
Malam ini Cahya bersiap tidur lebih awal, dia kecapean karena siangnya banyak berjalan,
"Giat, aku mau tidur dulu, kamu juga cepet tidur, besok pagi kita pulang ke kakek K"
"Ini game nya tidak akan dikembalikan mba?"
"Tidak usah, kata kamu kakek yang mau mengembalikan?"
"Tapi masa pergi begitu saja, tidak sopan"
"Sana kembalikan sendiri, kan kamu yang main, sudah sana aku mengantuk mau tidur"
Giat lalu keluar mencari kakeknya
"Paman, lihat kakek tidak?"
"Ada di ruang tamu kayaknya tadi ada tamu yang dateng" jawab pamannya, Giat langsung ke ruang tamu mencari kakeknya.
"Eh ada mas Devan, ucap giat saat sampai ke ruang tamu, dia tidak tau kalau ternyata tamunya adalah Devan.
"Giat, panggil mbak kamu, ini ada teman nya" suruh kakek nya
"Mbak sudah tidur kek barusan, takutnya dia jadi singa kalau aku bangunkan"
"Jam segini sudah tidur, dasar anak kota, tidak biasa jalan kaki, jadi kecapean habis jalan muter-muter ke tetangga dan saudara"
"Mbak Ayya memang biasa tidur awal, jam 8 dia pasti sudah tidur, apalagi sekarang tambah kecapean juga"
"Iya juga, dia sebelum subuh pasti sudah bangun, pasti karena tidur awal-awal"
Ada sedikit rasa kecewa di wajah Devan mendengarnya,
"Mas Devan, game nya aku ambil dulu ya" kata Giat
"Iya" jawabnya singkat
__ADS_1
"Devan, kakek pamit ya, mau ada perlu dulu, kamu ditemenin Giat ya" pamit kakek
"Iya kek, hati-hati dijalan"
Tidak lama kemudian Giat datang membawa semua game
"Giat, boleh minta nomor ponsel kakak mu?"
"Aku tidak boleh kasih nomor dia ke sembarang orang mas, aku pernah janji"
"Begini,, aku kasih semua game ini untuk kamu, aku tidak akan bilang kalau kamu yang kasih nomornya"
"Tapi mas, dia pasti tahu itu dari aku, apalagi kalau aku bawa pulang semua game ini, dia pasti curiga, ya sudah aku kasih nomor ponselnya karena kemarin mas Devan sudah kasih pinjam game, tapi jangan bilang dari aku, tapi aku juga tidak mau semua game ini, aku sudah dibeliin kakek PS 5, takutnya nanti kakek K marah kalau aku pulang bawa banyak game"
"Makasih ya, adik ku yang paling ganteng"
Giat merasa heran, dan melihat ke arah Devan
"Maksudnya giat baik dan ganteng"
"Tidak tahu mas, aku ikut saja, tapi kayaknya sekitar jam 10 pagi"
"Naik apa?"
"Biasanya naik angkot"
"Besok aku antarkan pulang, aku tunggu di tempat biasa kamu menunggu angkot"
"Tapi kalau mbak tidak mau bagaimana?"
"Sudah tenang saja, kamu cukup langsung naik ke mobil aku, dia kan tidak mungkin membiarkan kamu sendiri"
"Iya juga ya"
"Sekarang kamu tidur biar kamu tidak kesiangan bangun nya"
__ADS_1
"Iya mas, ini jangan lupa mainan nya dibawa"
"Kamu beneran tidak mau?"
"Tidak mas, dari pada aku digantung sama kakek"
"Hahaha, oke lah kalau begitu, aku bawa lagi ya, jangan lupa ya besok, assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Keesokan harinya, Giat bangun langsung mandi, sementara kakaknya sudah bangun dan sedang membantu para bibi memasak, saat selesai Cahya pun langsung mandi untuk bersiap pulang.
"Ayya, giat,, ayo makan dulu sebelum pulang"
"Aku tidak akan makan kek, tadi sudah ngopi, nanti aku pengen beli baso di pinggir jalan sebelum masuk perempatan jalan menuju rumah ada warung bakso baru"
"Kamu mau naik apa pulang nya?"
"Aku pesen ojek online saja kek, pagi-pagi agak susah angkot, nanti dari warung bakso baru lanjut perjalanan naik angkot"
"Ya sudah hati-hati ya"
"Iya kek, pamit ya kek" ucap cahya
dia dan adiknya salim ke kakek dan semua paman serta bibi, disaat seperti ini mereka pasti panen angpau lebaran.
"Ayya, nanti masih kesini lagi tidak sebelum pulang lagi ke Bandung?"
"Sepertinya tidak kek, soalnya tinggal 3 hari lagi, aku belum main sama temen aku di sana kek, kita mau pergi ke pantai"
"Ya sudah hati-hati nanti di keretanya ya"
"Iya kek, assalamualaikum"
"Waalaikum salam" balas kakek.
__ADS_1