
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
"Hari ini selain acara pelepasan siswa akan ada acara perpisahan salah satu guru kesayangan kita semua, ibu guru yang selama 2 tahun mengajar selalu berdedikasi dan menjadi favoritnya anak murid disini, coba anak-anak tau tidak siapa??"
"Ibu Cahya!"teriak anak-anak
Pembawa acara hari itu mengakhiri acara dengan perpisahan Cahya, karena mulai hari ini Cahya tidak bisa mengajar lagi karena akan ikut suaminya.
Setelah berpamitan kepada semua guru, semua murid dan semua keluarga besar sekolah, Cahya langsung pergi dari desa itu segera setelah acara selesai.
Liburan akhir tahun telah usai, Devan mendaftarkan Rafa ke sekolah SD di dekat komplek rumah kedua orang tuanya, karena seperti rencana Devan, Devan akan keluar negeri untuk memeriksa kondisi rahim Cahya, dan belum bisa dipastikan berapa lama mereka akan berada di luar negeri karena sekalian akan membuka cabang cafe di sana.
"Sepertinya aku lupa belum bertanya, negara mana yang akan kita tuju?"tanya Cahya pada Devan setelah mereka selesai mendapatkan sekolah Rafa
"Kita akan ke Kanada" jawab Devan
"Kenapa sangat jauh, aku pikir hanya negara dekat dari sini"
"Sekalian di rumah sakit terbaik ayy"
"Di negara kita juga banyak Rumah sakit, kenapa harus jauh-jauh?"
"Aku akan membuka cabang Cafe disana, biar sekalian"
Cahya hanya bisa mengikuti apa yang sudah direncanakan suaminya, karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan pernah meninggalkan suaminya lagi.
__ADS_1
Hari dimana Devan dan Cahya harus berangkat ke Kanada telah tiba, mereka berangkat satu minggu setelah Rafa mulai bersekolah, untung saja Rafa mengizinkan dan tidak rewel ataupun menangis, tentu saja karena dia akan dirawat oleh kakek dan neneknya yang sangat menyayangi nya, Cahya juga berjanji pada anaknya kalau mereka akan sering menelepon.
Devan mengajak Cahya untuk sementara tinggal dirumah Renal sebelum dia mencari sebuah apartemen untuk tinggal, rumah Renal minimalis tapi modern membuatnya terlihat sangat nyaman ditinggali.
Malam harinya Cahya bermain bersama anak Renal, setelah mereka selesai makan malam, mereka berbincang dan Renal memberikan alamat rumah sakit terbaik di kota itu, yang pertama dan paling utama bagi Devan dengan kedatangan mereka ke Kanada adalah untuk memeriksa kondisi rahim Cahya baru setelah itu dia memulai bisnis nya bersama Renal.
"Dari pada harus tinggal di apartemen kenapa tidak tinggal disini saja mas?" tanya Renal pada kakaknya
"Tidak, aku akan tetap mencari apartemen, aku tidak mau mengganggu kalian disini" jawab Devan sambil melihat kearah istrinya yang tersenyum ceria pada anak Renal yang terlihat anteng dipangkuan istrinya itu.
Devan mendekati istrinya dan ikut mengajak anak Renal bermain,
"Hubby bisa tolong bantu aku membuat surat pengantar untuk novel baruku?"ujar istri Renal pada suaminya, selama ini dia bekerja sebagai penulis novel yang sudah mempunyai banyak karya, tapi itu saat dia belum menikah dan berada di Semarang.
"Tapi Bahasa Inggris sebagiannya, aku sudah mencoba tapi hasilnya tidak memuaskan" ucap Siti sambil terus mengetik di komputer nya.
"Aku mana bisa, kenapa kamu aneh sekali, aku kan jurusan bisnis bukan Seni" jawab Renal sambil menyeruput kopi.
"Boleh aku mencobanya?" tiba-tiba Cahya ikut masuk dalam obrolan suami istri itu.
