
💙💙💙🙏🙏🙏
**********
Setelah acara selesai mama Cahya dan mama Devan mengobrol santai, karena mereka dulunya teman dan tetangga sebelum mereka sama-sama merantau.
Mereka sangat senang akhirnya bisa bertemu lagi dan sekarang malah jadi besan.
Mereka lalu membicarakan masalah pernikahan, akan diadakan kapan dan dimana.
"Di Jawa saja karena biar tetangga disana tau kalau Cahya sudah menikah, biar tidak terjadi fitnah kedepannya" kata mama Cahya
"Baik kalau begitu, sekarang kita tinggal atur tanggal nya, coba calon pengantin maunya hari apa?" tanya Bu Retno pada Devan dan Cahya
"Besok ma" jawab Devan langsung mendapat cubitan dari Cahya
"Ayya belum menyelesaikan kuliahnya, bagaimana kalau menunggu dia selesai dulu?" jawab mama nya Cahya
"Tidak bisa tante, harus secepatnya, untuk kuliah nantinya Ayya tetap bisa kuliah walau sudah menikah, iya kan Ayy?" ujar Devan sambil memandang ke Cahya dan mengedipkan matanya sambil memegang perutnya untuk mengingatkan Cahya.
"Kamu sudah siap Ayya?" tanya mamanya Cahya
Cahya bimbang, karena dia juga takut kalau dia beneran sudah hamil, karena berapa hari ini Devan terus melakukan itu, tapi dia sebenarnya belum siap.
Dan Devan memang sengaja melakukan itu agar Cahya segera mau dia nikahi, mungkin dia jahat tapi sungguh dia tidak sanggup kalau harus menunggu lebih lama lagi.
Melihat Cahya yang masih terus diam dan malah melamun, Devan merapatkan duduknya ke Cahya dan memegang tangan Cahya untuk menyadarkan nya.
"Kamu siap kan Ayy?" Devan mengucapkan itu sambil memandangnya penuh permohonan.
Belum juga Cahya menjawab, ada panggilan masuk ke ponsel ayah Devan, terjadi masalah besar lagi, kali ini rumahnya yang terbakar, pembicaraan itu akhirnya terhenti, keluarga Devan langsung pamit untuk kembali ke Jawa.
__ADS_1
Devan juga harus ikut, awalnya dia mau mengajak Cahya tapi dilarang orang tuanya.
"Jangan Devan, disana berbahaya, sepertinya dia berulah lagi" ucap ayah Devan, Cahya tidak mengerti maksudnya apa.
Devan dan keluarganya lalu bergerak cepat untuk kembali ke rumahnya di Jawa
Acara lamaran yang lancar itu harus diakhiri dengan musibah.
Cahya pamit ke mama nya untuk kembali dulu ke Jogja menyelesaikan kuliahnya sambil menunggu Devan.
Cahya sudah kembali kuliah seperti biasa, tapi entah kenapa Devan tidak kunjung menghubunginya, Cahya menjadi takut, tapi untuk menyusul Devan dia juga gengsi, akhirnya dia hanya bisa menunggunya.
Pov Devan
Sesampainya keluarga Devan di Jawa, rumah mereka sudah ludes dilahap api, Devan mendengar kabar kalau Wati sudah keluar dari penjara.
Ternyata dulu dalang pembakaran perkebunan, sawah dan matinya semua hewan ternak, atas ulah dia yang bersekongkol dengan saingan bisnis keluarganya.
Wati sangat dendam pada Devan yang menolaknya, sekarang walau keluar dari penjara dia kembali bikin ulah.
Devan yang marah lalu mendatangi Wati tapi ternyata itu semua cuma jebakan, Devan dipukul dari belakang sampai pingsan, bajunya dilucuti, ponselnya dihancurkan, Wati membuat foto seolah-olah mereka bermesraan.
Saat Devan bangun, ada Wati disampingnya, Devan kaget apalagi dia tidak memakai baju, dia langsung menjauh dari Wati.
__ADS_1
"Jangan takut sayang, bukankah kita baru malam pertama" ucap Wati
"Aku tidak sudi!" jawab Devan.
Devan bingung mencari ponselnya saat dia menemukan nya ternyata sudah hancur, lalu Wati mendekati nya dan memperlihatkan foto-foto tadi saat dia tidak sadarkan diri.
"Kamu harus menikahi ku kalau tidak aku akan menyebarkan foto ini" ancam Wati
Devan tidak tau harus bagaimana tapi dia tau trik Wati dia mengikuti saja permainan nya dulu, dia lalu pergi dari sana.
Devan terus kepikiran Cahya tapi masalah tidak berhenti sampai disitu, sekarang terjadi masalah di Rumah Singgahnya, dia harus secepatnya membereskan nya.
Wati mendatangi Devan di hari dimana dia mendapat kabar kalau Cahya ada acara hiking ke gunung, karena orang suruhan mama nya masih terus mengawasi Cahya.
Devan sudah mengetahui hal itu jadi dia juga meminta terus dikabari tentang Cahya pada suruhan mamanya itu.
Wati juga mendengar kan hal itu, lalu dia mengancam Devan,
"Kalau kamu sampai menemuinya dan tidak menikahi ku, aku akan menyebarkan foto-foto ini terutama ke Cahya"
"Sebarkan saja, dan aku akan lihat kamu dipenjara lagi karena melakukan fitnah dan pencemaran nama baik"
"Kamu tidak punya bukti sementara aku punya"
Devan memperlihatkan video saat dia dipukul Wati, video itu dia dapat dari Dashcam mobilnya,
"Dengan video itu sudah jelas aku tidak sadarkan diri, aku bisa saja menuntut mu, tapi aku malas mengurus mu sekarang, dan ingat, kalau sampai kebakaran rumahku atas ulah mu, kali ini aku tidak akan mengampuni mu, sekarang enyah dari sini!"
Devan meminta izin pada ayahnya untuk menemui Cahya dulu karena dia khawatir pada Cahya.
"Itu anak kenapa sembrono sekali, bagaimana kalau dia kenapa-napa, dia tidak bisa menjaga anak ku sendiri ternyata" batin Devan
__ADS_1
Devan benar-benar menganggap Cahya sudah mengandung anaknya.