
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Rombongan itu memulai perjalanan silaturahmi ke rumah-rumah tetangga,
Suatu ketika di salah satu rumah, mereka bertemu dengan rombongan lain, salah satu cewek dari rombongan nya berbisik pada Cahya,
"Ayya, kamu dapat salam dari cowok yang duduk dipojok" otomatis Cahya menoleh melihat cowok itu.
tapi Cahya tidak membalas salam itu,
"Maaf aku tidak kenal sama dia"hanya itu jawaban Cahya
"Iya tahu, aku cuma menyampaikan pesan nya saja"
Dari situ sepertinya ada yang terbakar cemburu, saat di rumah lain nya gantian Devan yang genit ke cewek-cewek, entah apa maksud Devan tapi sepertinya dia kesal karena tadi Cahya digoda cowok lain.
Cahya cuek melihat itu, Devan melihat raut wajah Cahya, dia langsung terdiam, entah apa yang dipikirkan nya, mungkin dia menyesal melakukan itu, diperjalanan pulang karena hari sudah sore tapi semua rumah belum didatangi untuk bersilaturahmi, akhirnya rombongan memutuskan untuk hari berikutnya melanjut kan, dan berarti Cahya harus menginap lagi.
Saat itu dia sudah sampai lagi di rumah kakek W,
"Bagaimana Ayy,, kamu senang hari ini main dan bersilaturahmi bersama teman-teman?" tanya kakek nya
"Iya kek" jawab nya singkat
"Besok main Lagi?"
"Iya kek, tadi belum selesai, Giat dimana kek?"
"Ada dikamar, tadi sudah mandi dan makan tapi langsung main game lagi" ucap kakeknya, Cahya langsung menemui adiknya.
__ADS_1
"Besok kembalikan semua game nya, pagi-pagi sudah dikumpulkan, mau aku kembalikan pas besok silaturahmi, sekalian lewat rumah yang punya" ucapnya saat melihat Giat terus bermain game
"Mbak tidak asik, terus besok aku mau apa?"
"Kamu ikut saja silaturahmi, dari pada cuma main game"
"Tidak mau, tidak ada yang aku kenal"
"Kamu pikir kamu tidak kenal aku?" ucap Cahya makin sewot.
"Besok sore saja mbak di kembalikan nya, tidak dikembalikan juga tidak apa-apa mbak, kata kakek nanti kakek yang mengembalikan kalau kita sudah pulang"
"Jangan-jangan mbak sengaja ya pengen main kerumahnya?" ledek adiknya,
"jangan sok tau ya!!" teriak Cahya kesal
Karena kesal, Cahya langsung mandi dan tidak membicarakan lagi masalah game pada adiknya, hari sudah menjelang malam, tidak lama dia tertidur karena kecapean dan mengantuk.
terdengar suara dari luar
Giat langsung keluar untuk melihat, karena dia sudah paham suara siapa
"Iya mas, mau ambil game ya?"
"Tidak, ini aku mau kasih pinjam yang lain takutnya kamu bosen yang itu"
"Kirain mau diambil, soalnya kata mbak besok mau kembalikan pagi-pagi"
"Tidak usah buru-buru, tenang saja, oh iya, mana mbak kamu?"
__ADS_1
"Dia sudah tidur, capek katanya"
"Oh ya sudah, ini game nya kamu bawa masuk, aku pulang dulu ya"
"Giat, tadi siapa yang dateng, kok tidak masuk?" tanya kakek saat giat masuk ke rumah
"Mas Devan kek, dia kasih pinjem aku game baru"
"Kakak mu sudah tidur?"
"Iya kek sudah"
"Ya sudah kamu juga tidur, lanjut besok lagi ya main nya, jangan terus-terusan main game nanti kepalamu pusing"
"Mumpung ada kek, aku kan tidak punya game, tiap hari ikut kakek ke ladang apa ke sawah"
"Besok kakek belikan tapi satu saja ya"
"Terimakasih kek"
Sebenarnya kakek yang disana juga bisa membelikan tapi tidak dibelikan karena kalau punya game, dia akan lupa waktu.
Paginya rombongan itu berangkat lagi, diperjalanan itu Cahya masih cuek, dia jalan seolah melamun jadi dia selalu tertinggal dibelakang. Rumah berganti rumah, akhirnya selesai semua, diperjalanan pulang karena perjalanan jauh, entah kenapa Cahya selalu berjalan lambat, tapi dia tidak pernah menyadari kalau Devan selalu ada disampingnya.
"Asik ya kita lagi mengantar pengantin" teriak seseorang
"Masa pengantin jalan nya paling belakang" jawab Devan,
Cahya langsung menoleh melihat sekitar, dia langsung berjalan cepat kedepan, menyadari yang disebelah nya adalah Devan, dan menyadari yang sedang dibicarakan adalah dia.
__ADS_1
"Kamu tidak sadar apa dari awal kamu selalu jalan dibelakang dan selalu di jagain Devan?" bisik salah seorang di rombongan itu
Cahya hanya diam tidak menjawab apapun.