Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Kamu Dimana Ayy??


__ADS_3

Devan terus mencari Cahya, tapi pada akhirnya dia kebingungan sendiri karena sama sekali tidak ada jejak, dia lalu berhenti di pinggir jalan dan kembali membuka ponsel Cahya untuk mencari petunjuk.


Nihil, didalam ponsel itu sebagian besar hanya untuk pelajaran, Devan melihat galeri foto nya, isinya foto tugas sekolah dan sebagian foto selfi Cahya, saat dia terus memeriksa, Devan menemukan fotonya, foto itu diedit Cahya dan disatukan dengan foto Cahya hingga terlihat seperti mereka sedang berdekatan.


Devan menyadari kalau Cahya juga menyukainya, dia mengirim foto itu ke nomor ponsel nya, lalu kembali lagi melanjutkan perjalanan nya untuk mencari Cahya.


Kring kring kring


Terdengar bunyi telfon masuk ke ponsel Cahya.


"Iya tan" jawab Devan, yang menelepon adalah mamanya Cahya


"Devan, bisa tolong kembalikan ponsel Cahya, tante tunggu secepatnya"


"Tapi tante, boleh aku meminjam nya dulu sampai Ayya ditemukan?"


"Tidak Van, secepatnya bawa kesini"


Mau tidak mau Devan hanya bisa menurut, karena dia tidak mempunyai hak dengan ponsel Cahya, setelah sampai didepan rumah kakek Cahya, Devan bingung melihat dua koper yang sudah siap.


Devan turun dari mobil, mama Cahya keluar dari rumah, dan langsung meminta ponsel Cahya.


"Tante, siapa yang mau berangkat?" tanya Devan

__ADS_1


"Sebentar lagi tante berangkat, sudahi saja pencarian Cahya" ujar mama Cahya yang membuat Devan heran.


"Bagaimana bisa tante,, Ayya belum ditemukan"


"Sudah Dev, Ayya sudah besar, kami sekeluarga menyadari kalau ini sudah menjadi keputusan Cahya, kamu juga melihat sendiri dia pergi dalam keadaan sadar, jadi dia pasti paham yang dia lakukan"


"Tidak bisa seperti itu tante, bagaimana kalau,,"Devan tidak sanggup melanjutkan perkataan nya.


"Sudah Van, lepaskan Ayya dan lupakan dia"


"Tidak tante, apa maksud tante?!" Devan sedikit berteriak, dia tidak menyangka kalau akan menjadi seperti ini.


"Sudahlah Devan, cinta akan menemukan jalan nya, sudah ya, tante berangkat dulu, takut ketinggalan kereta" ujar mama Cahya.


Saat melewati Devan, mama Cahya memegang bahu Devan seolah menguatkan nya.


"Mas, ayo masuk dulu" ajak Giat


"Giat, ayo antarkan aku melapor ke polisi, biar mbak kamu cepat ditemukan" Devan memohon pada Giat


"Tidak mas, kami sudah menerima hal ini, seperti kata mama tadi, mbak sudah besar jadi pasti sadar dan paham apa yang dia lakukan, dia pergi atas kemauan nya sendiri" Giat menjelaskan pada Devan, sebenarnya dihatinya juga tidak tega melihat Devan, tapi bagaimana lagi, itu sudah menjadi keputusan keluarga.


Devan tidak bisa berbuat banyak lagi, dia tidak bisa melaporkan sendiri kekantor polisi kalau keluarga Cahya sendiri sudah seperti itu, dia lalu pergi dari sana dengan penuh rasa kecewa.

__ADS_1


Diperjalanan dia dihadang Wawan dan gerombolan nya, Devan emosi melihat nya, apalagi Wawan yang terus menuduhnya menyembunyikan Cahya.


"Dasar tidak berguna, dia menghilang saat bersamamu!" teriak Devan langsung memukul Wawan.


Perkelahian tidak terhindarkan, Devan babak belur dikeroyok mereka, tentu saja Devan kalah karena dia hanya sendirian, apalagi perasaan nya sedang kacau karena hilang nya Cahya.


Saat dia mulai kehilangan pandangan nya, ada warga yang menolongnya,


"Kamu dimana Ayy?" ucapnya lirih, Devan lalu pingsan.




POV Cahya



Saat dia pergi bersama Wawan yang entah kemana tujuan nya, dia meminta pada Wawan untuk berhenti dan meminta untuk makan lebih dulu.



Wawan menurutinya, mereka memesan makanan, saat menunggu pesanan, Cahya meminta izin pada Wawan untuk ke kamar mandi, tanpa curiga Wawan mengizinkan nya.

__ADS_1



Cahya mencari cara untuk kabur dari sana, dia keluar lewat pintu belakang dan langsung mencegat angkot yang untung saja kebetulan lewat.


__ADS_2