Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Pernikahan Cahya dan Habib


__ADS_3

Sudah lebih dari dua minggu, dan Devan masih belum kembali ke Jogja, memang dia kadang memberi kabar tapi entah kenapa Cahya merasakan sangat merindukan Devan.


Hari itu Cahya kuliah seperti biasa, tapi entah darimana wanita jahat itu bisa menemuinya dan mengetahui keberadaan nya.


"Apa kabar sahabat ku Ayya" sapa nya


"Jangan bertele-tele, apa mau mu Wati?"


Yang menemuinya adalah Wati


"Kamu sangat tidak sabaran ya sekarang?"


Wati menunjukkan foto-foto nya saat bersama Devan yang pingsan waktu itu, Cahya tentu kaget dan tiba-tiba kepala nya terasa berat dan dia jatuh pingsan.


Cahya langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat, Habib dan Tuti sampai disana dan yang lebih mengagetkan adalah diagnosa dokter yang menyatakan Cahya hamil.


Tuti masuk ke ruangan Cahya, Habib belum sanggup menemuinya, terlihat Cahya tiduran miring, dan saat Tuti mendekat, terdengar Cahya yang menangis.


"Ayya, kamu kenapa menangis, bukan kah kalian sudah tunangan, kalian tinggal menikah saja" ujar Tuti


Tapi Cahya semakin keras menangis yang terdengar oleh Habib yang lalu dengan panik masuk ke dalam ruangan.


"Aku ingin membuang bayi ini Tuti, tolong aku,," Cahya sudah duduk sambil menangis


"Ayya sadar,, apa yang kamu ucapkan?" ucap Tuti lalu memeluk Cahya


"Devan tidur dengan perempuan lain, aku harus bagaimana!"


Habib dan Tuti kaget mendengarnya, Karena tidak kuat melihatnya Habib lalu keluar yang terlihat kecewa dan marah.


Wati ternyata ada disana, dia kaget karena kesempatan nya mendapatkan Devan sudah hilang kalau sampai Devan tau kabar ini.


Wati dengan jahatnya menyebarkan berita kehamilan Cahya di kampusnya, hal itu tentu membuat heboh, dan sampai juga berita itu pada Habib karena ada teman yang menelepon nya.

__ADS_1


Habib bingung cara menolong Cahya, kalau sampai Cahya tau kabar ini dia pasti semakin tertekan, akhirnya dia mengambil keputusan besar.


Habib datang ke kampus dan memberi pengumuman kalau dia dan Cahya sudah menikah, jadi tidak ada yang salah kalau Cahya hamil.



Devan mendengar kabar Cahya hamil, tapi dia tidak mendengar dari awal seluruh beritanya, suruhan nya yang selalu mengawasi Cahya kecolongan karena tidak tau kedatangan Wati, dia hanya mendengar kabar kalau Cahya sudah menikah dengan Habib.



Devan langsung berangkat menemui Cahya, butuh waktu beberapa jam untuk sampai di Jogja menggunakan mobil.


Saat dia sampai dirumah sakit, ternyata Cahya sudah keluar dari sana, dia mencari ke kostnya dan ternyata Cahya sudah bersiap untuk pergi dari sana yang ditunggu oleh Habib.



Devan ingin mendekati Cahya, tapi di halangi oleh Habib, Devan marah dan memukul Habib tapi kali ini Habib membalas, Habib yang marah karena Devan telah menghancurkan hidup Cahya, itulah yang dipikirkan Habib.




\*Kejadian di awal Bab pertama\*



Devan sangat kacau dia teriak-teriak marah saat Cahya berlalu pergi, lalu Tuti datang dan teriak menyuruh nya diam


"Sangat berisik! kamu yang mengkhianati nya kenapa kamu yang seolah tersiksa?, sekarang pergi dari sini"


"Apa maksud kamu?"


Tuti tidak menjawab dan langsung pergi masuk ke dalam kost nya, tidak lama orang suruhan nya datang.

__ADS_1


"Tuan, saya selalu memantau nona, dan tidak pernah melihat nona Cahya melangsungkan pernikahan dengan siapapun, tadi siang saya hanya pergi sebentar karena saya pikir nona Cahya biasa pulang sore, tapi tadi sepertinya jam kosong jadi nona berniat pergi dulu entah kemana, dari informasi yang saya dapat dia bertemu seorang wanita yang tidak lama nona Cahya pingsan" suruhan nya mulai menjelaskan


"Saat nona Cahya dirumah sakit, ternyata ketahuan kalau sedang hamil, dan entah kenapa berita itu sangat cepat tersebar di kampus, lalu teman nya karena untuk melindungi nona Cahya, dia memberi pengumuman palsu kalau sudah menikah dengan nona Cahya"


"Begitu yang saya simpulkan tuan" tutup bawahan nya memberi laporan.


"Siapa wanita yang menemui nona?" tanya Devan


"Tidak ada yang mengenal, mungkin mahasiswi baru atau mungkin bukan berasal dari universitas itu"


Devan lalu berusaha menemui Tuti, untuk mencari tau kemana Habib membawa Cahya, tapi Tuti tidak mau memberitahu.




Cahya dibawa Habib kerumah neneknya, disebuah pegunungan.


"Nek, ini pacar aku, untuk sementara kita akan tinggal disini, boleh kan nek?"


"Tentu saja boleh, nenek seneng jadi ada teman, tidak sepi lagi rumah sebesar ini"


Cahya lalu menyapa neneknya Habib, lalu dia diantarkan ke sebuah kamar


"Kamu istirahat dulu, nanti aku panggil untuk makan"



"Terimakasih, maaf aku merepotkan mu, besok aku akan ke Bandung"


"Kamu bisa tinggal disini lebih lama, tidak perlu terburu-buru"


Cahya hanya mengangguk dan kembali mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2