
Cukup lama sampai Cahya keluar untuk mengambil makanan itu karena dia takut Devan masih diluar, dia mengambil bukan karena lapar, karena rasa laparnya sudah hilang berganti dengan rasa sakit di dada karena sangat berdebar, dia hanya tidak mau pagi-pagi kalau mamanya bangun lebih awal akan melihat ada piring di depan kamar, nantinya akan repot menjelaskan nya.
Cahya tidak bisa tidur lagi, dia tidak tahu harus apa, yang dia pikir Devan hanya selalu bercanda menggoda nya selama ini, sampai saat menjelang pagi Cahya baru ketiduran.
"Tante, aku berangkat dulu ya"pamit Devan
"Maaf ya Cahya masih tidur, padahal tidak biasanya dia bangun siang, apa perlu tante bangun kan?"
"Tidak apa-apa tan, jangan di bangunkan, kasian mungkin dia capek"
"Nanti kapan-kapan mampir kesini lagi ya"
"Iya tan, terimakasih tan, pamit dulu ya, "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, hati-hati ya"
Tidak lama setelah Devan berangkat, datanglah teman-teman Cahya yang mau belajar kelompok, waktunya dimajukan karena siang mau pada ada acara.
"Assalamualaikum tan, Cahya nya ada? dari tadi di chat sama telfon tidak bisa tan"
"Waalaikumsalam, iya sini masuk dulu, Cahya belum bangun, sepertinya dia kecapean, sebentar ya tante bangun kan, kalian duduk saja dulu"
"Baik tan, terimakasih"
Cahya kaget setelah dibangun kan, yang dia tanyakan pertama, Devan sudah berangkat apa belum, dia sedikit lega karena kalau bertemu sekarang dia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
"Teman-teman maaf aku baru bangun, aku mandi dulu ya bentar"
"Iya, santai saja"jawab teman-temannya.
Kerja kelompok sudah selesai dan teman nya sudah pada pulang, Cahya lalu melihat ponselnya, banyak chat dari Devan, yang terakhir dia mengirim foto selfi saat di perjalanan,
"Capek" tertulis di keterangan foto itu
"Ayy, kamu belum bangun juga?" lanjut chat Devan
Cahya pun mengirim foto selfi nya tapi wajahnya tertutupi buku pelajaran
"Aku sudah bangun dari tadi, ini baru selesai belajar kelompok" di keterangan fotonya
"Jangan ditutupin mukanya, aku kangen"
"Sudah dulu ya"
"Jangan dulu off,, iya maaf aku tidak akan bercanda lagi, tadi belajarnya ada temen cowok?"tanya Devan mulai posesif
"Cowok semua"jawab Cahya
"Apa?!!"
"Kenapa memang? tidak boleh?"
"Boleh kok, kan cuma belajar"
"Tidak ada cowoknya, kan aku sekolahnya kebanyakan cewek, SMK jurusan perdagangan, yang nantinya jadi pramuniaga"
"Pinter pilih sekolahnya"
"Pinter dari mana, itu juga terpaksa, pengen negeri tidak keterima, karena aku nya pendek"
"Hahaha" emoticon ketawa ngakak dari Devan
"Ayya, tentang yang semalam"
__ADS_1
"Sudah dulu ya, aku mau beresin rumah, takut tidak keburu soalnya besok kan sekolah, bye" pungkas Cahya di akhir chat nya, belum mau membahas tentang pernyataan cinta Devan.
Seperti biasa, tiap hari minggu Cahya selalu membersihkan rumah, karena hari biasa dia sibuk sekolah dan mama nya juga sibuk bekerja.
Saat itu terlihat di ponsel cahya ada pesan masuk dari nomer baru
"Cahya, apa kabar? ini nomer aku ya" dari
Wawan, tapi tidak Cahya balas.
Hari sudah sore saat Cahya menyelesaikan tugas rumah nya.
"Ayya, besok pagi mama libur jadi tidak perlu membuat bekal untuk mama ke kantor,, mama mau ada arisan sama teman-teman mama"
"Kok hari senin ma, memangnya boleh ya libur di hari senin?"
" Mama ambil jatah cuti tahunan"
"Kenapa ma, padahal ambil nanti tahun baru, biar kita bisa mudik, Giat kangen sama mama, kakek juga"
"Cuma diambil sehari, kamu tenang saja"
"Bukan begitu ma, nanti tidak jadi lagi mudik bagaimana?"
"Kamu saja sendiri kan sudah bisa, sudah dulu ya mama mau mandi"
Saat tau pengirimnya, dia tidak segera menjawabnya.
"Ayy, kamu lagi apa, besok aku mulai kerja tapi aku sudah merasa tidak betah" chat Devan
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa hanya merasa tidak betah, kamu lagi apa?
"Baru beres menyelesaikan kerjaan rumah"
"Bisa tidak kamu memulai pembicaraan, kamu bisa tanya aku apapun, jangan hanya menjawab pertanyaan ku"
"Sejak kapan kamu suka sama aku,, bukan kah kita lama tidak bertemu, kenapa langsung suka baru berapa kali ketemu" tanya Cahya
"Apa kamu tidak pernah dengar cerita tentang cinta pada pandangan pertama?"
"Tidak usah ngaco"
"Kenapa ngaco, aku lihat foto kamu, aku langsung suka"
"Tapi pas silaturahmi kenapa kamu sangat akrab sama cewek-cewek itu kalau kamu sudah menyukaiku"
__ADS_1
"Sebelum nya kamu duluan yang dapat salam dari cowok itu"
"Cowok yang mana?"
"Waktu kamu di bisikin sama Tina"
"Tapi kan itu bukan salah aku"
"Tetap saja aku tidak suka"
Cahya tidak memperpanjang lagi dia lalu menanyakan hal lain,
"Mau mudik tidak nanti tahun baru?"
"Memang kamu mau mudik?"
"Giat minta aku pulang"
"Bisa tidak kalau kamu jangan mudik, soalnya aku baru kerja, masa sudah mau cuti lagi"
"Itu sih kamu, aku bisa mudik sendiri"
"Kamu mau temuin cowok yang waktu itu ketemu di pantai ya?"
"Tidak niat tapi kalau tidak sengaja bertemu ya tidak apa-apa"
"Awas saja kalau berani, Ayya, bisakah kamu menjawab ku sekarang?"
"Sebentar, aku dipanggil mama"Cahya menghindari pertanyaan itu, dia belum siap, walau dia sudah ada rasa tapi dia belum yakin.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Flashback
Devan yang lebih dulu pulang kampung setelah merantau ke Lampung, hari itu dia berjalan-jalan di desa, tanpa sengaja dia bertemu bibi nya Cahya
"Devan? kamu sudah besar, kapan kamu mudik?,, ini aku bibinya Cahya"
"Oh iya bi, apa kabar?" jawab Devan
"Aku sudah ada sekitar sebulan pulang kampung" tambahnya
"Sebentar lagi Ayya juga pulang, biasanya dia mudik tiap mau lebaran, kamu masih ingat dia kan?"
"Samar-samar bi" Devan tertawa canggung
"Dia juga sudah besar, kamu mau lihat fotonya sekarang?"
"Iya bi boleh" tidak mungkin juga Devan menolak nanti bisa bikin orang tersinggung
"Ini fotonya" ujar bibi Cahya menunjukkan sebuah foto.
Terlihat foto seorang gadis manis tersenyum ke kamera sambil memegang bunga mawar.
__ADS_1
Entah kenapa Devan terpaku lama melihatnya.