Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 37. Wawan


__ADS_3

Flashback


(Saat Cahya, Wawan dan Wati masih SMP)


Hari itu adalah hari dimana Cahya bertanding basket bersama Wati, mereka bertanding dengan kelas lain, sesaat sebelum pertandingan mereka istirahat dulu sambil menunggu waktu pertandingan.


Saat itu terjadi keributan di belakang sekolah, ada anak yang terjatuh karna di bully, dia sengaja di dorong oleh seseorang, tapi karna anak itu juga anak nakal tidak ada yang mau menolong nya.


Cahya mendekatinya dan memberikan tisu untuk membersihkan lukanya, hal itu membuatnya malu tapi juga terharu.


Dari sanalah awal mula Wawan menyukai Cahya.


Pertandingan basket segera dimulai, tim Cahya termasuk kuat dan bisa bertahan tapi semakin lama pertandingan itu semakin kacau karna banyak terjadi pelanggaran.


Cahya di dorong salah satu pemain lawan dan terjatuh yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan, karna kakinya terluka, lalu dia dibawa ke ruang UKS.


Disana dia istirahat sendiri dan tidak lama tertidur, Wawan ternyata ada di sekitar ruangan itu diam-diam mengawasi dan menjaganya, lalu Wati datang setelah pertandingan usai, dia melihat Wawan ada di luar ruangan itu lalu dia menyapanya


"Wan, kamu sedang apa disini?"


"Tidak, aku hanya tidak sengaja lewat?"


"Apa Cahya di dalam?"


"Iya, dia tertidur"


"Dia enak-enakan tidur disini sementara pertandingan kita kalah karena dia"

__ADS_1


"Kenapa karena dia, bukan kan dia terluka karna di dorong? kakinya sakit"


"Itu karena dia lemah"


Lalu suster penjaga UKS datang jadi mereka tidak melanjutkan pembicaraan, Cahya juga sebenarnya mendengar apa yang mereka bicarakan tapi dia hanya diam saja.


Hari terus berganti mereka sekolah seperti biasa, hingga suatu hari ada yang menyatakan perasaan kepada Cahya lewat sebuah surat, dia anak murid kelas sebelah, tapi salahnya surat itu dititipkan kepada Wawan, karena Wawan dan Cahya serta Wati memang berada di daerah yang sama, jadi pengirim surat itu pikir mereka berteman.


Surat itu tidak disampaikan kepada Cahya tapi dia tempel di papan tulis, hingga terjadilah keributan di kelas,


"Serius ini surat buat Cahya? bukan kah dia jelek kenapa ada yang mau dengan nya? ucap seseorang


"Cahya itu jelek tapi centil" balas Wati


karna Wati memang selalu tidak suka dengan Cahya tapi dia selalu berpura-pura menjadi teman nya


"Apa benar begitu Wati, kamu kan tetengga nya, jadi kamu pasti tau?"


"Disekolah dia pendiam ternyata di luar dia seperti itu"


Wawan geram mendengar itu semua dia ingin marah tapi tidak lama Cahya masuk kelas, dia masih belum menyadari keributan karna surat itu,


hingga ada yang memberitahukan nya ada surat untuknya di papan tulis.


"Bikin jelek kelas kita saja, jaga sikap kamu diluar kelas juga" kata mereka


"Kalian tidak boleh jahat sama Cahya" Wati dengan berpura-pura mendekati Cahya dan menghiburnya

__ADS_1


"Itu surat dari anak kelas sebelah untuk kamu"


"Kenapa ada dipapan tulis?"


"Wawan yang meletakkan nya disana"


Cahya lalu melihat ke Wawan,


"Apa maksud kamu? kenapa tidak langsung memberikan nya padaku?"


"Agar kamu sadar diri"


"Maksud kamu apa?"


Wawan tidak membalas, karna maksud dia meletakkan disana memang supaya Cahya malu dan tidak menerima surat itu.


Saat istirahat tiba, Cahya ingin menemui orang yang telah mengirimi dia surat itu, tapi ditengah jalan dia di jegal oleh Wawan yang membuat dia terjatuh.


"Tidak usah kegenitan, sana bersihkan lukamu"


Cahya semakin tidak menyukai Wawan dan membencinya.


Setelah Cahya pergi, lalu Wati datang,


"Apa kamu segitu tidak sukanya sama dia sampai jahat ke dia?"


"Aku menyukainya, aku tidak mau dia bersama yang lain"

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Itulah maksud aku"


__ADS_2