
Cahya keluar dari kamar setelah berganti baju, dia lalu membuatkan minuman untuk Devan dan Renal yang terlihat sibuk, Renal sedang berusaha mencari pengacara terbaik dan Devan sibuk memeriksa dokumen pembukaan Cafe mereka yang sedang bermasalah.
"Mas, biaya pengacara sangat mahal, apa tidak lebih baik kita bayar saja mereka" ujar Renal
"Tidak Renal, ini tentang harga diri, mereka jelas-jelas yang salah, kenapa mereka membuat laporan palsu? kita bisa menuntut mereka lebih dari mereka menuntut kita" jawab Devan
"Mental pengusaha memang beda, kenapa aku tidak seperti mas Devan ya?" tanya Renal
"Itu karena kamu tidak serius dalam bekerja, mulailah serius, aku hanya membantu mu membuka cafe ini, seterusnya kamu yang bertanggung jawab, jangan sampai aku mendengar kalau kamu mengacaukan nya" ujar Devan lalu meminum kopi yang disuguhkan oleh Cahya, Devan melihat sekitar mencari keberadaan istrinya, dari tadi dia sibuk sampai tidak memperhatikan istrinya.
Devan melihat keberadaan istrinya yang sedang berada di dapur, terdengar Cahya bersenandung pelan sambil sesekali menggoyang kan kepalanya, Devan tersenyum melihat tingkah istrinya, saat Devan kembali menoleh melihat kearah Renal ternyata adiknya itu sedang memperhatikan nya.
"Mbak Ayya imut ya mas, sangat manis sekali" ucap Renal yang langsung mendapat timpukan dari Devan menggunakan kertas-kertas yang ada didepan mereka.
"Jangan suka melihat milik orang lain, kamu sudah mempunyai istri, jangan seperti anak remaja lagi, kenapa kamu begitu berbeda dariku, aku sangat setia tapi mempunyai adik yang sangat mata keranjang"
"Aku tidak begitu mas, aku sudah tobat" jawab Renal mendengar omelan dari kakaknya.
Devan menyelesaikan pekerjaan nya lalu mendekati istrinya yang sedang memasak sambil mendengarkan musik dari heanseat, Cahya tidak tau kalau suaminya dari tadi memperhatikan nya.
"Sayang, kamu mengagetkan ku!" pekik Cahya saat menoleh dan sudah ada Devan dibelakang nya, Devan mendekati istrinya dan langsung menciumnya, Cahya mendorong suaminya menolak ciuman itu karena masih ada Renal.
"Aku akan segera mengusirnya" jawab Devan
"Renal, ayo makan siang bersama, ini masakan nya sudah matang semua!" panggil Cahya pada adik iparnya yang membuat Devan menoleh gemas pada istrinya karena dia jadi tidak bisa mengusir adiknya.
__ADS_1
"Baik mbak, memang mbak ini paling the best" jawab Renal lalu mendekat ke arah meja makan.
"Mas, barusan pengacaranya memberi pesan, sore ini meminta bertemu untuk mendiskusikan masalah kita"
ujar Renal setelah melihat pesan di ponselnya.
"Ayy, kamu tidak apa-apa aku tinggal sebentar? atau mau ikut?" tanya Devan
"Aku mau dirumah saja, dari kemarin aku belum menyelesaikan pekerjaan ku, aku mau menyelesaikan nya sekarang"
"Ya sudah, jangan sampai membuka pintu untuk siapapun, wanita gila itu masih berkeliaran, aku takut dia akan menyakitimu"
"Iya aku tau, lagipula aku bisa jaga diri"
Renal tidak langsung pulang karena akan banyak memakan waktu untuk bolak balik, karena nanti sore harus menemani Devan menemui pengacara mereka.
"Sudah sana, kamu teruskan saja pekerjaan mu, ini tidak seberapa, kalau kamu mengerjakan semua pekerjaan, lalu aku harus melakukan apa?" ujar Cahya
"Yang harus kamu lakukan hanya melayaniku di ranjang" bisik Devan
"Aawwwhh!" pekik Devan karena mendapat cubitan dari Cahya, membuat Renal kembali menoleh saat dia hampir sampai di sofa ruang tamu
"Kalian jangan mulai sekarang ya, awas saja kalau berani!" teriak Renal kesal karena kakak nya sudah kumat lagi.
Cahya tersenyum lalu mendorong Devan menjauh darinya, Cahya langsung membereskan meja dan mencuci piring.
__ADS_1
Hari sudah sore, Devan dan Renal berpamitan, Cahya mengantar mereka sampai ke pintu, setelah suaminya berangkat, Cahya langsung menyelesaikan pekerjaannya mengedit naskah novel online, tanpa dia sadari waktu memasuki malam saat dia menyelesaikan pekerjaannya.
Sambil menunggu waktu suaminya pulang, Cahya ingin berolahraga ringan, sudah lama dia tidak berolahraga, sebelum dia menyelesaikan olahraganya ternyata Devan sudah pulang.
"Ayy, apa yang kamu lakukan?" tanya Devan yang melihat istrinya sedang melakukan senam kegel dengan menggoyangkan pinggulnya.
"Kamu sudah pulang? mau langsung makan malam atau mandi dulu?" tanya Cahya
"Aku mau langsung makan kamu" jawab Devan lalu mendekat kearah istrinya yang sangat sexy dengan baju olahraganya yang sangat nge pas di badan nya hingga terlihatlah lekuk tubuh sempurnanya.
"Devan berhenti, aku berkeringat dan bau" ucap Cahya
"Apa ini yang kamu lakukan saat aku tidak dirumah? bagaimana kalau ada yang tiba-tiba masuk?" tanya Devan terus mendekat ke arah Cahya tidak peduli sudah dilarang, dia langsung menuju dada istrinya yang terekspos bagian atasnya.
"Aakkhhh sayang, nanti dulu,, aku mandi dulu!" pekik Cahya mendapat serangan mendadak dari suaminya.
"Aaahhhh" Cahya mendesah saat suaminya membuat tanda merah di dadanya.
"Sayang sudah dulu, aku sangat berkeringat" ucap Cahya lagi yang masih juga tidak didengarkan oleh Devan.
"Pantas kamu begitu nikmat, selalu kencang dan rapet menggigit, ternyata kamu rajin olahraga" ucap Devan.
__ADS_1
Ditempat lain terdengar juga suara rintihan, tetapi tidak terdengar melodi indah bagai rintihan yang keluar dari suara penuh cinta, rintihan yang ini terdengar seperti rintihan kesakitan.
"Kamu berani macam-macam denganku? terimalah akibatnya!" teriak sebuah suara.