
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini adalah hari pertandingan basket, pertandingan yang terakhir untuk Cahya karena sebentar lagi akan menghadapi ujian, dia sudah mulai bersiap dari pagi hari, tidak menunggu mama nya karena harus bersiap lebih pagi
"Mama, aku duluan ya"
"Kamu sama siapa?"
"Aku di jemput Devan, aku langsung ya ma, maaf Devan tidak pamit dulu ke mama"
"Iya,hati-hati"
Cahya lalu berangkat, saat sampai dia buru-buru sampai lupa helm belum di lepas,
"Ayy, helm" teriak Devan
"Iya lupa" lalu berlari kembali
"Kamu pulang jam berapa?"
"Belum tahu, nanti aku kabarin lagi, aku bertanding di GOR deket sini"
"Aku boleh lihat?"
"Boleh, itu untuk umum, tapi kamu kerja kan?"
"Nanti kalau keburu aku nonton sambil jemput"
"Ya sudah aku masuk dulu, bye"
Cahya lalu kembali berlari masuk ke sekolahnya dan mencari tim nya, kemarin baju Jersey barunya belum di bagikan dan baru dibagikan hari ini, jadi mereka harus bersiap untuk berganti baju terlebih dahulu.
Mereka lalu menuju ketempat pertandingan, disana sudah sangat ramai tapi karena waktu pertandingan masih ada sedikit waktu mereka lalu beristirahat sebentar sambil mengatur strategi, lalu mereka bersiap dan melakukan pemanasan terlebih dulu.
Pertandingan telah dimulai, Cahya tidak terlalu memperhatikan penonton karena dia merasa tidak akan ada yang memperhatikan nya, tidak terasa waktu pertandingan telah usai yang dimenangkan oleh tim mereka walau, selisih sedikit saja poin nya.
__ADS_1
"Untung kita bisa mengejar poin tadi, ini pertandingan terakhir kita, akan sangat disayangkan kalau kalah, jadi semangat nanti ujian nya" ucap Dena bahagia karena tim mereka berhasil memenangkan pertandingan
Mereka istirahat sebentar dan kembali ke sekolah mereka karena disana mereka akan makan-makan bersama untuk merayakan kemenangan.
Saat di depan GOR, ada rombongan cowok-cowok yang menyapa Dena dan Cahya,
"Hai, boleh kenalan? aku dari sekolah yang tadi bertanding sama kalian"
"Hai juga" balas Dena
"Kalian sangat hebat tadi"
"Sekolah kalian juga hebat, ini hanya keberuntungan kita saja, ya kan ayya?" ucap Dena
Cahya tidak menjawab dan hanya mengganguk sambil tersenyum
"Boleh minta nomor ponsel kalian"
"Tentu boleh"jawab Dena dan memberikan nomornya
"Maaf, dia sudah punya pawang, jadi tidak mungkin memberikan nomornya" jawab Dena
"Tidak apa-apa kita kan hanya ingin berteman dan berkenalan" jawab salah satu dari mereka
Dari kejauhan ada yang memandang penuh tatapan membunuh, siapa lagi kalau bukan Devan, dia lalu memanggil Cahya
"Ayy, siapa mereka?" tanya nya mendekat sambil mengambil tas yang dipegang Cahya, untuk dibawakan nya,
"Mereka dari sekolah yang tadi tanding sama tim aku"
"Ada urusan apa?"
"Tidak ada apa-apa, sudah ayo pergi dari sini"
"Tidak sopan ayy, mereka cuma mau kenalan" Devan lalu melihat ke mereka,
__ADS_1
"Kenalin, aku pacarnya dia yang kalian ajak kenalan, masih mau kenalan?"
Mereka lalu bubar semua, Cahya dan Dena jadi canggung menghadapi Devan yang cemburu,
"Van, aku masih ada acara lagi, kita satu tim mau makan-makan dulu di sekolah" ucap Cahya pelan
"Bisa izin kan, lagian itu tidak terlalu penting, ayo makan sama aku saja, aku sudah sengaja izin pulang lebih cepat dari kerjaan aku"
"Ini penting Van, ini bisa jadi kenangan aku, kan ini pertandingan terakhir aku, bentar lagi ujian"
"Aku antar ke sekolah, kalau sudah selesai telfon aku"
"Iya"Cahya hanya bisa menurut karena terlihat Devan masih marah.
"Dena, kayaknya aku tidak bareng mobil tim ke sekolah nya, aku bareng Devan" kata Cahya ke Dena
"Nanti ketemu disana ya, hati-hati ayy, bisa habis kamu dimakan harimau yang lagi marah" jawab Dena
Cahya tidak membalas lagi dan hanya memberi isyarat jari telunjuk di bibir, agar Dena diam, dia langsung mengikuti Devan yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Kamu pasti senang di godain gitu?"tanya Devan ketus
"Apa sih kak" jawab Cahya manja, dia sebenarnya geli dengan panggilan nya tapi dia berusaha meredakan kecemburuan Devan
"Apa kamu bilang barusan"
"Bukan apa-apa" jawab Cahya jahil
"Kamu pasti tidak mau aku menutup mulut mu disini pake mulut ku"
"Dasar,, ini tempat ramai"
"Ulangi yang tadi kamu bilang?"
"Kakak Devan sayang, jangan marah lagi, aku tadi disana cuma diam saja menemani Dena"
__ADS_1
Devan lalu tersenyum mendengarnya, mereka lalu keluar dari tempat itu.