesaat setelah Reni dan Ali pulang


"Kenapa tidak bilang dari tadi, mereka keburu pulang"


Cahya kesal lalu mencari tempat duduk.


Devan meraih tangan Cahya dan menempelkan nya di dadanya


"Sakit dada aku" ucap Devan


"Baik lah, ayo kita pulang kalau begitu" jawab Cahya lalu menarik tangannya kembali.


"Ayy, apa kamu selalu menganggap aku bercanda ke kamu?"


"Kalau kamu tidak bercanda terus apa?"


Tiba-tiba ponsel Cahya berdering, ada panggilan masuk dari Wati


"Iya wati kenapa?"


"Wawan ayy, dia sakit"


"Terus apa hubungannya sama aku?"


"Dia terus memanggil nama kamu"


"Mungkin itu hukuman buat dia"


Devan mendekat ke depan Cahya dan mengambil ponsel nya, karena kaget, Cahya hanya diam.

__ADS_1


"Jangan ganggu, kita lagi sibuk"


Devan mematikan telfon nya dan memasuk kan ponsel Cahya ke dalam tas nya.


"Mohon maaf, itu ponsel aku"


"Nanti aku kembalikan lagi di rumah"


"Ayo kita pulang, kamu besok harus berangkat pagi-pagi, aku juga ada tugas kelompok"ajak Cahya kemudian karena dia merasa canggung Devan terus memandang ke arahnya.


"Ayyy" panggil Devan lembut


Saat akan melanjut kan omongan nya tiba-tiba ponsel Cahya berbunyi lagi dan itu dari mamahnya, karena memang nada dering nya dibedakan,


"Itu telfon dari mama aku, kembalikan ponsel aku"


"Halo ma, ada apa?, iya aku pulang sekarang" Cahya langsung menutup panggilan telepon itu.


"Ayo pulang, mama aku keserempet motor "ucap cahya pada Devan,


"Ayy, kamu tenang dulu"Devan berusaha menenangkan Cahya


Kalau lagi panik dan ketakutan Cahya selalu diam dan menangis tapi kali ini dia menahan tangisan nya, dia hanya terdiam, sesampai dirumah dia langsung mencari mama nya ternyata mama nya ada di dapur.


"Ayy, tadi mama belum selesai berbicara sudah dimatikan ponselnya, mama minta dibelikan obat merah untuk luka sikut mama sambil nanti malam kamu pulang, tadi keserempet sedikit, tapi ternyata masih ada di kotak obat, kenapa kamu sudah pulang?"


Cahya tidak bisa menahan tangis nya lagi dan langsung masuk ke kamarnya setelah mendengar mamanya menjelaskan kondisinya.


"Ada apa Van?" tanya mamah Cahya bingung


"Ayya sepertinya sangat khawatir kalau tante kenapa-kenapa"


"Dasar panikan, kalau tau seperti itu tadi tante tidak menelepon, ya sudah makan dulu, kamu sudah makan belum?"


"Sudah tan tadi bareng ayya"jawab Devan

__ADS_1


"Sudah kamu istirahat dulu, jadi kan berangkat besok sore?"


"Sepertinya pagi tan karna sorenya ada yang harus di urus dulu disana"


"Ya sudah, hati-hati ya"


Devan menelfon Cahya tapi tidak diangkat, dari tadi dia belum keluar kamar


"Ayy, kamu tidak lapar, dari tadi kamu di kamar, sini keluar dulu" Devan mengirim pesan


Mama Cahya masuk ke kamar Cahya, tapi ternyata dia sudah tidur,


"Ayya nya sudah tidur, kamu tidur saja" kata mama nya Cahya ke Devan


"Iya tan"


Ternyata Cahya belum tidur, dia hanya tidak mau menghadapi Devan, saat hampir tengah malam Cahya pelan-pelan keluar dari kamarnya, dia menuju dapur karena sangat lapar, dia tidak melihat siapapun di sofa, berarti Devan tidur di kamar tamu, dia langsung menyalakan lampu dapur.


Sesaat dia diam karena kaget saat melihat Devan ada disana, Cahya langsung putar badan bersiap lari ke kamarnya, tapi kalah cepet dengan Devan yang langsung menangkapnya,


"Diam atau nanti tante terbangun" ucap Devan, sekarang posisi nya memeluk Cahya dari belakang, dengan sekuat tenaga Cahya berusaha melepaskan nya, tapi dia kalah tenaga, Devan memutar tubuh Cahya untuk menghadap padanya, dia lalu memegang kedua lengan Cahya


"Kenapa kamu menghindari ku lagi? aku tau kamu pasti paham perasaan ku, aku tidak akan pernah menyakitimu,, Ayy, aku menyukai mu, jadilah milik ku, hanya melihat ku"


Cahya yang sedari tadi tertunduk malu karena posisi mereka ditambah ungkapan perasaan Devan, hati nya makin berdebar tidak karuan


"Ayya lihat aku, jawab aku"


"Lepaskan" ucap Cahya pelan sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Devan di lengan nya, tapi Devan lebih kuat tenaganya bukan nya melepas dia malah menarik tubuh Cahya ke pelukan nya, Cahya panik dan terus berusaha melepaskan nya, sampai dia menggigit dada Devan, karena Devan kaget pelukan itu terlepas, dan Cahya langsung berlari lagi ke kamarnya.


Devan tidak mengejar karena takut terjadi keributan, dia mengambil makanan yang tadi dia siapkan untuk Cahya, dia sengaja menunggu Cahya di dapur, karena tau dia pasti akan mencari makan,, dia membawa makanan itu dan meletakkan nya didepan pintu kamar Cahya, dan mengirim kan pesan di ponselnya,


"Ayy, ini ada makanan di depan pintu, ambil dan makan lah, aku janji tidak akan memaksamu untuk menjawab perasaan ku secepatnya, yang jelas kamu sudah tau, dan tolong setelah ini jangan menghindari aku lagi"


Devan lalu masuk ke kamar tamu, dia mau istirahat karena besok harus berangkat pagi-pagi, dia sudah lega karena sudah mengungkapkan perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2