Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Habib VS Devan


__ADS_3

Cahya ikut hiking ke gunung, rencananya mereka akan camping selama 2 malam, rombongan itu sampai ditempat tujuan menjelang malam, Cahya hanya duduk diam bersama para cewek yang lain karena yang memasang tenda adalah para cowok.


Tenda sudah siap, para cewek lalu beristirahat dan berganti pakaian Karena akan ada acara api unggun.


Api unggun sudah siap, lalu semua mengitarinya, seperti biasa pasti ada permainan Truth or Dare, saat itu Cahya mendapat pertanyaan dari Tuti dan dia memilih Truth


"Apa kamu menyukai Habib" tanya Tuti


"Tentu saja, siapa yang tidak menyukainya, dia baik, ganteng dan populer, aku menyukai nya tapi lebih ke aku mengagumi nya sebagai teman" jawab Cahya


Setelah permainan itu selesai, Habib memberikan setangkai bunga mawar untuk Cahya yang membuat semua orang heboh, lalu dia menyanyikan sebuah lagu sambil memainkan gitar.


"Habib, tembak dong Cahya nya" teriak salah satu teman nya, dan Habib dengan gerakan tangan nya pura-pura menembak Cahya.


Cahya hanya berniat bermain, dia pura-pura tertembak dan memegang dadanya lalu tersenyum manis pada Habib, sungguh Habib selalu terpana melihat senyum manis Cahya, tapi dia langsung sadar kalau Cahya hanya bercanda karena dia sudah memiliki Devan.


Saat semua orang makin riuh karena hal itu tiba-tiba ada tangan yang merangkul Cahya dengan posesif.


Cahya kaget dan langsung menghindar lalu dia menoleh untuk melihat yang merangkulnya, yang ternyata itu adalah Devan.


Cahya kaget, tapi karena dia kesal Devan tidak menghubunginya, dia jadi cuekin Devan, dan hal itu tidak luput dari pandangan Habib.


"Ayy, ayo pulang sekarang!" Ajak Devan dengan nada tegas


Cahya diam dan tidak membalas lalu Habib mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Urus saja urusanmu sendiri, dan jangan pernah menggoda istriku" ujar Devan yang seperti nya tadi melihat interaksi Cahya dan Habib.


"Kamu ngomong apa, cepat pergi dari sini" ujar Cahya karena tidak enak dilihat teman-temannya.

__ADS_1


Devan lalu memegangi tangan Cahya, dan menyuruhnya bangun dari sana, karena melihat Cahya yang tidak mau Habib kembali berniat menolongnya.


"Jangan paksa dia kalau memang dia tidak mau"


Devan terpancing emosi dan langsung mendorong Habib, dan Habib pun membalas, untungnya mereka dilerai oleh teman-teman yang lain.


"Cepat pulang Ayya!" teriak Devan, Cahya yang mendengar nya kaget karena Devan terlihat sangat marah, Cahya heran kenapa dia datang-datang marah, harusnya dia yang marah karena Devan tidak memberinya kabar selama seminggu lebih.


Untuk menghindari lebih lama keributan akhirnya Cahya menurut tapi Habib mendekatinya dan memegang tangan nya


"Kamu tidak perlu pulang sekarang kalau kamu tidak mau"


Belum juga Cahya menjawab apapun, Devan makin emosi melihatnya, dan langsung memukul Habib.


Cahya melihat kondisi Habib tapi Devan yang marah tentu makin marah dan menarik Cahya pergi dari sana, saat Habib akan mengejar lagi, dia dihalangi Tuti dan teman-temannya.


"Sudah cukup, kasian Cahya" ucap Tuti


Devan membawa Cahya kerumahnya, dan langsung mengeluarkan semua kekesalan nya


"Kenapa kamu harus meladeni teman pria kamu itu!"


"Meladeni gimana maksudnya? disana banyak orang"


"Bisa tidak kamu jangan melakukan hal yang membahayakan anak kita"


"Bahaya apa maksudnya? dan sudah aku bilang aku tidak hamil, lagi pula kamu apa-apaan, datang marah-marah, dari kemarin tidak memberi kabar dan sekarang tidak memberi penjelasan"


Devan tidak membalas apapun lagi, dia bergetar marah tapi juga tidak tau harus menjawab apa, dan yang dia alami dan lakukan seminggu kemarin sungguh susah untuk dia jelaskan apalagi masalah Wati.

__ADS_1


"Aku hanya berusaha menghibur diri dengan bermain bersama teman-teman, agar tidak terlalu kepikiran" ujar Cahya


Devan lalu mendekati Cahya dan menciumnya kuat, dia menginginkan Cahya, dia ingin meyakinkan diri kalau Cahya hanya miliknya


"Devan,,, lepas!" teriak Cahya saat sadar tangan Devan sudah masuk ke bajunya.


"Kamu sudah berjanji tidak akan melakukan ini lagi sebelum pernikahan" Cahya berusaha mendorong Devan.


Devan berhenti dan memandangi Cahya


"Ayo menikah sekarang juga!"


Devan terlihat sangat marah, insting rasa cinta Cahya muncul, walau dia masih kesal karena Devan tidak memberinya kabar, dia mendekat ke Devan dan memeluknya menenangkan.


Devan membalas pelukan itu, dia juga memeluk Cahya erat, pelukan itu lama sampai Devan tenang.


"Kamu benar tidak ada rasa kan sama teman kamu yang tadi?" bisik Devan


"Kalau aku punya perasaan ke dia, sudah dari dulu sebelum kamu datang ke Jogja aku pasti sudah bersama dia" jawab Cahya


Devan semakin mempererat pelukannya, dia mengajak Cahya ke Jawa untuk melangsungkan pernikahan.


"Keluarga kamu kan lagi dapat musibah, nanti lagi saja, kenapa harus buru-buru" kata Cahya


"Pokoknya harus secepatnya" ucap Devan


Malam itu Cahya minta diantar ke tempat kostnya, dia tidak mau tidur di rumah Devan, walau mereka sudah lamaran dan resmi tunangan.


Devan lalu mengantar Cahya, dia juga sekalian pamit harus kembali ke Jawa, untuk menyelesaikan masalah disana.

__ADS_1


NB: Cahya dan Devan berasal dari Jawa, dan Jogja juga daerah Jawa, tapi asal mereka Jawa nya bukan Jogja tapi Semarang.


__ADS_2