Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Rumah Impian Cahya & Reza


__ADS_3

"Ayy, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Devan melihat istrinya duduk disebuah kursi berwarna putih


"Hay Devan, kamu sudah datang?" Cahya tersenyum sangat cantik, saat Devan terus memperhatikan, dia menyadari ternyata Cahya memakai baju pengantin.


"Kak Reza, ini lihat Devan sudah datang"


Devan menoleh dan melihat seseorang di sebelah Cahya menggunakan setelan jas yang membuatnya terlihat gagah, terlihat serasi dengan warna baju yang dipakai Cahya.


Devan kebingungan, dan langsung menarik tangan Cahya, tetapi tangannya ditepis oleh Cahya dengan tatapan marah, lalu Reza menarik Cahya untuk berdiri dibelakang punggungnya, Reza mencoba melindungi Cahya dari Devan.


"Apa yang kamu lakukan?!!" teriak Reza marah


"Ayy, ini sebenarnya ada apa?" Devan masih tetap kebingungan melihat kearah Cahya dan Reza


"Ini acara pernikahan kami, kamu jangan mencoba untuk membuat keributan!" ujar Reza menjelaskan


Devan kaget, kenapa bisa Istrinya menikah lagi disaat hubungan mereka baik-baik saja, Devan terus berusaha menggapai Cahya tetapi tidak bisa karena Reza terus menghalanginya.


"Ayy, Ayy, Ayy,,,,!!!"


"Sayang bangun, kamu kenapa?" Cahya kaget dan terbangun karena mendengar teriakkan, ternyata Devan sedang mengigau, setelah beberapa saat kemudian Devan membuka matanya dan langsung melihat sekitar, saat melihat Cahya disebelahnya, Devan langsung memeluknya erat bahkan sampai Cahya susah untuk bernafas.


"Sayang kenapa, aku tidak bisa bernafas" Cahya berusaha sedikit mendorong Devan tetapi entah kenapa Devan tidak juga melepaskan nya


"Sayang tolonglah, dada aku sakit!" Cahya berteriak karena Devan tidak juga mendengarkan nya, Devan sedikit mengendurkan pelukannya lala memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya, Devan terus memandangi wajah istrinya, Cahya heran melihat suaminya yang seperti itu, Cahya lalu mengusap dada bidang suaminya yang nafasnya naik turun


"Sayang,, kenapa kamu mengigau lagi? aku ada disini" ucap Cahya menenangkan suaminya, Devan kembali memeluk Cahya.


"Ternyata cuma mimpi" guman Devan lalu terus menciumi kepala istrinya yang berada dalam pelukannya.


"Ayy, tidak bisakah kita kembali sekarang? kita bisa datang lagi nanti saat pernikahan Dena" ucap Devan yang masih belum melepaskan pelukannya pada istrinya.


"Dari pada capek bolak balik lebih baik sekalian, tidak capek dan tidak memakan banyak biaya" jawab Cahya sambil memainkan jari tangan nya mengusap-usap dada suaminya.


"Untuk apa kamu memikirkan biaya? nanti siang kita berangkat" Devan tidak memberi kesempatan Cahya untuk menjawab karena dia langsung mencium istrinya, Devan tidak mau kalau Istrinya menolak untuk kembali ke Indonesia.


Cahya menuruti kemauan suaminya, mereka bangun lalu membereskan semua barang dan baju, setelah semua selesai Devan dan Cahya berniat untuk berpamitan terlebih dahulu pada Renal dan Siti.


"Yayang!!"

__ADS_1


Cahya menoleh ke sumber suara, dan berdiri disana Reza dengan senyum teduhnya, saat Cahya ingin mendekati Reza, tangan nya ditahan Devan.


"Jangan kesana, kita harus cepat, Renal sudah menunggu"


"Sebentar sayang, aku hanya akan menyapa nya"


Reza mendekat ke arah Cahya karena melihat Cahya yang ditarik oleh Devan untuk menjauhinya


"Ada apa Yayang?" tanya Reza


"Jangan panggil dia seperti itu!" teriak Devan pada Reza, Cahya memegangi tangan Devan yang terkepal erat seperti ingin mencoba memukul Reza.


