Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Bab 26. Lupakan Cahya


__ADS_3

Pov, Mama Cahya


Sebelum dia menelfon Devan untuk mengembalikan ponsel Cahya, ternyata Cahya menelfon dan memberi kabar, Cahya menelfon menggunakan nomor orang lain yang dia pinjam


"Ma, aku sudah kembali ke Bandung, tapi ma, tolong jangan beritahu siapapun kalau aku disini kecuali pada keluarga, dan tolong minta mereka untuk tidak memberi tahu siapapun"


"Bagaimana dengan Devan, dia kebingungan mencari mu"


"Dia pun tidak boleh tau ma, aku mohon ma, aku tidak bisa menceritakan semuanya sekarang, tapi tolong percaya padaku"


"Kamu baik-baik disana ya, mama akan segera menyusul kesana"


Pov Devan


Devan dirawat di rumah sakit, dia terus mengigau nama Cahya, orang tua nya bingung harus bagaimana, karna sampai sekarang Cahya belum ditemukan


Penyembuhan nya lambat karna sepertinya Devan yang menyerah tidak ingin sembuh, hatinya lebih sakit dari tubuhnya yang babak belur.


Devan mulai membaik, dan diperbolehkan rawat jalan, akhirnya dia pulang setelah sekian lama di rumah sakit, hari-harinya masih terus mengingat Cahya


Suatu hari datang rombongan orang datang kerumahnya, sebenarnya hal tabu untuk seorang wanita melamar seorang Pria, tapi hari itu ada yang datang melamar Devan

__ADS_1


Devan tidak menyangka wanita itu adalah Wati


"Apa yang kamu lakukan disini?" Devan bertanya


"Benar kan om, Devan sudah mengenal ku" katanya sok akrab pada ayah Devan


Devan keluar mengajak Wati


"Apa maksud kamu?"


"Apa lagi memangnya? aku menyukaimu dari pertama bertemu"


"Dari aku masih bersama ayya?"


"Teman macam apa kamu ini?"


"Aku teman nya yang paling cantik, dan dia gadis jelek, hitam dan gendut, begitulah dia dulu, kalau kamu tau dia yang dulu, kamu tidak akan menyukainya, dia sekarang cantik karna sudah pandai berdandan, dia sebenarnya sangat jelek"


"Seperti apa dia dulu tentu aku juga tau, aku melihat ayya yang sekarang adalah gadis yang jujur, tapi kamu, kamu menusuknya dari belakang, apa kamu tidak merasa bersalah melakukan ini semua padanya?"


"Kenapa aku harus merasa bersalah padanya, dia anak yang jelek, tapi dia mendapatkan semua apa yang aku mau"

__ADS_1


"Itu karna hatimu busuk, dia mendapatkan nya karna hatinya baik"


Devan marah, dia langsung meninggal kan Wati menuju orang tuanya


"Maaf ma, pa,, aku tidak menerima semua ini"


Devan langsung masuk ke kamarnya


Dia masih terus mengingat Cahya, sementara waktu sudah lama berlalu, kalau masih bersekolah, Cahya pasti sudah kelas 12.


Dia melihat foto dilayar ponselnya, foto nya bersama Cahya yang di edit Cahya di ponselnya waktu itu, sebelum diberikan ke mamah nya Cahya, dia mengirim kan foto itu ke ponselnya.


Mama nya masuk ke kamar nya


"Devan, mama tau kamu masih belum bisa melupakan kepergian Cahya, tapi lupakan lah dia, dia pergi meninggalkan mu, bukan kah itu karna dia tidak peduli padamu, untuk apa kamu masih mengingatnya?"


"Ma, biarkan aku sendiri dulu"


Devan bimbang, apa yang harus dia lakukan sekarang, tapi tidak mungkin dia seperti ini terus, dia harus melanjutkan hidupnya, dia tidak bisa terus terkurung di sini dengan kenangan nya bersama Cahya, dia harus keluar mencari suasana baru.


Akhirnya dia memutuskan untuk mencari kerja melalui online, dia berusaha mencari pekerjaan di berbagai kota besar, tak lupa di Bandung pun dia mencari

__ADS_1


Setelah sekian lama mencari akhirnya dia dihubungi suatu perusahaan yang ada di Bali


"Tidak apa-apa terlalu jauh, mungkin aku bisa mencari suasana baru" batin nya.


__ADS_2