Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Tak Sanggup Lagi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komen nya temen-temen


💙💙💙👍👍👍👍🤗🤗🤗




Suatu hari Giat menelfon


"Mbak sudah pulang sekolah?"


"Ada apa, bukan nya salam dulu, kamu tidak sopan"


"Iya maaf, hehe"


"Ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, ini ada yang mau ngomong sama mbak"



"Ayyy" terdengar sebuah suara yang selama ini dihindari nya


"Tolong jangan dimatikan!!" ucap Devan berteriak


"Mau apa, tidak ada yang penting, sudah dulu ya"


"Aku tidak bisa lagi"


"Tidak bisa apa?"


"Kenapa kamu menghindari ku?"


"Aku tidak menghindari mu, aku hanya sibuk banyak tugas sekolah"


"Aku boleh main kesana?"


"Tidak usah, mau apa disini juga"


"Aku mau kerja ke Jakarta, aku mau mampir kesitu dulu ya?"


"Tidak usah,, ya sudah ya, Assalamualaikum"


Cahya mematikan telfonnya.

__ADS_1



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹



Waktu terus berlalu, saat itu Cahya izin pulang terlambat pada mamanya karena ada ekskul Basket yang dia ikuti, dan dia pulang sudah hampir sore, dia melihat lampu sudah menyala semua, berarti mama nya sudah pulang kerja, tapi aneh nya kenapa ada sepatu lelaki, apa mama nya sudah punya pacar baru pikirnya,


lalu seperti biasa dia mengucapkan salam sebelum masuk kedalam rumah,



"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab seseorang yang selama ini coba dia lupakan,


"Apa kabar Ayy" sapa nya sambil tersenyum


Cahya tidak menjawab dan langsung berjalan ke dapur mencari mama nya,


"Mama kenapa ada dia? dia tau dari mana alamat sini? kenapa disuruh masuk"



"Tidak mau" ucap nya sambil berjalan ke kamarnya



"Kenapa ini anak jadi galak begini" pikir mama nya



"Devan maaf ya, Cahya sepertinya capek"


"Tidak apa-apa tan, dia baru pulang, pasti capek, maaf ya tan, jadi mengganggu dan merepotkan tante"


"Tidak apa-apa, santai saja, besok hari sabtu Cahya biasanya masih ada tugas sekolah, nanti hari minggu biar di ajak Cahya main, sekarang tante mau ke RT dulu, membuat laporan dulu, takut nya nanti kamu di gerebek sama Cahya"


"Tidak apa-apa tan aku di gerebek sama Cahya, biar cepat" canda Devan


"Husstt,, tidak boleh begitu"


"Maaf tan bercanda"


__ADS_1


Setelah mama Cahya pergi, Devan menelfon Cahya tapi tentu tidak diangkat, dia khawatir Cahya kelaparan karena pulang sekolah langsung masuk kamar karena ada dia.



Padahal dikamar Cahya ada banyak cemilan, ya cuma dari tadi Cahya bingung mau ke luar kamar untuk menyiram tanaman nya.



"Sudahlah, anggap saja dia tidak ada, ini kan rumah ku, kenapa jadi aku yang terkurung di kamar" pikirnya



Dia keluar untuk ke kamar mandi, setelah mandi langsung ke teras, seperti biasa, tugas dia adalah menyiram tanaman, tidak memperdulikan Devan yang ada di ruang tamu.



Tidak lama mama nya pulang


"Ayya, Devan sudah disuruh makan?"


"Kenapa juga aku menyuruh dia makan, dia kan bukan anak aku"


"Tapi kan calon suami kamu, haha"


"Apa sih ma, tidak lucu"



Mamahnya masuk ke dalam, lalu menyuruh Devan untuk makan,


"Nanti tan, aku nunggu Ayya"


"Tidak usah nunggu dia, palingan juga sebelum pulang tadi dia sudah makan bakso di kantin, pulang langsung ngemil, dia kalau lapar cari sendiri nanti malam, dia kayak kucing"



Devan ke teras, dia melihat Cahya yang lagi tersenyum memperhatikan bunga sambil menyiramnya


"Sangat cantik ya?" seru Devan, tanpa sadar Cahya menoleh masih dengan senyuman nya, tapi langsung hilang senyuman itu, berganti dengan perasaan sesak di dada, dia tidak tau kenapa, dia berusaha keras melupakan cowok ini tapi malah dia sekarang ada di depan mata.



"Tapi lebih cantik kamu,, ayo Ayy kita makan dulu"


"Duluan saja, aku belum lapar" jawab Cahya

__ADS_1


__ADS_2