"Sayang jangan marah, itu hanya panggilan biasa, kami hanya teman lama" Cahya mencoba menjelaskan


"Tidak ada panggilan biasa seperti itu!" Devan mengingat dirinya yang memanggil Cahya dengan Ayy, yang sebenarnya maksudnya adalah Ayang, jadi Devan tau dengan pasti kalau panggilan Reza tidak mungkin panggilan biasa, Devan lalu menghadap ke arah istrinya,


"Ayy, kamu tunggu dulu di mobil" ujar Devan lalu menyerahkan kunci mobilnya, Cahya hanya diam bahkan tidak melihat lagi ke arah Reza karena Cahya paham kalau suaminya tidak menyukai Reza.


"Sayang ayo kita pergi, Renal sudah menunggu" bujuk Cahya lagi, dia tidak mau terjadi keributan antara suaminya dan teman lamanya itu


"Aku bilang tunggu di mobil" ucap Devan tegas


"Yayang, rumah impian kita sudah selesai aku bangun dengan tangan ku sendiri, kapan kamu akan melihatnya?" Reza menatap Cahya yang dari tadi tidak mau melihat kearah nya


"Yayang lihat aku" ucap Reza berusaha mendekati Cahya


"Kurang ajar!!" teriak Devan mencoba memukul Reza, tetapi Reza menahan tangan Devan, mereka adu kekuatan tetapi tidak ada yang mundur, mereka sama-sama kuat, Cahya mendekati mereka supaya mereka menyudahinya karena menjadi tontonan.


Security datang dan memisahkan mereka, Devan dan Cahya tidak jadi kerumah Renal, Devan sudah membawa kembali Cahya ke kamar hotel yang mereka tempati, Devan terlihat menahan amarahnya pada istrinya, sementara Cahya yang tidak mengerti apa maksud dari Reza juga tidak tau harus menjelaskan apa pada Devan.


"Kenapa diam?!! jelaskan apa maksud dari rumah impian kalian!!" Devan berteriak karena Cahya masih terus diam


"Aku tidak tau harus menjelaskan apa?" jawab Cahya


Devan mendorong Cahya, dia dikuasai amarah dan kecemburuan, Devan lalu menggagahi istrinya dengan kasar, Cahya menangis tetapi Devan tidak peduli


"Ssaakkiitttt, aahhhhhhh" Cahya terus merintih, tapi Devan seolah tuli, dia terus saja melanjutkan aksinya.


__ADS_1



Flashback



"Yayang, kamu mau terus tinggal disini?"


"Tidak tau kak, aku belum memikirkannya"


"Apa kamu mau mencari ayah dari bayimu?"


Cahya diam, dia tidak bisa menjawab apapun, Cahya tidak menceritakan siapa suaminya dan alasannya pergi dari suaminya.


"Yayang, jangan melamun"


"Kak Reza, aku dengar-dengar kakak bukannya mau menikah?"


"Aku dijodohkan tetapi aku tidak mau"


Cahya tidak bertanya lebih lanjut karena itu merupakan masalah pribadi, Reza lalu bercerita tentang rencana untuk masa depannya.


"Aku ingin mempunyai rumah besar dan mengisinya dengan banyak mainan, supaya anak-anak ku betah dirumah" ujar Reza lalu melihat kearah Cahya.



"Kakak ini lucu, disuruh menikah tidak mau tetapi sudah berfikir seperti itu, cari dulu Istri baru kalian bicarakan rumah seperti apa yang istri kakak pengen, karena yang akan selalu dirumah itu adalah istri, jadi dia yang menentukan seperti apa setidaknya mintalah pendapat nya" Cahya lalu melamun, dia mengingat rumahnya bersama Devan, rumah yang tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman dengan banyak bunga mawar di depan rumah.


"Kalau rumah yang kamu impikan seperti apa?" tanya Reza


"Aku ingin rumah yang tidak terlalu besar, harus ada banyak tanaman bunga didepan rumah dan harus ada bunga mawar"


Reza melihat ponsel nya, entah apa yang dia lihat, Reza terlihat serius sekali


"Yayang lihat, rumah seperti ini sangat bagus, didepan nya banyak bunga-bunga, terlihat sangat sederhana tetapi indah dipandang" Reza menunjukkan sebuah foto rumah yang terlihat asri dan sepertinya berada di sebuah desa dilihat dari pemandangannya.


"Iya, sangat bagus, pasti nyaman tinggal dirumah seperti itu" ucap Cahya sambil tersenyum.


__ADS_1


Flashback End


__ADS_2