Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Salah Paham


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Ayya, ayo kita berangkat" teriak mama nya sesaat setelah sampai rumah.


"Sebentar, ini oleh-oleh nya belum aku masukkan kardus"


"Kalau tidak ada kardus masukkan saja ke tas, ada kan tas yang warna hitam diatas lemari"


Setelah semua siap mereka langsung berangkat ke stasiun, karena perjalanan sampai semalaman, pagi hari mereka baru sampai.


"Assalamualaikum" ucap Cahya saat memasuki rumah, tak terasa mereka sudah sampai kerumah kakek lagi,


Cahya masuk kerumah terlebih dahulu, mama nya langsung mengobrol bersama tetangga karena sudah lama tidak mudik, saat turun dari mobil ada tetangga yang langsung menyapa.


"Waalaikumsalam, mana mamamu, bukan nya katanya mau pulang"


"Ada diluar kek, lagi ngobrol sama ibu depan rumah, Giat dimana kek?


"Giat main kerumah temen nya, kirain kamu bakal sampai rumah besok kalau tau dia pasti nungguin"


"Tidak apa-apa kek, biar dia main dulu sama teman nya, kek aku mau ke kamar dulu ya, mau tiduran dulu, pegel banget"


"Kalau mau makan ambil saja ya, tadi bibi mu datang nganter makanan"


"Nanti lagi saja kek, tadi sudah makan jajan di kereta, oh iya kek, disini sudah ada sinyal?"


"Cobain dulu saja, kadang sudah ada kadang ilang, belum stabil"


Cahya masuk ke kamar, langsung tiduran sambil mengisi daya ponsel nya, Cahya langsung menyalakan nya, dan sudah pasti banyak pesan masuk,


"Ayy, kamu sudah nyampe Jawa?" pesan dari Devan


"Sudah barusan"jawab Cahya


"Istirahat dulu, nanti sore aku telfon"balas Devan lagi


"Ayya, kamu sudah sampe? Tadi katanya ada yang lihat mama kamu di depan rumah"pesan dari Wati


"Mama aku doang, aku tidak jadi ikut" bohong Cahya


Dia masih capek, akan repot urusan kalau Wati datang kerumah sekarang, pasti tidak nyaman kalau harus menemani mengobrol karena dia masih sangat capek setelah perjalanan jauh dari Bandung.


"Kenapa?


"Tidak apa-apa, tidak jadi saja"


"Awas saja kalau kamu bohong"


"Iya aku pulang, tapi besok lagi ya ngobrolnya, aku masih capek banget, sudah dulu ya, mau tiduran dulu"


Cahya langsung meletakkan ponselnya dan mulai tidur.


Siang hari dia baru terbangun, dan langsung keluar untuk mandi.


"Sudah bangun Ayy, langsung mandi terus makan ya" kata mama nya


"Aku makan dulu ya ma, males mandi, disini dingin"


"Dasar jorok"

__ADS_1


"Nanti saja sekalian sore, hehe"


Cahya langsung menuju meja makan, dia makan sambil memainkan ponselnya


"Ayy, Wawan katanya mau main nanti malam"pesan dari Wati


"Jangan dulu deh, aku nya masih capek"


"Lagian mau ngapain, cuma duduk ngobrol, tidak bikin capek"


"Males tau ngobrol kalau lagi capek, ya terserah saja tapi jangan menyalahkan aku kalau nanti aku cuek"


"Halah, memang biasanya kamu cuek kan sama dia"


Sebuah foto masuk ke pesan nya, dengan pose membuat gunting dari tangan, siapa lagi kalau bukan Devan


"Ayy, awas kalau macem-macem disana" bunyi pesan yang menyertai foto itu.


"Tidak, paling satu macem saja" jawab Cahya iseng


"Sudah lah" jawab Devan singkat


"Idiihhh ngambek" pikir cahya


"Ayyy, kamu chat sama siapa dari tadi, kok chat aku tidak dibalas?" tanya Wati kembali mengirim pesan


"Sama pacar aku, kenapa memang?"


"Kamu beneran punya pacar?"


"Bener lah, buat apa aku bohong?, kan kemarin aku sudah bilang"


"Kenapa memang? apa menurutmu aku sejelek itu sampai tidak bisa punya pacar?"


"Bukan begitu ayy maksud aku"


"Sudah dulu ya Wati, aku mau beresin meja dulu, sudah selesai makan aku nya"


Setelah membereskan meja, dan cuci piring, Cahya mencari mama nya,,


"Kek, mama kemana?" tanya nya pada kakek nya yang lagi duduk di teras,


"Mama mu lagi pergi sama Giat"


"Ya sudah kek, aku masuk lagi mau mandi"


Hari sudah sore saat mama Cahya dan Giat pulang, saat itu berbarengan dengan datang tamu yang sangat tidak diharap kan Cahya untuk datang.


"Assalamualaikum, apa kabar Cahya?" sapa Wawan


"Waalaikumsalam" jawab Cahya singkat


Wati pun tidak lama datang, mereka lalu mengobrol bertiga.


"Ayy, kamu mau lama dirumah?" Wati memulai obrolan


"Paling 5 hari masih tetap seperti rencana awal yang aku bilang ke kamu"


"Besok main yuk"

__ADS_1


"Kayaknya aku tidak bisa, soalnya besok aku main sama Giat"


"Bisa bareng-bareng"bujuk Wati


"Sama mama juga, ini acara keluarga"Cahya masih terus menolak.


"Cahya, maafkan semua salah ku dulu ya" kata wawan memulai ikut obrolan.


"Tidak apa-apa, aku sudah melupakan semua"


"Cahya, aku serius tentang perasaan ku yang aku ucapkan di pantai waktu itu"


"Maaf, tapi aku sudah punya pacar sekarang"


"Kamu boleh menolak ku sekarang, tapi aku akan terus berusaha"


"Sudah aku bilang, aku sudah punya pacar"


"Aku tidak percaya"


"Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak"


"Coba tunjukkan, kamu punya fotonya, aku tidak akan ganggu kamu lagi kalau memang kamu beneran sudah punya pacar dan bahagia"


"Kenapa aku harus menunjuk kan nya? itu privasi aku"


"Kalau aku belum lihat bukti, aku tidak akan percaya"


"Seandainya pun aku tidak punya pacar, belum tentu aku nerima perasaan kamu, aku memang sudah memaafkan kesalahan mu, tapi aku belum melupakan nya"


"Aku harus bagaimana menebus semua kesalahan ku?"


"Tidak perlu, aku akan berusaha melupakan nya"


"Ayy, apa kamu pacaran sama tetangga kakek kamu itu?" tanya Wati


"Bukan, Kenapa memang?"


"Lalu siapa pacar kamu sebenarnya?"


"Apa itu penting banget untuk kamu harus tau?


"Ayyy" panggil sebuah suara yang sangat dikenal Cahya


Cahya kaget,,


"Apa Devan mendengar semua pembicaraan mereka?" batin Cahya.


Cahya bingung harus menjawab apa dan bagaimana, ini kali mereka bertemu secara langsung setelah pernyataan cinta Devan waktu itu, tentu saja sangat berbeda ketemu langsung sama berbicara di ponsel.


"Apa aku bukan pacar kamu?" tanya Devan


"Bukan kah memang bukan?" balas Cahya


Tentu Devan sangat kecewa dengan jawaban Cahya, dia sengaja ingin memberikan kejutan dengan kedatangan nya tiba-tiba tapi malah dia yang terkejut.


Dengan perasaan terluka dia pergi dari sana.


"Maafkan aku" batin Cahya

__ADS_1


__ADS_2