
"Kalian lagi apa" tiba-tiba mama Cahya sudah ada di dapur
"Ini ma, aku lagi minum susu coklat, mama mau dibikinin sarapan?" jawab Cahya spontan berdiri dari duduknya dan Devan langsung jaga jarak
"Tidak usah, kamu bikin saja buat kalian berdua, mama mau sarapan di kantor"
"Ma, bisa tidak mama ambil libur hari ini?"
"kenapa memang nya? tumben-tumbenan kamu minta mama libur"
"Tidak ma, ini aku hari ini ada tugas rumah harus ada tanda tangan mama, ini hari terakhir ma"
"Kamu hari ini libur?"
"Maksudnya ada tugas dirumah ma, sisa tugas kemarin belum beres semua"
"Ada Devan, minta dia bantuin, bisa kan Van?"
"Iya tan, bisa banget"
"Bukan begitu ma, harus mama yang tanda tangan, ya ma,, Ayya mohon ma" rengek Cahya
Mamahnya dan Devan tersenyum, mereka sadar ini pasti akal-akal an Cahya saja, karena tidak mau ditinggal berdua sama Devan.
"Kamu takut sama aku ayy?" tanya Devan sambil tersenyum
"Kenapa aku harus takut"jawab Cahya sewot
"Tidak bisa Ayya, mama tidak bisa libur hari ini, hari ini malah mama sibuk banget di kantor"
"Mama tolong" rengek Cahya
"Aku tidak mau ditinggal sama cabul ini berdua saja" batin Cahya
"Tenang ayy, aku tidak akan gigit kamu kok, tante percaya kan sama aku? aku akan jaga Ayya tan, aku juga akan bantu tugasnya, tante jangan khawatir, percaya saja sama aku"
"Apaan sih?"ujar Cahya sambil melihat ke Devan
"Mama pokok nya harus libur" Cahya terus merengek
"Tidak bisa Ayyaaa" tegas mamanya
"Mama tidak sayang sama aku kan?"
"Karena mama sayang sama kamu makanya mama kerja"
Cahya tidak bisa menjawab lagi, dia ngambek dan mulai jalan naik ke kamarnya untuk mandi pagi
"Mau kemana Ayya, kamu belum bikin sarapan buat Devan"
"Suruh bikin sendiri saja ma, aku mau mandi, awas saja kalau sampe itu cabul naik lagi ke atas"
__ADS_1
"Apa maksudnya Ayya?"
"Tanya itu sama dia" Cahya nunjuk Devan sambil melengos lalu naik ke atas ke kamarnya untuk mandi.
Mama cahya memandang Devan penuh tanda tanya, Devan gelagapan
"Tidak tante, jangan salah paham, mungkin maksudnya, kemarin itu tante pas aku ke atas nganterin boba dia, ternyata dia baru mandi, aku kan tidak tau tan" kata Devan berusaha membela diri
"Oohhh, Tante percaya sama kalian, jangan bikin tante kecewa ya? harus tau batasan"
"Iya tan, makasih tan"
"Kalau dia tidak turun bikin sarapan, kamu bisa bikin sendiri kan?"
"Iya bisa, aku sudah biasa hidup mandiri, selama ini aku kerja sendiri, jauh dari orang tua"
"Benar juga, ya sudah tante siap-siap dulu ya mau berangkat kerja, jagain Cahya, awas jangan berantem"
"Ayya, mama berangkat dlu" teriak mama nya dari bawah, Cahya lalu turun ke bawah, dia juga sudah selesai mandi dan memakai seragam sekolahnya
"Katanya kamu libur?"
"Dibilang juga bukan libur, tapi ada tugas ma, nanti bikin vidio jadi harus pake seragam"
"Ya sudah mama berangkat dulu, kamu hati-hati ya di rumah,, hati-hati karena ada harimau"
"Itu mama tau, terus kenapa ninggalin aku?"
"Ayo lah ma, libur hari ini saja"
"Tenang Ayya, kan kamu pawang nya,, haha"
mama nya bercanda sambil ke dapur untuk pamit ke Devan
"Van, tante titip Ayya ya"
"Iya tan, hati-hati dijalan" jawab Devan
Cahya ada di teras saat mama nya berangkat, dia menyiram tanaman nya yang sudah berapa hari tidak terurus.
"Berangkat ya Ayy"
"Iya ma, hati-hati" dengan berat hati menjawab, dia tidak merengek lagi.
"Ayy, ayo sarapan dulu" panggil Devan
"Aku kan belum bikin"
__ADS_1
"Ini sudah aku bikinin, ayo cepat keburu dingin"
Cahya masuk dia memang lapar, tadi malam ketiduran jadi dia tidak makan malam, dia makan sambil memainkan ponselnya, dia berkirim pesan sama teman nya.
"Makan yang focus, simpan ponselnya"ujar Devan
"Apa sih, jangan suka ngatur"
"Ayya" panggil Devan serius
"Iya,,, iya" Cahya lalu meletakkan ponselnya
"Gitu dong, anak pintar" Devan tersenyum karena Cahya menuruti perkataan nya
Saat selesai makan, cahya mau membereskan meja dan cuci piring tapi dilarang Devan
"Sudah sana kamu mulai kerjakan tugas kamu, ini biar aku yang urus"
"Baik bi, terimakasih" ucap Cahya menggoda Devan
"Awas ya kamu nanti"
"Idihhh takut" jawab Cahya makin mengejek, lalu berjalan ke ruang tamu.
"Ya ampun, itu anak makin menggemaskan, semoga aku kuat, apalagi cuma berdua" batin Devan
Saat Devan menyelesaikan cuci piring, ternyata Cahya sedang menyeting ponsel nya untuk bikin vidio tentang oleh-oleh dari Bali.
Cahya sangat serius jadi tidak memperhatikan kalau Devan sudah menyelesaikan tugas dapur nya tadi.
"Ada yang bisa dibantu tidak ayy?"
"Tidak usah terimakasih, tolong jangan banyak bersuara saat nanti aku mulai, aku mau vidio call dulu sama nara sumber untuk tanya jawab"
"Iya ok, aku mau mandi dulu"
__ADS_1
Cahya tidak menjawab karena dia makin serius dengan tugasnya.