Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Istriku Sangat Menggemaskan


__ADS_3

Devan membawa Rafa untuk ke kota, membelikan nya banyak mainan dan makanan, dan membeli banyak persiapan untuk kembali ke Bandung.


"Rafa mau ketemu kakek sama nenek?" tanya Devan diperjalanan pulang setelah berbelanja.


"Kata mama nanti kalau Afa sudah mau sekolah ke tempat nenek nya" jawab Rafa


"Besok kita berangkat ya, kasian kakek sama nenek sudah sangat kangen pada Rafa" ujar Devan


Devan paham bagaimana cara menaklukkan Cahya, sudah pasti lewat Rafa, karena Cahya tidak mungkin menolak kemauan Rafa.




Malam itu setelah Rafa tertidur dikamar, Devan kembali meminta hak nya, Cahya duduk di pangkuan Devan dan mengalungkan tangannya di leher Devan, mereka duduk di sofa karena dirumah itu hanya ada satu kamar.



"Kamu yakin belum menikah lagi?"tanya Cahya


"Menurut kamu" jawab Devan sambil memainkan rambut Cahya


"Aku tidak tau makanya aku tanya, kita terpisah lama, dan kamu lelaki normal"


"Kamu juga wanita normal"


"Aku sibuk mengurus Rafa lagian mana ada disini yang mau sama aku, aku datang dalam keadaan hamil, mereka pikir aku perempuan tidak benar"


"Syukurlah" ucap Devan lalu mencium Cahya sekilas


"Kenapa kamu bersyukur disaat aku dihina, sekarang jawab,, kamu sudah menikah lagi apa belum?"


"Ayy, aku memang lelaki normal, tapi bukan kah aku biasa ditinggalkan kamu dari dulu? kamu kan memang sering lari dariku, jadi aku sudah biasa, paling aku bermain solo dikamar mandi?" Devan semakin mendekati leher Cahya dan membuat tanda disana.



"Aku tidak mau saat aku kembali ternyata ada istrimu yang lain"


"Kamu satu-satunya Ayy di hidupku" ucap Devan sambil terus menggerayangi Cahya.



"Kamu yakin Habib tidak akan muncul lagi?"


"Aku tidak tau, kalau dia muncul lagi, aku akan melindungi mu, kamu tenang saja, Ayy tolong sekarang diam lah" ujar Devan yang tidak sanggup menahan hasratnya lagi, dia mulai membuka baju istrinya itu.



Malam semakin larut, tapi Devan tidak juga merasa puas, dia terus menggagahi istrinya.


"Devvaaannn, suudddaah" Cahya merintih dan mengatur nafasnya saat Devan terus melakukan hasratnya.


"Kamu enak banget sayang" ujar Devan sambil terus menggoyang istrinya.


"Ayyyyy,,,, aakkhhhhh" Devan mengerang dan memeluk istrinya erat, Devan mencium kening Cahya.

__ADS_1


"Kamu enak banget, aku tidak bisa berhenti" ujar Devan lalu memeluk Cahya.



"Devan,,, Rafa masih kecil" ujar Cahya yang ada di pelukan Devan, mereka tidur di sofa jadi harus berdekatan agar tidak terjatuh.


"Tidak apa-apa, aku mau punya banyak anak, lagipula aku suka saat kamu hamil karena saat itu kamu sangat liar"



Cahya tidak menjawab, dia bangun dan memakai bajunya, dia ingin tidur dikamar menemani Rafa, takutnya nanti Rafa terbangun mencari mamanya, Devan mengikutinya, dia ingin tidur bersama anak dan istrinya.



💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙



Siang itu Devan terus membujuk istrinya untuk segera kembali ke Bandung dan ke Semarang, Rafa sedang ada dirumah Deri, sudah berapa hari dia tidak bermain bersama Deri karena terus bermain bersama ayahnya.



"Tadinya aku mau kembali saat Rafa mau sekolah, apa harus secepat itu kesana? kamu yakin Habib tidak akan mengganggu kita?"


