
Disaat Cahya keluar dari Resort itu bersama suami dan anaknya, mereka dihadang oleh orang-orang suruhan ayah Cahya, lalu keluarlah ayahnya bersama orang yang sangat dikenal Cahya dan Devan dari dalam mobil, sepertinya mereka sengaja menunggu disana.
"Apa kabar Ayya?" tanya orang itu yang berusaha mendekat ke arah Cahya yang dihalangi oleh Devan.
"Jangan ganggu istriku!" teriak Devan marah, dia langsung membuka pintu mobil dan menyuruh istri dan anaknya masuk lebih dulu.
"Kami sudah menikah, jangan ganggu kami lagi"ujar Devan
"Terserah kamu mau bilang apa, yang jelas Ayya harus bersama ku, dan tentu saja aku tidak akan pernah menyakitinya, tunggu saja sebentar lagi dia akan meninggalkan mu" jawab pria itu.
Devan marah mendengarnya, dia memukul pria itu, saat bawahan pria itu ingin menyerang Devan, ditahan oleh pria itu.
"Biarkan saja kali ini" ujar pria itu
Cahya keluar karena melihat keributan, dia menarik suaminya untuk segera pergi dari sana, dia masih tidak melihat ke arah pria itu, dulu awal dia ragu untuk kembali dan hidup bersama Devan karena takut pria itu akan mengganggu hidup nya dan suaminya lagi, dan benar saja pria itu datang lagi.
Mereka sudah kembali lagi ke rumah orang tua Devan, belum membuat rencana kembali ke Jogja, apalagi dengan adanya masalah ini, mereka harus menyelesaikan nya dulu, karena pria itu dan ayah Cahya pasti akan datang lagi.
Rafa bermain bersama kakek dan neneknya, Devan dan Cahya masuk ke kamar, terlihat Cahya yang masih terus gelisah.
"Kenapa kamu gelisah? yang harus gelisah itu aku, mereka berusaha mengambil mu dari aku" ujar Devan memegang tangan Cahya
"Kenapa dia kembali secepat ini? bukan kah dia dipenjara?" tanya Cahya
"Aku juga tidak tau, tapi dia dari kalangan orang terpengaruh dan kalangan militer, tentu gampang untuk keluar dari penjara" jawab Devan
"Kenapa dia bisa mengenal ayahku, aku saja selama ini tidak tau keberadaan nya"
Devan memeluk istrinya, dia juga tidak paham apa yang terjadi, yang pasti saat ini mereka harus tetap disini karena disini ada banyak bantuan kalau terjadi apa-apa, disini juga Cahya lebih aman untuk sementara.
Devan kepikiran perkataan Habib tentang Cahya yang akan meninggalkan nya, dia lalu memeluk erat istrinya itu.
"Ayy, jangan pernah meninggalkan ku" ucap Devan sedikit bergetar.
Cahya tidak mengerti maksud suaminya, kenapa tiba-tiba suaminya seperti itu, tapi karena suaminya memeluknya erat, dia tidak bisa melihat kearah suaminya hingga suaminya itu menciumnya, Cahya melepaskan ciuman itu dan memegang kedua pipi suaminya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya nya pada suaminya yang terlihat gelisah itu.
Devan hanya menggeleng, dia lalu kembali mencium istrinya, dia tidak mau terlihat lemah didepan istrinya, yang jelas dia akan mempertahankan istrinya itu, dia hanya takut kalau Cahya akan meninggalkan nya lagi, atau pergi bersama pria lain yang lebih segalanya dari dia atas kemauan Cahya sendiri, karena kalau seperti itu tentu sekuat apa Devan mempertahankan tetap tidak akan bisa.
Cahya menerima setiap sentuhan suaminya, Devan merindukan tubuh istrinya, setiap malam dia menyentuhnya tapi tadi malam libur jadi dia melakukan nya sekarang.
Mereka mendesah bersama saat Devan kembali menghangat kan rahim istrinya, mereka berpelukan erat setelah mencapai puncak kenikmatan itu.
Cahya yang kali ini memeluk Devan, membawa kepala suaminya itu kedalam dekapan nya.
"Aku hanya milikmu, dan hanya kamu yang bisa menyentuhku, dari dulu dan selamanya, aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, aku sudah pernah bilang akan terus menempel padamu" ucap Cahya sambil terus memeluk suaminya.
