Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Menemani Suami Kerja


__ADS_3

Devan mengantar Cahya pulang ke kost nya, tadinya Cahya tidak mau dan meminta diturunkan di dekat Campus nya saja, tapi Devan mengancam akan menculiknya lagi kalau terus membantah.


Akhirnya Cahya menunjukkan dimana dia nge kost selama ini, tentu saja dia jadi perhatian saat turun dari mobil Devan


"Ini yang aku takutkan, besok pasti gosip akan menyebar" ucap Cahya manyun


"Kenapa takut di gosip kan? kamu hanya milik ku itu bukan gosip, tapi kalau sampai ada yang menyakitimu atau melukaimu, aku pasti akan melindungi mu" jawab Devan


Cahya menyuruh Devan pergi agar tidak lebih lama jadi perhatian, Devan mau pergi asal tiap pulang kuliah Cahya harus datang ke cafe nya, Cahya menyetujuinya agar Devan cepat pergi.


Saat memasuki kamarnya, dia seolah jadi tahanan baru yang terus di amati, saat masuk ke kamarnya ternyata disana sudah ada Tuti


"Dari mana Ayya sampai sore begini?"


"Aku tadi, disana" Cahya bingung mau menjawab apa, Tuti juga heran Cahya memakai jaket besar yang menutupi seluruh lehernya


"Jaket siapa itu, kamu berusaha menutupi apa" Tuti berusaha membukanya tapi ditahan Cahya


"Bukan apa-apa, tadi aku sangat kedinginan" elak Cahya dan terus memegangi lehernya


Tuti lalu keluar dari sana karena Cahya mau mandi, Cahya lega dan saat dia melihat di kaca untuk melihat kondisi lehernya, sudah seperti yang habis digebukin karena memerah semua.


"Devan benar-benar menghabisi ku, bagaimana kalau nanti sudah menikah? aku pasti akan jadi Perkedel" ucapnya lirih


Cahya malu membayangkan nya dan dia jadi senyum-senyum sendiri.




Cahya berangkat kuliah menggunakan sweater yang menutupi lehernya, dia terus menahan nya saat Tuti berusaha melihat apa yang dia sembunyikan



"Aku kedinginan, kan baru sembuh jadi kondisi tubuh aku belum stabil" Cahya terus membohongi Tuti


__ADS_1


"Aku seperti mencium bau kebohongan" Ucap Tuti



Cahya tidak menjawab lagi dan menarik Tuti untuk berangkat, di depan Campus mereka bertemu Habib yang juga heran dengan baju Cahya di musim panas seperti ini, seperti biasa Tuti yang ngomong duluan



"Cahya kedinginan karena dia baru sembuh, kondisi badan dia belum normal, apa kamu bisa menghangatkan nya?" ujar Tuti ke Habib yang lalu dia mendapat gebukan dari Cahya.



"Sakit Ayya, kamu KDRT!" teriak Tuti


"Tidak peduli" ujar Cahya dan langsung menuju kelasnya



Pulang kuliah Cahya mengajak Tuti ke cafe Devan,


"Aku harus kesana setiap hari mulai sekarang, kalau tidak aku bisa habis" ujar Cahya tanpa sadar


"Apa dia segarang itu?" Tuti kepo


"Kita ngomongin apa?" Cahya balik bertanya


"Tidak usah munafik, aku juga sering dapat dari pacar aku, tapi tidak pernah sampai harus menutup leher"


"Sudahlah cukup, aku masih dibawah umur" Ucap Cahya sambil tertawa


"Dibawah umur tapi doyan,,, " Tuti tidak bisa melanjutkan omongan nya karena di tutup mulutnya oleh Cahya


"Jangan berisik, ayo cepat kita cari makanan gratis" ujar Cahya lalu menarik Wati menuju cafe Devan



Cahya memilih kursi di pojok seperti biasa, dan Tuti langsung memesan makanan untuk mereka berdua, Cahya mulai membuka laptopnya sambil menunggu pesanan.

__ADS_1



Devan mendekatinya, dia tertawa melihat baju yang dipake Cahya


"Kamu tidak kegerahan Ayy?" tanya Devan


Cahya tidak menjawab tapi mendelik kan matanya dan melengos malas, Devan lalu menahan senyumnya melihat ekspresi Cahya.



"Kemarin dia digigit buaya" ujar Tuti yang membuat Devan jadi salah tingkah


"Sepertinya buaya itu mulai tidak terkendali kalau sampai menyerang pawangnya" tambah Tuti terus menggoda pasangan di depan nya itu.



Devan tidak memperdulikan nya lagi dan mendekati Cahya lalu membelai rambut Cahya


"Ayy, ada yang bisa dibantu? aku bisa bantu kamu, jadi kamu tidak perlu minta bantuan orang lain"


"Aku cuma mengecek ulang, aku sudah mengerjakan semua"



Seperti biasa Tuti pergi lebih dulu setelah makan, dia tidak mau jadi obat nyamuk kalau lama-lama disana, tapi tidak lama Cahya juga pamit pulang tapi belum di izinkan Devan


"Sudah sangat sore, aku tidak enak pulang kesorean terus sama ibu kost dan teman-teman"


"Kenapa tidak enak, kamu kan tidak mengganggu mereka"


"Aku hanya tidak biasa"


"Sekarang biasakan, kamu harus menemani suami kamu kerja disini, nanti aku antar kamu pulang"



Cahya tidak menjawab lagi.

__ADS_1


__ADS_2