Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 15. Berdamai


__ADS_3

Cahya masih asik menyiram tanaman nya, sebelum selesai ada yang lewat, dia anak tetangga sebelah yang juga kakak kelas Cahya


"Hei Cahya, makin rajin saja ni"


"Dari dulu juga aku rajin"


"Sudah cocok ini jadi mantu mama ku"


"Dasar, ini rasain" kata Cahya menyemprotnya sambil tertawa


Devan yang mendengar tawa itu langsung keluar untuk melihat


"Mama, ini mantu kamu jahil sama suaminya" ucap cowok itu makin menggoda Cahya


"Awas ya, aku bilangin kak Reni nanti"


"Siapa ayy?" tanya Devan lembut sambil memegang bahu Cahya posesif, seolah menunjuk kan kepemilikan nya.


Cahya kaget tidak tau kapan Devan mulai ada dibelakang nya


"Kakak kelas aku yang tinggal nya di sebelah namanya kak Ali" jawabnya sambil berjalan maju agar pegangan Devan terlepas.


"Siapa ini ayy,, wah panggilannya ngeri,, haha,, diem-diem kamu nyimpen cowok ya, awas digrebek pak RT baru tau"


"Sembarangan kalau ngomong, ini tetangga aku dari Jawa, dia mampir sebentar soalnya mau kerja ke Jakarta"


"Cahya hari minggu main yuk, ajak Reni ya, kamu sama Reni kan tidak pernah main, sekali-kali boleh lah, ayo lah pasti seru"


"Tidak mau, ajak saja sendiri, dasar penakut, tidak berani ngajak sendiri, takut tidak di izinin emaknya kan?


"Itu kamu tau, tolong lah ya"


"Tidak mau"


"Ayy, kata tante hari minggu kita mau pergi" celetuk Devan ikut mengobrol

__ADS_1


"Kemana?"


"Tidak tau, katanya terserah kamu"


"Sudah, ayo bareng-bareng main" ujar tetangganya menjawab


"Aku tidak bisa, soalnya hari minggu aku ada kerja kelompok disini, biasanya sabtu tapi pada tidak bisa jadi di undur minggu, kalau besok saja gimana mainnya?kalau tidak salah waktu itu kak Reni pengen ke bioskop"


"Cocok banget ayya, besok sore ya kita berangkat, jadi sambil malam mingguan, ya sudah aku masuk dulu ya, besok jangan lupa"


"Ayo bro, masuk dulu ya" pamitnya ke Devan


Devan hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kamu katanya tidak pernah main dan tidak punya temen, tapi buktinya kamu sangat akrab sama tetangga kamu itu"


"Aku memang lebih suka dirumah, tapi kalau ada yang minta tolong ya aku tolong selama bisa, dan aku akrab sama tetangga kan wajar, aku kan bukan anti sosial"


Cahya membereskan selang karna sudah selesai menyiram tanaman, lalu dia masuk kedalam di susul Devan


Brruukkk


Kembali terjadi tabrakan, dan kening Cahya kembali jadi korban nya


"Aaaawwww, kenapa kamu dibelakang aku, sakkiitttt"


Devan juga kaget dengan gerakan tiba-tiba Cahya yang langsung menghadap belakang


"Ada apa ayya" teriak mamahnya


dan mamahnya juga kaget dengan posisi Devan dan Cahya yang berhadapan dekat sekali


"Kalian lagi apa!!" teriak mamahnya


"Tidak ma, ini aku tabrakan kena dagu Devan, jadi kening aku sakit makanya aku teriak, tidak ada apa-apa kok"

__ADS_1


"Sudah kamu keluar sana, ngapain ngikutin aku" ucap Cahya kesal ke Devan


"Iya, maaf ya"


"Tante maaf, aku beneran tidak sengaja barusan"


"Tidak apa-apa, aku bukan orang tua kolot, kalian pacaran juga tidak apa-apa, tapi kalian harus tahu batasan nya, dan ingat ya, jangan sampai kamu sakitin anak tante"


"Iya tan, aku janji tidak akan nyakitin dia"


Cahya lalu keluar lagi dari dapur,


"Mama, sosis habis, aku besok bekal sama apa?, aku ke warung dulu ya, minta uang nya"


"Tidak usah, biar mama yang beli"


"Besok aku libur, mau main ke bioskop sama kak Reni ma, sampai lupa aku"


"Tidak papa, mama tetep beli buat simpen di kulkas, soalnya ada yang mau mama beli sekarang"


"Ma, aku nitip boba"


Cahya langsung duduk sambil nonton TV tidak jadi mempersiapkan bekal karna dia lupa kalau besok libur.


"Ayy, kenapa kamu selama ini menghindari aku"


"Tidak, aku hanya banyak tugas saja, oh iya aku lupa belum ajak kak Reni untuk main besok"


"Aku ke kamar duluan ya, mau langsung tidur, kamu tidur saja sama mama aku, haha" ucap Cahya sambil lari ke kamarnya.


"Dasar, awas ya" jawab Devan


Pintu kamar tertutup,


"Aku memang menghindari kamu Devan karna takut terbawa perasaan, tapi aku akan berdamai dengan hatiku, tidak ada gunanya aku menghindarimu, aku akan menghadapinya" batin Cahya

__ADS_1


Tidak lupa dia mengirim pesan ke mama nya untuk menyimpan boba titipan nya di kulkas, karna dia mau tidur lebih awal.


__ADS_2