"Janji" kata Devan sambil melihat kearah Cahya
Cahya tertawa melihat wajah suaminya yang terlihat menggemaskan seperti anak kecil yang merengek karena takut ditinggal pergi, Cahya lalu menciumi wajah suaminya itu.
"Iya suamiku sayang, aku tidak akan pernah meninggalkan mu"
Mereka makan malam bersama, hingga datang tamu yang tidak diundang.
"Ayya, tanda tangani ini sekarang juga" ujar ayahnya dengan tidak merasa malu, menyerahkan surat cerainya dengan Devan.
Devan mengambil surat itu dan langsung menyobek nya, dia sangat marah, kenapa ayah mertuanya bisa sejauh ini.
"Ayya sudah bahagia disini, tidakkah kebahagiaan nya lebih penting dari segalanya?" ujar Devan mencoba menahan amarahnya dengan apa yang dilakukan mertuanya itu.
"Devan, ini maksudnya apa? dan siapa orang ini?" tanya ayah Devan
"Perkenalkan, saya adalah ayahnya Cahya, pernikahan nya dengan anak bapak bisa terancam dibatalkan karena saya tidak pernah menikahkan nya, jadi lebih baik tanda tangani surat itu dari pada menempuh jalur yang lebih sulit" jawab ayah Cahya
"Saat aku menikah, anda yang mengaku ayah saya ada dimana? bahkan dari aku kecil sudah membuang ku, kenapa sekarang melakukan ini semua!" teriak Cahya
Tiba-tiba ayah Cahya berlutut padanya dan memohon,
"Ayya, ini permintaan terakhirku, aku mohon, kalau tidak ayah akan disingkirkan tuan Wicaksono"
Mereka semua kaget, ternyata ini semua ulah keluarga itu lagi.
__ADS_1
Flashback
Ayah Cahya yang bernama Maryanto itu memang sangat hobby berjudi dan main perempuan, hingga terjerat hutang yang banyak, setelah bercerai dengan mamanya Cahya, Maryanto menikah lagi dengan selingkuhannya seorang janda yang membawa anak perempuan sepantaran Cahya.
Perceraiannya dengan mama Cahya juga karena perselingkuhannya diketahui mama Cahya dan itupun untuk ke tiga kalinya, jadi mama Cahya sudah tidak kuat dengan Maryanto.
Kelakuan nya berjudi seperti menjadi candu karena tidak bisa dihilangkan, hingga hari itu, Habib mendatanginya dan menawarkan uang yang sangat banyak untuk melunasi hutangnya, tapi dia tidak pernah tau kalau itu jebakan Habib untuknya.
Uang sebanyak apapun kalau untuk berjudi tidak akan pernah ada cukupnya.
"Aku akan menganggap semua hutang mu lunas kalau kamu menikahkan anakmu denganku" ujar Habib
Maryanto tidak tau kalau yang dimaksud itu adalah Cahya, karena dia meninggalkan nya sejak kecil, dia pikir anak yang dimaksud adalah anak tirinya.
Maryanto membawa anak nya itu menemui Habib, anaknya melihat Habib yang terlihat gagah dan modis, sudah pasti dia langsung suka, Habib terlihat sangat berwibawa dan sudah pasti terlihat kaya.
"Cecil, kenalkan ini tuan muda Habib Wicaksono" ucap Maryanto kepada anaknya
Cecil langsung mendekat ke Habib, dan berusaha menarik perhatian nya, tapi bukan Cecil yang dimau Habib.
"Aku mau Cahya!" teriak Habib memandang tajam pada Maryanto.
Tentu saja Maryanto kaget, dia menjelaskan kalau sudah lama hilang kontak dengan anak kandungnya itu, bahkan dia tidak tau kabarnya.
Habib menceritakan semua bahkan tentang pernikahan Cahya, tapi walaupun begitu dia tetap menginginkan Cahya, selama dia dipenjara, dia tetap menyuruh para ajudannya mencari keberadaan Cahya yang menghilang, hingga saat dia mendapat kabar kalau dia telah kembali bersama Devan, dia menyogok habis-habisan agar cepat bisa keluar dari penjara.
Habib lalu mencari akal dan mengorek informasi tentang Cahya, akhirnya dia tau tentang ayah Cahya, lalu dia sengaja memberikan banyak uang untuk menjebak ayah Cahya yang hobby berjudi itu.
Flashback End
__ADS_1