Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Diculik


__ADS_3

"Ayya, Habib kecelakaan, cepatlah kamu kembali ke Jogja, tidak ingatkah kamu saat dia melindungi mu, dia bahkan mengaku telah menikah dengan mu hanya karena ingin menjaga nama baik mu" pagi itu Cahya mendapat pesan dari Tuti


"Tapi bagaimana, aku bersama Devan, tidak mungkin dia mengizinkanku kesana" balas Cahya


"Itu terserah kamu bagaimana mengaturnya, aku hanya memberi kabar ini, Habib kecelakaan di hari kamu kembali ke Bandung, dia memberi tau keberadaan kamu di Bandung ke Devan, dia mungkin menyesal dan jadi tidak focus saat mengendarai motor saat pulang kuliah, andai dia tidak memberi tau Devan, mungkin dia bisa bersamamu, sekarang dia dalam kondisi koma"


Cahya bingung harus bagaimana, kalau memberitahu Devan dia pasti tidak di izinkan ke Jogja, tapi Cahya juga mengingat semua kebaikan Habib padanya.


"Van, aku mau ke Jogja sebentar, kamu jangan marah ya, aku mau menjenguk Habib, dia kecelakaan dan sekarang koma dirumah sakit"


"Tidak, kamu tidak boleh kesana" jawab Devan


"Jangan begitu, dia banyak membantu dan melindungi ku selama ini, aku sudah anggap dia kakak dan sahabat aku, kamu bisa temani aku kesana"


"Ayy, pernikahan kita sebentar lagi, kita bahkan belum mempersiapkan apapun disini"


"Sebentar saja, hanya memberinya support agar dia cepat sembuh, kamu percaya kan sama aku? apalagi yang kamu ragukan, aku sudah sepenuhnya milikmu"


Devan masih ragu tapi karena Cahya terus meyakinkan nya, akhirnya mereka berangkat ke Jogja.


Mereka lalu menuju Rumah Sakit tempat Habib dirawat, hanya boleh satu orang yang masuk ruangan, Cahya meyakinkan Devan, kalau dia akan baik-baik saja, dan bisa menunggu di luar, Cahya berjanji tidak akan lama.


Terlihat Habib yang masih koma, Cahya mendekatinya lalu menyapanya


"Hai Habib, kamu pasti capek ya sampai tertidur lama, cepat bangun, nanti aku bikinin lagi nasi goreng buatan ku, katanya waktu itu kamu minta aku buatkan lagi, aku janji akan buatkan, tapi kamu cepat bangun"

__ADS_1


Cahya meneteskan air mata melihat kondisi Habib, orang yang selalu membantunya dan sangat tulus padanya.


Cahya keluar ruangan, disana ada nenek nya Habib juga, Cahya lalu memberi salam pada neneknya Habib


"Apa kabar nek, maaf baru sempat menjenguk Habib sekarang" ucap Cahya


"Tidak apa-apa, sekarang kalian boleh pergi" jawab nenek Habib dingin


Devan lalu membawa Cahya pergi, sebelum pulang lagi ke Bandung mereka akan istirahat dulu di rumah Devan, mereka lalu berhenti di sebuah warung makan karena mereka tadi langsung ke Rumah sakit, tapi saat mereka turun dari mobil, Cahya langsung di tangkap dan dimasukkan ke dalam mobil yang langsung membawanya pergi, Devan yang berusaha menolong di pukuli oleh preman yang sepertinya komplotan penculik Cahya.


Devan lalu ditinggal kabur oleh komplotan itu saat banyak orang mendekat, Devan langsung masuk mobilnya berusaha mengejar cahya.


Devan kehilangan jejak karena memang jeda waktu saat dia dipukuli, mobil yang membawa Cahya bisa berbelok ke arah manapun.


Devan langsung menghubungi ayahnya, dan tentu saja ayahnya tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan seluruh orang suruhan nya,


Pov Cahya


Cahya dimasukkan ke dalam mobil, dia teriak memanggil Devan tapi terlihat Devan yang dipukuli sekelompok preman, Cahya menangis dia sangat ketakutan


"Kalian mau apa!" teriak Cahya


Saat dia memperhatikan sekeliling ternyata mereka adalah polwan


"Maaf nona, tolong tenang, kami tidak akan melukai nona, tolong kerjasamanya"

__ADS_1


Cahya dibawa ke sebuah villa, dan yang membuat Cahya kaget, disana ada nenek Habib yang seperti sudah menunggunya.


"Jangan takut Ayya, disini ada nenek, kamu tidak boleh tertekan, kasian bayi Habib, kita harus menjaganya dengan baik sampai Habib sadar dari komanya, dan berita bagus, tadi Habib sudah menggerakkan tangan nya setelah kamu menjenguknya, sepertinya memang kamu yang dia tunggu" ujar nenek Habib


"Tapi nek, ini bukan bayi Habib, ini bayi,,"


Belum juga Cahya menyelesaikan ucapan nya, nenek Habib sudah berteriak


"Kalau aku bilang bayi Habib ya bayi Habib!"


Cahya semakin ketakutan, lalu nenek Habib mendekatinya dan mengelus perutnya, Cahya menghindar, untung nenek Habib tidak memaksa untuk tetap mengelus perutnya


"Antar nona Ayya ke kamarnya, berikan apapun yang dia butuhkan, jangan sampai dia merasa tidak senang" perintah nenek Devan pada polwan atau mungkin ajudan nya yang tadi menculik Cahya.


"Nenek, ini tidak benar nek, aku tidak ada hubungan apapun dengan Habib, kami hanya berteman!" teriak Cahya


"Apapun yang cucu tersayang nenek inginkan, apapun itu harus dia dapatkan"


Cahya tidak bisa menjawab apapun lagi.


Cahya lalu dibawa ke sebuah kamar besar, terlihat sangat megah dan mewah, ada foto keluarga Habib yang ternyata kebanyakan anggota polisi, dan di meja itu terlihat foto nya bersama Habib, sepertinya itu diambil saat acara ospek dulu


Flashback


Saat itu hari terakhir ospek, mereka diminta mencari pasangan untuk game, terlihat Cahya yang hanya diam, sepertinya dia anak yang sangat pemalu, Habib mendekatinya dan mengajak Cahya menjadi pasangan nya untuk game terakhir itu.

__ADS_1


Sepertinya Cahya senang karena ada yang mengajaknya, dia lalu tersenyum manis pada Habib, Game itu adalah game bertahan di alam, yang dimana Habib terus membantu dan melindungi Cahya.


Mereka menang lalu mereka berfoto bersama.


__ADS_2