Cahya Mencari Cahaya

Cahya Mencari Cahaya
Kembali ke Bandung


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Ayya, ayo aku antar kamu pulang" kata Devan


"Tidak perlu, aku sama Wati saja"


"Tidak bisa, kamu harus sama aku"


" Kata siapa aku harus sama kamu, aku berangkat sama Wati jadi pulang juga sama dia"


"Tidak boleh memaksa" tiba-tiba Wawan menyela perdebatan mereka


"Kalau dia tidak mau jangan dipaksa" pungkasnya


Cahya langsung pergi bersama wati, tapi dia ingat mau membeli oleh-oleh untuk Giat, jadi dia ke toko oleh-oleh terlebih dulu sebelum pulang


"Ayya, kamu tidak boleh begitu sama Wawan, dia mungkin salah cara mencari perhatian ke kamu dulunya tapi kamu jangan seperti itu" ucap Wati saat mereka tiba di toko oleh-oleh


"Terus aku harus bagaimana? tidak semudah itu menghilangkan rasa takut ku sama dia"


"Apa kamu menyukai tetangga kakek kamu itu?"

__ADS_1


"Tidak tau, lagipula juga tidak penting, besok aku kembali ke Bandung, aku tidak mau membawa perasaan apapun, sekarang kita sudah kelas 11,, sebentar lagi kelas 12 dan harus ujian, jadi aku tidak mau memikirkan yang lain dulu, lagipula siapa yang mau sama orang jelek dan gemuk kayak aku"


"Kamu jangan selalu seperti itu, yang sudah lewat biarkan saja, kenapa kamu masih menyimpan trauma akibat hinaan yang sudah sangat lama"


"Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan, kamu tidak akan paham"


Cahya mengambil oleh-oleh yang ada di depannya dan membayar lalu menuju parkiran untuk pulang.


"Kamu jadi berangkat besok ke Bandung?" tanya Wati diperjalanan


"Tidak tahu, pengen buru-buru saja aku balik ke Bandung"


Perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka sampai ke rumah, setelah mengobrol sebentar Cahya langsung masuk ke rumahnya dan Wati menuju rumahnya.


"Apa tidak terlalu kepagian?


"Tidak kek, tidak apa-apa, biar ada banyak waktu istirahat sebelum kembali sekolah"


"Ya sudah, bilang sama bibi kamu biar dia tidak kesiangan, jadi sama bibi kamu besok berangkatnya kan?"


"Iya kek"

__ADS_1


Di subuh harinya, Cahya sudah langsung bersiap berangkat agar tidak ketinggalan kereta, tidak lupa dia pamit ke semuanya, terutama ke Giat, dia tau kalau Giat pasti akan sedih saat dia pergi lagi, dan benar saja dia menangis dikamar.


"Giat jangan sedih, nanti libur semester mbak pulang lagi, nanti mau dibawakan apa?"


"Janji ya!"


"Iya janji"


Cahya berangkat, dia sengaja tidak pamit ke Wati, karena takut Wati akan menyampaikan ke Wawan tentang keberangkatan nya, saat memasuki kota, karena stasiun ada di perkotaan tentu saja jadi ada sinyal di ponselnya,


Ponselnya berbunyi, lalu dia mengangkat nya


"Ayy, nanti siang aku antar ke stasiun ya?" ucap sang penelepon, yang tidak lain adalah Devan


"Tidak usah, tidak perlu"


" Kamu kenapa jadi dingin ke aku, aku salah apa lagi?"


"Kamu tidak salah apa-apa, kamu tidak perlu mengantarkan aku karena aku sudah di stasiun dan setengah jam lagi berangkat"


"Bukan nya kamu bilang berangkat siang?"

__ADS_1


"Sengaja aku majukan, sudah dulu ya, aku mau siap-siap masuk kereta dulu sudah dipanggil" secara sepihak Cahya mematikan telfon nya.


Diseberang sana Devan melihat boneka diatas lemari, boneka yang akan dia berikan pada Cahya saat keberangkatan nya nanti, itulah rencananya tapi dia tidak mengira semua akan berakhir seperti ini.


__ADS_2