
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sore itu Devan menyiram tanaman sambil menunggu mama cahya pulang kerja, Cahya masih sakit jadi dia belum bisa melakukan tugasnya
Wati sampai ke dekat rumah Cahya, tidak ada tetangga yang lagi diluar untuk dia tanya-tanya, dia pelan-pelan mendekati rumah Cahya, dan alangkah kaget nya dia melihat Devan ada disana.
Wati dipenuhi amarah, tapi dia harus menahan nya, dia lalu memotret Devan disana dan mengirimkan itu pada Wawan
"Lihat lah, Devan juga ada disini, berarti Cahya pasti ada disini juga selama ini"
"Apa? kurang ajar, berarti benar seperti dugaan awal ku, pasti dia yang menyembunyikan Cahya, aku akan segera menyusul mu, cepat kirim alamatnya"
Devan sudah menyelesaikan menyiram tanaman dia langsung masuk kedalam, lalu tiba-tiba ayahnya nya menelfon
"Van, ada yang memata-mataimu"
"Papa tau dari mana?"
"Itu tidak penting di ceritakan sekarang, papa akan kirim fotonya"
Devan melihat foto yang dikirim papanya, terlihat foto Wati yang sedang memotret nya
"Pa, dia kan yang waktu itu kerumah"
"Papa tidak terlalu memperhatikan, tapi kalau itu benar dia, berarti Cahya dalam bahaya"
"Baik pa, terimakasih infonya"
Devan lalu ke atas menemui Cahya
"Ayy, kamu diam dulu di kamar jangan keluar sampai aku suruh"
"Kenapa? aku sudah mulai mendingan, sudah tidak terlalu pusing, kamu sudah mau berangkat?"
"Pokoknya kamu diam dulu, aku tidak jadi berangkat sore ini"
"Sekarang aku mau turun dulu, ingat pesan aku, kamu diam disini ya" Devan membelai rambut Cahya lalu keluar dari kamar itu
"Apa yang kamu rencanakan wanita tidak tau malu" batin Devan marah melihat foto Wati
Mama Cahya memanggilnya saat dia masih di tangga menuju bawah
__ADS_1
"Van, Ayya sudah mendingan?"
"Sudah tan, katanya sudah tidak terlalu pusing, oh iya barusan tante masuk tidak lihat Wati, teman Ayya dari kampung?"
"Tidak ada siapapun diluar, kenapa Wati jauh-jauh ada disini?"
"Tante, tolong minta izin ke gurunya Ayya untuk tidak sekolah selama seminggu ini"
"Kenapa? bukan nya dia sudah mendingan"
"Tante tolong percaya padaku,, Cahya dalam bahaya"
"Apa maksud kamu?"
"Tadi ada Wati diluar, takutnya dia bersama Wawan juga"
"Lalu kita harus bagaimana, tapi wati itu teman Ayya, dia tidak mungkin membahayakan Ayya"
"Tante tenang dulu, tante tidak tau bagaimana Wati sebenarnya, kalau dia kesini, tante pura-pura saja tidak tau apa-apa"
Devan lalu menelfon papa nya lagi
"Pa, minta bantuan nya kalau terjadi apa-apa"
Selama ini Devan selalu di jaga sama suruhan papa nya, karena takut terjadi sesuatu, papanya takut dia akan celaka lagi seperti saat di dikeroyok Wawan dan teman nya.
Seperti dugaan Devan, malam itu Wati datang kerumah
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Tante, aku dapat kabar katanya Cahya sudah ditemukan? apa benar tan?"
"Kamu kata siapa?"
"Itu tan aku dapat kabar dari giat"
Mama Cahya ingat pesan Devan untuk berpura-pura seperti biasa, jadi dia tidak bertanya lebih lanjut
Devan keluar dari kamarnya lalu Wati pura-pura kaget
__ADS_1
"Van, kamu ada disini?"
"Aku yakin kamu pasti sudah tau"
Wati tidak menjawab lalu dia bertanya pada mama nya Cahya
"Tan, mana Cahya"
"Dia sakit dan harus dijauhkan dari sampah agar cepat sembuh" jawab Devan
"Apa maksud kamu?" Wati tersinggung
"Tidak ada maksud apapun, memang orang sakit harus ditempat bersih"
Lalu wati pamit pulang
"Ya sudah tan, aku pamit dulu ya, nanti semoga saat aku main kesini lagi Ayya sudah sembuh"
"Iya Wati, hati-hati"
Devan keluar bersama Wati
"Apa yang kamu rencanakan, kalau sampai sesuatu terjadi pada Ayya, aku tidak akan mengampuni mu"ujar Devan
"Kalau aku tidak bisa memiliki mu, aku akan menghabisi siapapun yang bersamamu"ancam Wati
"Kamu pikir kamu bisa?"
"Kenapa aku tidak bisa? selama ini Cahya itu bod**, dari kecil aku selalu mengganggunya tapi buktinya dia masih nempel padaku"
"Dia percaya padamu tapi kenapa kamu menghianatinya?"
"Dia merebut Wawan dariku, cinta pertamaku, jadi aku juga akan menghancurkan cinta nya"
"Apa kamu tidak bisa lihat, Wawan yang mengejar Ayya lalu kenapa kamu dendam nya sama Ayya?"
"Sebenarnya apa yang kalian lihat dari dia?" Wati mulai emosi
"Cinta itu tidak bisa dipaksakan, dia bisa datang kapan saja dan dengan cara apapun"ucap Devan
"Jangan membicarakan cinta dengan ku"
__ADS_1
"Hatimu sudah membatu, tidak ada gunanya aku berbicara dengan mu, sekarang cepet pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi"Devan lalu masuk kedalam rumah dan menutup pintu malas meladeni Wati.