
"Pada kemana kok ngga ada orang dirumah" batin mama Cahya sepulang kerja, lalu naik ke atas ke kamar Cahya
"Ayy, kamu lagi apa? tumben pintunya di kunci, Ayy, kamu di dalam tidak?" mama Cahya terus mengetuk pintu kamar Cahya.
"Iya ma" Cahya membuka pintu sambil mengucek matanya
"Kamu tidur? tumben-tumbenan?"
"Iya ma, aku capek banget, tadi belanja bulanan"
"Oh kamu sudah belanja, tadi nya mama pulang awal mau ajak kamu belanja, ya sudah mama turun dulu, kamu mau makan sore pake apa, mama mau pesen makanan"tanya mamanya
"Ayam geprek ma"
"Kamu mandi dulu terus siram tanaman, Devan mana?"
"Tidak tau ma, mungkin dikamarnya"
Saat mama Cahya turun ternyata Devan sudah dihalaman menyiram tanaman kesayangan Cahya.
"Van, kamu dari mana? tadi tante lewat kamu tidak ada disitu?"
"Baru keluar kamar tan, tante kapan pulang?"
"Barusan, langsung ke atas"
"Ayya masih tidur tan?"
"Sudah bangun barusan, lagi mandi,, dia dari tadi tidur memangnya?"
"Iya tan, beres belanja, makan siang langsung tidur"
"Ya sudah tante masuk dulu"
Hari makin sore tapi Cahya belum juga turun,
"Tidak mungkin juga aku ke atas kan"pikir Devan
"Van, Cahya belum turun juga?"
"Belum tan"
Mama Cahya langsung keatas lagi karena dipanggil dari bawah tidak ada jawaban dari Cahya.
"Ayy"
"Iya ma, aku pusing, aku tiduran dulu ya"
"Kenapa badan kamu panas banget"
"Tidak tau ma, mungkin aku kecapean"
"Mau dibawa ke atas kalau nanti makanan nya dateng?"
__ADS_1
"Tidak usah ma, aku tidak pengen makan, nanti kalau mau aku turun ambil sendiri"
"Ya sudah mama turun, kalau butuh apa-apa telfon saja ya kalau males manggil"
Lalu mama Cahya turun kembali kebawah
"Van, makan dulu, ini sudah datang makanan nya"
"Ayya tidak makan tan?"
"Dia sakit, badan nya panas"
"Tadi siang masih baik-baik saja"
"Kayaknya dia kecapean, kemarin baru pergi jauh tadi ditambah belanja banyak"
"Aku anterin makan buat dia ya tan ke atas"
"Dia tidak mau makan katanya, biarkan istirahat dulu saja"
Selesai makan Devan ke kamarnya karena tidak dibolehkan membereskan meja, jadi mama Cahya yang membereskan
"Ayy, kamu kenapa? aku naik ya" Devan mengirim pesan ke Cahya
Lama tak ada balasan, Devan makin khawatir, apa ini karena dia,
"Apa mungkin dia kaget sama yang aku lakukan tadi siang" batin Devan
"Kamu kok sudah simpen nomer aku lagi?" balas Cahya
"Kamu mau makan apa? aku bawakan keatas"
"Tidak usah, aku lagi males makan"
"Maafin aku ya"
"Kenapa?"
"Aku ke atas ya?"
"Jangan"
"Aku janji tidak aneh-aneh"
"Jangan dulu!!"
Tapi Devan lalu ke mama Cahya minta izin untuk melihat Cahya ke atas
"Sebentar saja ya, kasian dia kayaknya kecapean banget, ini sekalian bawakan dia minum kalau ke atas"
Devan lalu naik ke lantai atas, setelah lama pintu di ketuk tapi Cahya tak kunjung keluar, akhirnya Devan memberanikan diri membuka pintu itu, terlihat ada seseorang di balik selimut.
Cahya tiba-tiba melihat Devan masuk kamarnya, ternyata dia tidak tidur, tapi dia mendengar kan musik di telinganya jadi tidak mendengar ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
"Ada apa, kenapa kesini?" kata Cahya lemas karena memang dia lagi sakit, dia berusaha bangun dan duduk karena melihat Devan.
"Kamu kenapa? tadi siang baik-baik saja kan"
"Tadi bangun tidur sudah merasa tidak enak tapi aku nya maksain mandi, abis mandi jadi terasa kedinginan sama pusing"
"Sudah minum obat?"
"Sudah tadi"
"Kamu tiduran lagi saja" Devan mendekat dan memegang kening Cahya, membantunya tiduran lagi dan membenarkan selimutnya.
Devan mengedarkan pandangan matanya ke setiap sudut kamar Cahya,
"Kamar kamu nyaman ya?" ujar Devan
Cahya tak menjawab karena sudah mendengarkan musik lagi jadi dia tidak dengar apa-apa, kalau sakit dia pasti mendengarkan musik yang dia suka, bisa sedikit mengalihkan rasa sakitnya, itu yang dia rasakan selama ini.
Devan melihat-lihat meja belajar Cahya yang dipenuhi buku pelajaran lalu tanpa sengaja dia melihat sesuatu di pojok meja.
Devan mendekati Cahya, membuka headset yang sedang dia pakai, headset berwarna pink dan berbulu,
"Ini apa ayy?"
Cahya kaget dan langsung merebutnya
"Aww" teriaknya
Kepalanya makin sakit karena gerakan yang tiba-tiba
"Maafin aku" kata Devan sambil memegang kening Cahya yang langsung ditepis lagi oleh Cahya, dia manyun karena ngambek.
"Kenapa sih jail amat?"
"Bukan begitu maksud aku, aku cuma tanya"
"Sudah kamu keluar sana" usir Cahya
Tiba-tiba
Cuupp
Devan mencium kening Cahya, lalu berbisik
"Cepat sembuh istriku sayang"
Cahya membeku dan tak membalas apapun, lalu Devan mengambil barang yang dipegang Cahya dan mengembalikan ke tempatnya, itu adalah figura yang isinya foto mereka yang di edit seolah sedang bersama yang dulu Devan pernah mengambil juga dari ponsel Cahya, ternyata di cetak sama Cahya dan dijadikan hiasan meja belajarnya.
Cahya malu dan menutup wajahnya dengan selimut.
Devan mendekat lagi dan kembali berbisik,
"Ingat ya, hanya aku pria yang boleh masuk kamar kamu" Devan kembali mencium kening Cahya walau terhalang selimut
__ADS_1
"Istirahatlah, cepet sembuh sayang ku"