
Devan membawa Cahya keluar menjauh dari tempat itu, Cahya hanya diam melihat kemarahan Devan, tiba-tiba Devan berhenti dan memandang Cahya, dia memegang kepala Cahya dengan kedua tangannya
"Kamu tidak apa-apa?"
Cahya hanya menggeleng dan melepaskan tangan Devan, entah sejak kapan dia merasa berdebar saat didekatnya apalagi kalau sampai bersentuhan seperti itu.
"Kamu sengaja tidak mau mengangkat telfon aku, karena,, "
"Tidak usah asal kalau ngomong" potong Cahya
Mereka melewati penjual bakso, Cahya mendekat dan pengen makan, tanpa pikir-pikir dia memesan dan langsung mencari tempat duduk, tanpa memperdulikan Devan
"Kenapa kamu tidak pesen buat aku sekalian?" kata Devan
"Aku tidak tahu kamu sukanya apa"
"Kamu mau tau?"
"Tidak" jawab Cahya ngasal
"Aku suka nya kamu"
__ADS_1
Sebenarnya ada rasa yang tidak biasa saat mendengar itu, tapi Cahya berusaha menguasai hatinya, dia ingat bagaimana Devan mengobrol dan bercanda dengan cewek lain saat mereka silaturahmi bareng, Cahya tidak mau berfikir panjang ucapan nya barusan, dan tidak menjawab apapun, dia mengganggap itu candaan.
"Kamu pesen saja sendiri mau makan apa" ucap Cahya sambil mengambil ponsel nya didalam tas, dan ternyata banyak chat dari Wati,
"Wati,,, aku ada di pinggiran pojok pantai, disitu ada yang jualan bak,, " tiba-tiba ponselnya direbut Devan saat dia sedang menelfon Wati untuk memberi tahu keberadaan nya
"Kamu apa-apa an, nanti Wati bingung nyariin aku" teriak Cahya sambil berusaha mengambil ponselnya
"Ayya sama aku, kamu kalau mau pulang, pulang saja dulu" kata Devan ke Wati lewat telfon cahya dan langsung mematikan nya.
"Kamu apa-apa an!?"
" Kamu main saja dulu sama pacar kamu, kalau sudah mau pulang chat aku, kita ketemu di parkiran"
"Ini bakso bihun sama es jeruknya" ibu penjual bakso mengantarkan pesanan
"Terimakasih ibu" ucap Cahya
Dia langsung memakan bakso itu, tanpa menunggu pesanan Devan datang, saat dia mau memakan baksonya yang dia tusuk pakai garpu, dia iseng nawarin ke Devan
"Mau??" yang tak diduga, Devan langsung mendekat ke sebelah kepalanya karna mereka duduk berdampingan, dan langsung memakan bakso itu, Cahya kaget dan diam sejenak,
__ADS_1
"Kamu, apa-apaan?" ujar Cahya
"Kamu nawarin tadi"
"Aku cuma bercanda" gerutu Cahya
Devan tersenyum melihat wajah manyun Cahya
Setelah selesai makan mereka pergi dari sana, dan Wati pun tiba, tapi dia tetap bersama pacarnya dan Wawan.
Cahya agak canggung saat bertemu Wawan tapi dia berusaha biasa saja.
"Cahya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Wawan
"Tidak usah, dia tidak mau" kata Devan
"Mau ngomong apa lagi?" kata Cahya
"Tidak disini, ayo kita mengobrol berdua, bukan kah kamu harus adil, kamu sudah mengizin kan orang ini bersamamu barusan, apa kamu tidak bisa memberiku kesempatan juga?" jawab Wawan
"Kesempatan apa maksud kamu, dan mengizin kan apa maksudnya, kami barusan juga hanya makan, dia teman masa kecilku, tidak mengobrol sesuatu hal yang lain, lalu kamu mau mengobrol tentang apa, sudah ya aku capek mau pulang, Wati ayo kita pulang"
__ADS_1