
"Perkenalkan, nama saya Cahya"
sapa Cahya ke semua seniornya ditempat kerja
"Hai juga ayya, akhirnya kamu kesini lagi ya"
"Iya kak"
Cahya sudah mulai bekerja, dia bekerja di supermarket tempat dulu dia PKL jadi ada sebagian karyawan disana yang dia kenal.
Hari pertama dia bekerja dikenalkan dengan semua staf, dan ternyata yang jadi kepala bagian adalah senior yang dulu menyukai nya.
Tapi sepertinya senior itu sudah melupakan nya jadi dia bisa lega dan tidak perlu menjaga perasaan siapapun dan bisa bekerja dengan tenang,.
"Ayya, nanti pulang nya kamu sama siapa" tanya seorang rekan kerjanya
"Aku kayaknya naik ojek online saja kak"
"Kamu belum punya pacar"
"Ada kak, tapi jauh"
"Lagi LDR an ternyata"
Cahya tidak menjawab lagi dan hanya tersenyum.
Hari telah lama berlalu dan Devan juga belum ada kabar, dia menjadi yakin kalau ada yang tidak beres, tapi gengsinya terlalu besar untuk menyusulnya jadi dia hanya berprasangka,
Hari itu dia didekati rekan kerjanya dan mengajak nya berbicara,
"Cahya, nanti pulang kerja bareng sama aku ya, kita searah"
"Maaf kak, aku sudah pesan ojek online langganan aku"
"Kalian kerja yang benar, jangan banyak mengobrol" tiba-tiba kepala bagian di supermarket itu melewati mereka dan menegur (senior yang katanya dulu menyukai Cahya)
"Padahal kita cuma mengobrol sebentar, sepertinya karena tunangan nya jauh dia jadi tidak suka orang lain senang" ucap senior Cahya yang tadi mengajak nya pulang bersama saat yang menegur telah berlalu,
__ADS_1
"Aku bisa mendengarnya dari sini Roni!!"
"Maaf pak" jawab seniornya itu yang bernama Roni
Waktu pulang kerja telah datang, Roni mendekatinya lagi untuk mengajaknya pulang tapi terus ditolak sama Cahya hingga ada pak Bambang yang melewati mereka
"Jangan membuat keributan, Roni cepat pulang, dia tidak mau kamu antar kan jadi jangan memaksa"
lalu Roni pulang duluan mengendarai motornya
"Kamu menunggu siapa Cahya?"
"Ojek langganan saya pak, beliau lagi ada penumpang tepat sebelum saya pulang, tapi saya menyuruhnya untuk mengantarnya lebih dulu, jadi saya masih menunggu"
"Mau bareng? kita searah"
"Tidak perlu pak, terimakasih, kasihan ojek langganan saya karna sebentar lagi pasti datang"
lalu datang lah ojeknya jadi Cahya langsung pamit pada pak Bambang.
"Tumben telat ayy?"
"Iya ma, ponsel aku mati jadi tidak bisa telfon mama, tadi ojek langganan aku sebelum jemput aku, ada penumpang, jadi aku menunggunya dulu"
"Kamu sudah makan?"
"Belum ma, aku mau bikin bihun pedas, sudah lama aku tidak makan itu, tapi aku mau mandi dulu"
"Ayya, apa Devan masih belum ada kabar?"
"Belum ma, sudah tidak perlu membahasnya lagi"
"Apa kamu tidak mau menyusulnya?"
"Tidak perlu ma, aku kan perempuan, malu kalau harus mengejar pria, disini juga banyak yang mendekati aku kalau memang aku mau"
"Kenapa kamu tidak mau?"
__ADS_1
"Belum waktunya ma, aku mau kerja dengan tenang dulu, baru berapa bulan juga kerjanya, aku tidak mau mencari tambahan beban atau masalah"
"Kalau Devan tidak datang lebih lama lagi bagaimana?"
"Dia bisa tanpa aku, jadi aku juga harus bisa tanpa dia"
Cahya lalu ke kamarnya untuk mandi dan berganti baju lalu turun lagi untuk bikin bihun kesukaan nya, dia memasak sambil bernyanyi, dia tidak sadar ada yang mendekatinya,
Sesaat setelah dia mematikan kompor, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, Cahya kaget lalu melepaskan nya dengan menghentak kan nya ke belakang dengan keras, saat dia menoleh ternyata itu adalah Devan, orang yang selama ini dia tunggu.
Ada rasa kaget, bahagia, lega, tapi saat ini rasa marah lah yang ditunjukkan Cahya, dia tidak berbicara apapun atau menanyakan apapun padahal Devan sudah siap dengan semua pertanyaan nya.
"Maafkan aku ayy"
Cahya tidak menjawab, dia meneruskan bikin bihun nya, dan lalu membawanya ke meja makan, lalu memakan nya tanpa menawarkan pada Devan, dia bahkan tidak memperdulikan nya.
"Ayy, makan perlahan" kata Devan sambil mengelus rambut Cahya
Masih tidak ada jawaban apapun, lalu Devan duduk di sebelahnya, memberikan penjelasan tanpa diminta.
"Ayy, maaf tidak memberimu kabar, aku beberapa bulan terakhir ada di perkebunan teh di pelosok desa, ponsel ku hilang, mungkin terdengar seperti hanya sebuah alasan, tapi itu benar ayy"
Devan mulai menceritakan semua,
"Perkebunan keluargaku mengalami kebakaran parah jadi aku harus mengurusnya, lalu semua hewan peliharaan juga mati, aku tidak langsung membeli ponsel baru karna aku memakai ponsel ayahku, karena semua data perkebunan dan peternakan ada disana, saat sebelum kelulusan kamu ternyata ketahuan semua itu ada sabotase dari saingan, jadi aku harus membereskan nya dulu, maaf aku tidak datang waktu itu"
Cahya semakin pelan memakan bihun nya karna dia sambil mendengarkan apa yang di jelaskan Devan.
Karna masih tidak di respon oleh Cahya dia terus berbicara,
"Aku meminta tolong tante untuk menanyakan tentang aku padamu, bagaimana respon kamu, aku mendengarnya di kamar, ternyata kalau aku datang terlambat sedikit lagi saja, kamu sudah akan berpindah ke lain hati ya?"
Cahya hanya diam dan minum karena dia sudah menyelesaikan makan nya, lalu bangun untuk mencuci piring,
Devan mendekati Cahya dan memeluknya dari belakang saat Cahya mencuci piring.
"Ayy, sungguh aku tidak bisa tanpamu" ucap Devan sambil mempererat pelukan nya.
__ADS_1