Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Cahya Bucin


__ADS_3

Pagi itu Cahya melepaskan pelukan Devan dan berlari ke kamar mandi, setiap pagi dia seperti itu, Devan lalu menemaninya dan memijat leher belakangnya.


Devan turun kebawah untuk mengambilkan air minum untuk Cahya, dan terkaget karena mama Cahya sudah bangun dan ada di dapur.


"Kenapa kaget Devan? kamu habis maling?"


"Tidak tan, aku hanya kaget, kirain tante belum bangun"


"Bagaimana tadi malam? kalian tidur nyenyak?"


"Iya tante, tentu saja,,,, eehhhh, maksudnya iya tan, aku tidur nyenyak"


"Cepatlah menikah, sebelum perut Cahya semakin membesar"


"Iya tan, keluarga ku sedang mempersiapkan semua, dalam minggu ini kita akan menikah, tapi menikah di Bandung tidak apa-apa kan tan? takutnya Ayya tidak bisa bepergian jauh dengan kondisinya, nanti kita bisa melakukan resepsi lagi di Jawa"


"Iya sudah atur baiknya bagaimana kalau sudah seperti ini kan yang penting nikah"


"Iya tan, maaf"


Setelah mama Cahya pergi lalu Devan ke atas mengantar minum dan sarapan untuk Cahya, tapi Cahya sudah mode tidak mau dekat-dekat Devan lagi.


"Kamu lupa sama kelakuan kamu tadi malam Ayy" ujar Devan kesal karena Cahya tidak mau didekati lagi


"Lupa,,, memang nya ada apa?" jawab Cahya enteng


"Kalau kamu tidak lagi hamil, sudah aku habisi saat ini juga"


Cahya tidak menjawab dan hanya memainkan matanya, Devan lalu turun kebawah untuk mandi dan beres-beres dapur bekas barusan bikin sarapan.


Hari sudah menjelang siang tapi Cahya tidak juga turun ke bawah, Devan lalu naik untuk memeriksa dan terdengar Cahya sedang muntah di kamar mandi.

__ADS_1


Devan menunggu nya diluar kamar mandi karena pintu kamar mandi terkunci,


"Ayo aku bantu" ucap Devan, tapi Cahya menggeleng dan tiba-tiba ngambek ke Devan


"Ini semua gara-gara kamu, aku ngga bisa makan, tiap makan muntah, mana pusing" ujar cahya lalu masuk ke kamarnya


Devan bingung harus menjawab apa, karena memang ini karena dia, dia lalu mengikuti Cahya, terlihat Cahya yang akan tiduran,


"Sini peluk aku" ujar Cahya kemudian,


Devan sudah pasti langsung mendekat


"Kamu ini kenapa? tiba-tiba minta peluk, tiba-tiba ganas tapi nanti lalu tidak mau aku dekati, kamu ngerjain aku ya?" ucap Devan lalu tiduran disebelah Cahya dan memeluknya.


"Tidak tau, kadang aku kesel banget sama kamu tapi kadang pengen deket kamu terus"


"Apa sangat menyakitkan Ayy, apa hamil sangat berat? maaf karena aku memaksamu"


Cahya tidak langsung menjawab, dia semakin mempererat pelukan nya dan meletakkan dagunya di dada Devan lalu melihat ke atas ke arah Devan


"Aku janji akan selalu ada di sampingmu, ini hampir siang kamu mau makan apa?" tanya Devan


"Aku mau buah saja, anggur sama apel, tapi nanti sekarang peluk dulu"


"Iya, sayangku, manjaku" ujar Devan lalu mencium pipi Cahya.


Cahya ketiduran didalam pelukan Devan, Devan memandangi wajah Cahya, dia tersenyum melihat wajah polos Cahya saat tidur, dia terus menciumi pipi dan keningnya, Devan lalu ikut tidur bersama Cahya.


Saat mereka terbangun, sudah lewat dari makan siang, dan Cahya kumat lagi, dia naik ke atas tubuh Devan, mencium Devan dan bermain dengan burung Devan, Devan mabuk kepayang dengan sentuhan Cahya.


Saat terdengar Devan mendesah, Cahya duduk diatasnya dan kembali memasukkan burung itu ke sarangnya,, mereka mendesah dan mendesis bersama-sama, Devan memegangi buah kembar Cahya dan membawanya pelan ke mulutnya, dia sangat suka menyesap buah itu, mereka melenguh keras saat mencapai puncak, Cahya memeluk erat Devan, dia masih ada di atas tubuh Devan, merasakan kenikmatan itu.

__ADS_1


Mereka lalu mandi bersama, setelahnya Devan ke dapur untuk mengambilkan buah anggur dan apel yang tadi di minta Cahya, mereka mengobrol dan bercanda, hingga tanpa sadar mama Cahya sudah pulang kerja dan membuka pintu kamar Cahya.


Terlihat Devan dan Cahya duduk bersama, dengan Cahya bersandar pada Devan, mereka kaget dan Devan langsung turun dari kasur.


"Kalian benar-benar seperti pengantin baru ya"


Tidak ada jawaban, Cahya hanya bertanya tumben mamanya pulang lebih awal


"Tentu saja untuk menangkap kalian, sekarang turun Devan, kamu juga Ayya, jaga diri"


"Apa yang harus dijaga lagi kalau sama dia mama? semua sudah diambil nya" jawab Cahya


Mama nya hanya bisa menahan senyum dan Devan juga hanya tersenyum malu mendengar yang dikatakan Cahya.


Mereka lalu turun karena Cahya juga bosan di kamar dan ingin ke bawah.


Cahya mengajak Devan jalan-jalan untuk mencari jajanan, mereka lalu keliling komplek membeli jajanan di sebuah gerobak pinggir jalan.


Ada cewek-cewek yang memperhatikan Devan saat mereka akan membeli jajanan, tentu Cahya kesal lalu memeluk Devan dan memberikan tatapan tidak suka pada mereka


"Adiknya posesif banget" kata salah satu cewek itu


"Aku istrinya, bukan adiknya!" teriak Cahya kesal lalu pergi dari sana tidak jadi beli sambil menarik Devan pergi dari sana


Cahya masih ngambek di dalam mobil, dia ngedumel


"Adikku ini sangat imut ya" goda Devan sambil memegang pipi Cahya, tapi tangan itu langsung di pegang oleh Cahya dan digigit.


Devan menjerit kaget


"Makanya, jadi cowok jangan ganjen!" teriak Cahya kesal

__ADS_1


"Aku tadi cuma diem Ayy" kata Devan membela Diri


Cahya kesal dan tidak jadi jajan lalu memilih pulang.


__ADS_2