
"Tante, aku mau melamar Cahya dan secepatnya menikahinya"
Devan mengutarakan keinginannya saat mereka sedang sarapan.
"Apa kamu lupa kalau dia masih sekolah, biarkan dia focus dulu sama sekolahnya"
"Tapi tante, sekolahnya kan tinggal sebentar lagi"
"Biar kan dia focus dulu menghadapi ujian nya, tante berangkat dulu, jangan lupa kasih Cahya bubur dan minum obat, diperjalanan tante akan menelfon guru nya minta izin untuk tidak masuk sekolah" ujar mama Cahya terburu-buru karena hampir terlambat.
Devan kecewa tapi memang benar, Cahya harus focus menghadapi ujian sekolahnya, apalagi waktunya tinggal sebentar lagi, dia tidak boleh egois.
Devan ke atas, tanpa mengetuk pintu dia masuk kamar Cahya, terlihat Cahya masih tidur, dia meletakkan bubur yang dia bawa di meja.
"Ayy, bangun dulu, makan buburnya terus minum obat"
"Jam berapa ini? aku harus sekolah"
"Kamu istirahat dulu, tadi tante sudah minta izin ke guru kamu"
"Mama sudah berangkat kerja?"
__ADS_1
"Sudah tadi , ini sudah hampir jam 8 makanya aku bangunin kamu, harus tepat waktu minum obat, ayo bangun dulu sebentar"
"Aku bisa sendiri" kata Cahya saat Devan mau menyuapinya
Selesai makan dan minum obat, dia pelan-pelan turun dari ranjang tempat tidur nya menuju meja belajar dan mengambil sebuah buku, memfoto nya lalu dia kirimkan ke guru nya bersama Vidio yang kemarin dia buat, karena tugas itu harus dikumpul kan sekarang.
"Sudah ayy, istirahat dulu saja"
"Iya, ini cuma kirim foto tugas yang sudah aku kerjakan kemarin"
Cahya lalu kembali ke kasurnya saat sudah selesai, dan duduk bersandar di tembok ranjang nya,, dia memeriksa ponselnya, Devan sudah ada di sebelahnya
"Kamu mau apa, menjauh dariku, sana kamu keluar"
"Aku akan berangkat nanti sore ke Bali saat tante pulang kerja, kamu cepat sembuh ya, maaf tidak menunggumu sembuh dulu"
"Kenapa buru-buru?"
"Aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi kalau berada di dekat mu"
"Kenapa? apa kamu tidak menyukai ku lagi?"
__ADS_1
"Karena aku sangat menyukaimu, aku tak akan bisa bertahan lebih lama disini"
Cahya masih bingung apa maksud Devan
"Sudah ayy, kamu istirahat lagi biar cepet pulih"
Devan membantu Cahya tiduran, dan membetulkan selimutnya, dia sedikit menunduk, mereka berpandangan.
Devan langsung mencium Cahya, Cahya kaget dan berusaha mendorong Devan dengan tangan nya, tapi Devan lebih kuat, dia memegangi tangan Cahya, saat Cahya mulai tenang, dia memperdalam ciuman itu, mereka belum paham harus bagaimana, mereka hanya dikuasai perasaan, terutama Devan yang sudah lebih dewasa dan memang selama ini sangat merindukan Cahya.
Cukup lama mereka berciuman, dan karena terlalu terbawa perasaan, tangan Devan mulai masuk ke baju Cahya.
Cahya tersentak kaget dan langsung mendorong Devan sekuat tenaga
Mereka mengatur nafas, Devan mendekatkan wajahnya ke wajah Cahya lagi
"Cepet sembuh, secepatnya aku akan kesini lagi menjemputmu, agar kamu ada di sisiku selamanya"
Devan membetulkan selimut Cahya lalu dia keluar kamar, dia takut tidak bisa mengontrol dirinya lagi.
Cahya masih membeku, lalu menutup wajahnya dengan selimut.
__ADS_1
Devan ke kamarnya dan membereskan semua pakaiannya, agar nanti saat mama Cahya pulang, dia bisa langsung berangkat.
Siang nya Devan hanya mengantar makan siang dan obat lalu meletakkan nya di meja belajar Cahya, dan langsung keluar lagi, dia takut tidak bisa menahan diri lagi kalau lama-lama di kamar Cahya.