"Jangan khawatir, kamu sudah tau kan siapa aku? aku adalah,,,," ucapan Devan terpotong


"Iya tuan Devan Edhi Suseno,, aku tau siapa anda, tapi tetap saja Habib sanggup melukaimu"


"Kali ini aku tidak akan terluka lagi" ujar Devan


"Apa kamu yakin tidak akan bosan kalau aku terus menempel padamu, aku sangat mencintaimu, hanya saja aku takut kamu bosan padaku, seperti ayahku yang meninggalkan mama ku"


"Ayy, dari awal aku jatuh cinta padamu aku tidak pernah berfikir mencari yang lain, bahkan saat kamu terus berlari dan menghindari ku, aku tidak ada niatan meninggalkan mu, kamu butuh bukti apa lagi?"


"Aku mau melanjutkan dulu kuliah aku ya?" pinta Cahya pada suaminya itu


"Kau yakin bisa sekarang, sepertinya adik Rafa sudah bertumbuh" jawab Devan


"Tidak" jawab Cahya sambil tersenyum mencurigakan


"Kamu menyembunyikan apa?" tanya Devan merasa ada yang aneh.



Cahya tidak menjawab lagi, dia lalu meminta Devan untuk menjemput Rafa karena sudah bermain terlalu lama.



Kemarin Cahya membeli pil KB darurat saat Devan dan Rafa belanja, dia belum siap untuk mempunyai anak lagi, tapi dia juga tidak berani menceritakan itu pada Devan.



💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


__ADS_1


Cahya akhirnya mau kembali ke Bandung secepatnya, dia ingin segera melanjutkan kuliahnya, mereka segera melakukan persiapan, Cahya dan Rafa pamit pada semua tetangga dan mengucapkan terimakasih.



Perjalanan cukup jauh, mereka ke Bandung terlebih dahulu, baru berencana ke Semarang setelahnya mereka akan tinggal di Jogja, sembari Cahya menyelesaikan kuliahnya.



Cahya melepas rindu dengan mamanya, dan memperkenalkan Rafa pada neneknya, Rafa yang biasa ditinggal bekerja oleh Cahya dan dirumah bersama orang lain, atau bermain di rumah teman nya, menjadi gampang akrab dengan siapapun, dia menjadi lebih mandiri dari anak seumuran nya yang lain.



Rafa bermain bersama neneknya, Cahya dan Devan beristirahat di kamar Cahya dulu, suami istri itu berpelukan sambil tiduran.



"Kamu yakin bisa melanjutkan kuliah? nanti nya siapa yang menjaga Rafa"tanya Devan


"Kan ada ayahnya" ucap Cahya


"Apa kamu dulu kesulitan dan kesakitan saat melahirkan Rafa?"


"Tidak sulit, kalau sakit ya pasti namanya juga melahirkan, tapi dengan adanya Rafa membuat aku makin kuat"


"Hamil lagi Secepatnya ya, aku tidak sempat menjagamu saat hamil Rafa" pinta Devan



Cahya tidak menjawab dia tidak bisa meng iya kan, tapi dia juga tidak berani menolak secara terang-terangan, dia hanya semakin mempererat pelukan nya.



Rafa masuk ke dalam kamar dan ingin ikut tidur, Devan mengalah karena kasur dikamar Cahya tidak muat untuk bertiga, dia lalu turun kebawah untuk memberi waktu Cahya menidurkan Rafa.



Tidak lama Cahya turun juga kebawah setelah Rafa tidur, dia mengobrol lagi bersama mamanya, dia meminta maaf karena selama ini tidak memberi kabar.



"Tidak apa-apa, yang penting kamu dan anakmu sehat, setelah ini jangan pernah mengambil keputusan sendiri, kasian Devan" ujar mamanya



Cahya tidak menjawab, dia lalu mencari suaminya yang ternyata ada di dapur membuatkan makanan kesukaan nya, apalagi kalau bukan bihun kuah pedas.



Cahya memeluknya dari belakang, seperti yang biasa Devan lakukan padanya, Devan berbalik dan menciumnya.


"Tumben manja, sebentar lagi bihun nya matang, makan dulu mumpung Rafa tidur" ucap Devan sambil merapikan rambut istrinya.


Cahya hanya mengangguk dan tersenyum, Cahya memeluk suaminya itu.


"Terimakasih untuk segala-galanya, maaf kan aku yang sering menyusahkan dan menyakitimu" ucap Cahya lalu membenamkan wajahnya di dada Devan, membuat Devan heran tapi gemas melihat Cahya yang mulai manja padanya

__ADS_1



"Istriku sangat menggemaskan sekali" ucap Devan lalu semakin mempererat pelukannya dan mencium kepala Cahya.


__ADS_2