
"Ayy, kamu terima kan perasaan ku?"
"Nanti lagi kan bisa, lagian juga bedanya apa?"
"Maksudnya gimana?"
"Ya tidak ada bedanya, memang bedanya apa? kita akan tetap seperti ini"
"Apa kamu mau aku kesana?"
"Bukan begitu maksud aku"
Waktu telah lama berlalu, dan Cahya masih belum memberikan kepastian.
Libur akhir semester telah tiba,dan kebetulan liburnya diakhir tahun dan awal bulan baru di tahun baru, jadi ada kesempatan Cahya mudik, takutnya tahun depan tidak bisa mudik, karna sibuk mempersiapkan ujian.
"Ma, jadi mudik tidak liburan ini?"
"Jadi, tapi cuma 5hari"
"Iya tidak apa-apa dari pada tidak jadi, kita berangkat kapan? aku sudah mulai libur"
"2 hari lagi ya"
Cahya masuk ke kamarnya saat ponselnya berdering, ada telfon dari Devan.
"Ayy, kamu dari mana saja, dari tadi di telfon tidak diangkat!"
"Aku tadi ngobrol sama mama, ngobrolin mau mudik 2 hari lagi, ponsel aku di kamar"
"Kamu lagi di kamar?"
"Iya"
"Kapan aku boleh masuk kamar kamu?"
"Nanti kalau kita sudah nikah"
"Ayo sekarang"
"Apanya?"
"Nikahnya, tadi kamu bilang, boleh kalau sudah nikah"
__ADS_1
"Tidak usah berfikir kotor ya otaknya"
"Kotor gimana, memang kamu tau pikiran aku?"
"Tidak, dan tidak mau tau"
"Yang pasti dipikiran aku hanya ada kamu"
"Kalau ada cewek cantik lain juga asik bercanda"
"Yang cemburu, masih di inget terus sampe sekarang"
"Apaan, siapa juga yang cemburu"
"Cemburu itu tanda cinta ayy, sudah akuin saja, kamu cinta kan sama aku?"
"Tidak usah ke GR an ya"
"Ayy, aku serius,, jawab aku sekarang!"
"Sudah dulu ya, aku banyak tugas sekolah, dari pada pulang mudik baru dikerjakan, mending sekarang sebelum mudik,, bye"
Tut tut tut
Terdengar bunyi telfon lagi,
"Iya, kenapa wati?"
"Kamu jadi mudik kan?"
"Kenapa memang?"
"Kita ke pantai lagi ya nanti?"
" Kayaknya kali ini aku tidak bisa, soalnya aku cuma bentar di sana"
"Kenapa sebentar, kan liburnya lama?"
"Aku sama mama aku, dan mama aku cuma cuti 5 hari"
"Sudah saja kamu pulang nya tidak usah bareng, kan sudah bisa sendiri waktu itu juga"
"Tidak, aku mau bareng mama"
__ADS_1
"Kamu ngga asik, aku mau kenalin pacar baru aku"
"Aku tidak pengen tau,,"
"Dasar, oh iya, kenapa kamu tidak pernah bales pesan Wawan?"
"Tidak ada yang penting"
"Kamu sudah punya pacar ya?"
Iya sudah"
"Beneran? kok kamu tidak cerita,, orang Bandung?"
"Bukan"
"Wawan sudah tau belum?"
"Buat apa juga dia tau?"
"Biar dia tidak terus berharap sama kamu ayy"
"Siapa suruh, aku tidak pernah nanggepin dia, jadi aku tidak kasih harapan apapun ke dia"
"Kasian tau ngga?"
"Kalau kasian kamu pacarin saja"
"Dia ngga akan mau ayy, waktu itu ada yang nembak dia tapi dia tolak, padahal cantik banget lho ceweknya"
"Ayy" panggil mama nya
"Iya ma, sebentar"
"Wati, sudah dulu ya, aku dipanggil mama aku, bye"
Cahya lalu mendekat ke mama nya,
"Ada apa ma?"
" Kita jadinya berangkat besok malem ya, jadi besok kamu siap-siap, mama pulang kerja, kita langsung berangkat"
Cahya masuk ke kamarnya lagi dan mulai mempersiapkan apa yang akan dia bawa besok pas mudik, karna besok takut tidak sempat karna siangnya harus beli oleh-oleh dulu untuk dibawa mudik.
__ADS_1