"Mbak bisa?"tanya Siti yang langsung melihat kearah Cahya.
"Aku akan mencoba dulu, aku tidak tau bakalan terpakai atau tidak, bolehkah aku mencoba?" jawab Cahya, tentu saja Siti senang, dia langsung menghampiri Cahya dan menggambil anaknya yang dari dipangkuan Cahya.
"Kamu bisa ayy?" tanya Devan
"Seperti yang tadi aku bilang, aku akan mencoba dulu, saat kuliah aku pernah jadi pembaca dan pernah menulis novel online walau hanya sebentar, jadi aku tau sedikit tentang novel" jawab Cahya yang lalu menuju ke komputer Siti, setelah bertanya pada Siti tentang novel genre apa yang ingin dia buat.
__ADS_1
Terlihat Cahya lihai mengetik, dengan sesekali berfikir, Siti lalu duduk di dekat Cahya untuk melihat lebih dekat.
"Mbak dulu baca novel online di platform apa? karena aku aktif juga di menulis di platform online" tanya Siti
"Di Noveltoon" jawab Cahya singkat karena dia masih focus mengetik, tidak lama dia memperlihatkan hasilnya pada Siti, terlihat Siti yang kegirangan karena hasilnya sesuai yang dia harapkan, bahasa yang ditulis Cahya terlihat sangat rapi.
"Mbak bagus sekali, kenapa tidak mencoba untuk menulis lagi?" tanya Siti, tapi pandangan matanya tidak lepas dari komputer nya.
"Tidak ayy, kamu jangan terlalu banyak pikiran, kalau menulis kamu akan terus berfikir, sudah kamu focus dulu pada penyembuhan mu" Devan yang menjawab tidak memberi pilihan apapun pada istrinya selain harus diam menurut pada suaminya.
"Novel genre apa yang mbak suka baca?" tanya Siti kemudian
"Semua genre aku suka baca, apalagi Romance, tapi aku tidak suka yang genrenya terlalu berat, sepertinya mental ku tidak kuat untuk hal seperti itu" jawab Cahya disertai tawa kecil.
Waktu sudah semakin malam, Devan mengajak Cahya untuk beristirahat, mereka tidur dikamar tamu, dan dengan isengnya Devan bertanya pada adiknya,
"Disini kedap suara tidak?
"Kenapa memang?" Renal malah balik bertanya dengan polosnya
"Aku tidak mau suara pertempuran kami mengganggu kalian"Ucap Devan, yang langsung mendapat cubitan dari Cahya
Mendengar itu Renal geram, karena dia mempunyai anak yang masih bayi yang mana masih butuh banyak perhatian ibunya, membuatnya jadi jarang tidur dengan tenang bersama istrinya.
"Aku sumpahi mbak Ayya cepat hamil dan kalian segera punya anak lagi, biar mas tau rasanya punya bayi!" teriak Renal kesal lalu langsung melengos pergi menuju kamarnya sendiri walau tidak lama langsung keluar kamar lagi karena dipanggil istrinya untuk membantu menemani anaknya sebentar, Siti masih berusaha menyimpan semua file tulisannya sebelum mematikan komputer nya karena dia juga akan tidur.
Devan memeluk Cahya, dia tau kalau istrinya kecapean karena lama diperjalanan, dia tidak meminta jatah malam nya dan hanya memeluk Cahya.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun, yang kamu harus lakukan hanya selalu berada di sisiku" ujar Devan
"Kamu akan sangat sibuk dengan pembukaan cafe, tidak bolehkah aku mencari kegiatan agar aku tidak bosan?"
__ADS_1
"Tidak sayang, jangan dulu ya, besok kita akan segera ke dokter jadi untuk saat ini kamu hanya focus untuk kesembuhan mu dan hanya harus menemaniku" Devan mempererat pelukannya untuk menutup pembicaraan mereka dan meminta Cahya untuk segera tidur.