Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 13. Melupakan


__ADS_3

"Assalamualaikum ma" ucap Cahya memasuki rumah dan dia langsung salim ke mama nya


"Sudah sampai, sana mandi terus makan"


"Tidak ma, aku abis mandi mau langsung tidur, tadi sudah makan di kereta, mama buka aja kardusnya ya, disitu ada oleh-oleh dari kakek"


Cahya masuk ke kamarnya, yang dia bilang mau mandi dulu ternyata tidak terjadi karna dia langsung tertidur.


Sore hari menjelang malam dia terbangun, dia lalu mandi dan ke dapur cari makanan, lalu makan sambil mengecek ponselnya


"Ayy, kamu udah sampe?" pesan dari Devan


"Ayya, kenapa kamu tidak bilang kalau berangkat subuh, kenapa tidak pamit ke aku? kamu bilang mau siang" dari Wati


"Cahya, maafin semua kesalahan aku dulu ya" dari Wawan


Dia hanya membalas pesan Devan


"Sdah dari tadi"


tiba-tiba telfon langsung berdering


"Kenapa?"


"Kok baru bales, kenapa lama nyampai nya?"


"Sudah tadi tapi aku langsung tidur"


"Kirain kenapa"


"Sudah ya, aku mau makan dulu" tutup Cahya


"Nanti aku telfon lagi,, bye ayyyy anggg"


tut tut tut,


Devan langsung mematikan telfon.

__ADS_1


"Kenapa itu orang makin seneng bercanda, apa dia pikir itu lucu bercanda begitu, kalau aku baper gimana" pikir Cahya


Wati juga menelfon tapi dia tolak


"Tunggu dulu ya wati, aku mau makan dulu, aku capek sama laper banget" dia membalas dengan pesan


Sebenernya dia males saja mengobrol dengan Wati, males kalau yang diomongin tentang Wawan, walau tau hal yang sebenernya, tetap saja rasa takut dan benci kepada nya akan susah menghilang.


"Ayyy,, sudah selesai makan?" pesan dari Devan


Siapa lagi kalau bukan Devan


"Belum, aku tiba-tiba males makan nasi tapi pengen makan orang"


"Beneran?"


"Iya"


"Ya sudah, aku berangkat kesana sekarang ya, aku rela kok dimakan kamu" ☺️


"Yang bercanda siapa, akan tiba saatnya aku memakan mu dan kamu boleh memakan aku, hehe"


"Apa sih tidak jelas"


Cahya meninggalkan ponselnya untuk mencuci tangan dan piring, saat melihat ponselnya kembali sudah banyak pesan, dia mulai malas karena harus memikirkan tugas sekolahnya, sudah bukan rahasia lagi setiap liburan pasti para guru akan memberikan tugas yang sangat banyak seolah tidak ikhlas kalau muridnya bersantai, dia baru mengerjakan sebagian.


Cahya menyelesaikan tugasnya tepat sebelum memulai sekolah kembali, dan Cahya tidak pernah membalas lagi pesan-pesan itu, dia terlalu sibuk, yang lebih pasti untuk semua pesan Devan sengaja tidak dia balas, dia tidak mau baper dan terbawa perasaan, dia berfikir tidak mungkin Devan menyukainya beneran, pasti dia hanya bercanda, jadi Cahya menghindari nya, takut nantinya dia akan tersakiti.


Waktu terus berlalu, Cahya kembali ke rutinitas nya, sekolah dan belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah karna mama nya harus bekerja, berangkat pagi pulang sore


Saat itu hari minggu dan kebetulan mama Cahya libur, dia melihat kalau ponsel Cahya ada yang menelfon, lalu diangkat.


"Ayy, kenapa tidak pernah angkat telfon aku, chat aku tidak dibalas, salah aku apa?"


"Maaf ini siapa ya?" tanya mama Cahya


"Maaf, kirain Cahya, ini Devan tan"

__ADS_1


"Cahya lagi menyiram tanaman, apa mau dipanggilkan?"


"Tidak usah tante, oh iya tan, masih inget aku tidak tan?"


"Aku Devan temen Cahya waktu kecil, rumahnya di atas, aku anak pak Rudi"


"Devan, apa kabar? bukan nya kamu di Lampung?"


"Iya tan, sekarang sudah pada kembali ke kampung, tinggal di sini lagi"


"Semuanya?"


"Iya semua tan"


"Mama kamu sehat?" belum sempet dijawab tiba-tiba,


"Mama,, ponsel aku mana?" tiba-tiba Cahya datang


"Ini Devan lagi telfon" sambil disodorkan ponselnya ke arah Cahya


"Mama, kenapa di angkat, ya sudah mama saja yang ngobrol sendiri" Cahya lalu pergi ke kamarnya.


"Devan, sudah dulu ya, sepertinya ayya nya marah"


"Iya tan, sudah lama ayya tidak mau angkat telfon dari aku"


"Biasalah, kayaknya lagi kedatangan tamu bulanan jadi gampang ngambek, ya sudah ya, Assalamualaikum"


"Waalaikum salam tan"


Mama Cahya memasuki kamar Cahya, lalu memberikan ponselnya


"Kenapa tidak jawab telfon Devan? kalian dulu akrab banget lho"


"Sudah ma, tidak usah dibahas"


Melihat anak nya seperti itu, mamahnya tidak memperpanjang lagi, dan langsung keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2