Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Apakah Dia Melupakan ku?


__ADS_3

Hari sudah mendekati waktu ujian, jadi Cahya juga makin sibuk, dia jarang bertemu dengan Devan, hingga suatu hari malam Devan datang kerumah untuk berpamitan akan pulang kampung,


"Ayy, aku harus pulang kampung, orang tua ku menelfon memintaku pulang"


"Apa ada masalah?"


"Masih belum pasti, kamu yang rajin belajar, dan jangan nakal"


"Harusnya aku yang bilang begitu" ucap Cahya sambil manyun


"Aku tidak akan lama, aku akan secepatnya kesini, semoga pas acara kelulusan kamu, aku sudah ada disini"


"Lama berarti disana, kan sekarang juga baru mau ujian"


"Ini cuma misal Ayy, takutnya ada masalah serius kalau sampai aku dipanggil pulang seperti ini, tapi aku akan usahakan pasti kesini saat kelulusan kamu"


"Iya, hati-hati"


Mereka berpisah untuk sementara, Cahya focus sama ujian nya.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

__ADS_1


POV Devan


Devan telah sampai ke rumah orang tuanya, ternyata terjadi kebakaran besar-besaran di perkebunan teh mereka, dan semua hewan ternak mereka mati tanpa sebab, ditambah hasil panen padi yang gagal.


Saat diselidiki semua akibat dari kelalaian pegawai, tapi kalau semua terjadi berbarengan, itu terasa sangat mencurigakan.


Devan selama ini diminta untuk mengurus perkebunan mereka tapi dia menolak, dulunya dia dan kedua orang tuanya merantau tapi harus kembali ke desa mereka untuk meneruskan usaha turun temurun keluarganya.


Kakek Devan sudah sakit-sakitan jadi dia harus ada pengganti untuk mengurus itu semua, ayah Devan yang selama ini mengurus nya selama Devan pergi tapi sepertinya sekarang karena keadaan ini, ayahnya menjadi kerepotan.


Akhirnya sekarang Devan yang harus membantu mengurus nya, dan belum ditemukan keanehan apapun, semua benar hanya karena kesalahan pegawai.


Devan menjadi sangat sibuk, dan menjadi jarang menghubunginya, sebenarnya Cahya juga sibuk menghadapi ujian nya, tapi sungguh dia tidak terbiasa seperti itu, karena biasanya Devan tetap ada waktu untuknya.


POV Cahya


Cahya yang gengsi kalau harus menghubungi duluan, dan Devan yang memang tidak ada banyak waktu, akhirnya lama-lama hal itu menjadi kebiasaan.


Cahya terbiasa tanpa Devan, lalu tanpa terasa waktu ujian telah selesai, dia tinggal menunggu waktu kelulusan, dia hanya berharap Devan akan benar datang saat kelulusan nya.


Hari kelulusan telah tiba, Cahya menjadi sedih karena Devan tidak juga datang, dia memang tidak memberi tahu pasti tanggal dan hari dia wisuda kelulusan karena dia pikir Devan akan datang sebelum itu, dan saat dia memberikan hari dia wisuda malah nomor Devan tidak bisa dihubungi lagi.

__ADS_1


Cahya semakin banyak pikiran, dia sudah berfikir yang tidak-tidak,


"Apa mungkin dia melupakan ku"


"Apa mungkin dia menikah disana karena dijodohkan?" pikir Cahya


Akhirnya wisuda itu dia hanya ditemani mama nya, lalu saat sebelum acara dimulai ada yang mencarinya, katanya dia suruhan Devan, dia membawa buket bunga dan boneka untuk Cahya, tapi saat ditanya Devan kenapa, suruhan nya itu tidak menjawab apapun.


Sungguh Cahya sangat kecewa tapi dia tidak tahu harus berbuat apa, dia masih berfikir apakah harus menyusulnya ke desa, tapi dia sangat gengsi kalau harus sampai seperti itu.


Ditengah kegalauan nya karena Devan tidak kunjung datang dan karena Cahya sudah lulus sekolah dia jadi tidak punya kegiatan,, dia lalu mendapat tawaran pekerjaan karena direkomendasikan dari tempat dulu dia melakukan PKL, saat dulu PKL kalau kerjanya bagus, saat lulus pasti akan keterima kerja disana.


Dari pada terlalu larut pusing memikirkan Devan yang tak kunjung datang akhirnya dia menerima pekerjaan itu.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya🤗


Favorit, Like, dan komentar,, Terimakasih


🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2