
Hari itu Devan menjemput Cahya sepulang sekolah, mereka sudah sampai di rumah Cahya,
"Ayy, kamu tidak mengajak aku masuk dulu"
"Tidak usah, mama belum pulang"
"Kamu takut sama aku?"
"Iya, aku takut sama kamu, apalagi kalau cuma berdua"
Devan tersenyum kecil lalu tetap masuk duluan walau tidak di izinkan, bahkan Cahya nya sendiri belum masuk rumahnya.
"Kamu ya, seenaknya langsung masuk, kan tidak aku izinkan!!"
"Ayy, aku kangen banget" ujar Devan yang langsung duduk di sofa.
"Kita baru bertemu kemarin, kangen apanya,, Devan, ini tidak baik untuk kita, cepat pergi dari sini sekarang"
"Panggil aku kakak"
"Apa maksud kamu?"
"Panggil aku kakak mulai sekarang, jangan hanya panggil nama"
"Itu akan sangat aneh" jawab Cahya
"Panggil aku kakak mulai sekarang" ucap Devan lagi dan menarik Cahya untuk duduk dipangkuan nya,
"Lepasin Van nanti mama pulang" kata Cahya dan langsung bangun menjauh, tapi Devan malah bangun dari duduknya dan mendekati Cahya lalu memegang kedua lengan Cahya, Devan mendekatkan wajah mereka.
"Panggil aku kakak sekarang"
"Tidak mau, itu aneh"
cuupp
Devan mengecupnya sekilas
"Van, kamu mau apa?"
"Salah, bukan itu kata yang mau aku dengar"
Devan lalu mencium Cahya dengan kuat, Cahya berusaha melepaskan, karena dia takut mama nya datang, Cahya menggigit Devan pelan
"Kamu suka main kasar ya sayang" ucap Devan
Cahya tidak menyadari kalau yang dia lakukan makin membangkitkan nafsu Devan
__ADS_1
"Van, ayolah jangan seperti ini, iya aku akan memanggilmu kakak mulai sekarang, tapi kamu pulang dulu ya?"
"Panggil aku dulu"
"Kakak"
"Panggil lagi"
"Apaan, kan sudah barusan"
"Jawaban mu salah lagi"
Devan lalu mencium Cahya lagi, dan mengunci tubuhnya di tembok, Cahya yang awalnya menolak, akhirnya menerima dan mengikuti permainan Devan, mereka melepaskan ciuman itu, mengatur nafas dan saling berpandangan, mata mereka sudah sayu merasakan gejolak itu, tiba-tiba terdengar pintu gerbang dibuka, Cahya langsung berlari ke dapur sementara Devan dengan cepat duduk di sofa.
"Ternyata ada Devan, Ayya nya mana?" sapa mama Cahya
"Ada di dapur tan"
"Kalian baru datang?"
"Iya, tadi aku jemput Ayya"
"Kalian sudah makan?"
"Sudah tan, tadi sebelum jemput Ayya, aku sudah makan"
Untungnya mama Cahya tidak memperpanjang dan langsung menuju dapur.
"Kamu sedang apa Ayy?"
"Ini ma, aku bikin susu coklat hangat"
"Devan sudah kamu bikin kan minum"
"Belum,, aku lupa" jawab Cahya sambil tersenyum canggung.
Cahya membuat minum untuk Devan juga, dan langsung memberikan nya,
"Kalian tidak melakukan kesalahan kan? kok kalian seperti yang habis melakukan kejahatan dan ketahuan"
Cahya dan Devan jadi salah tingkah mendengarnya, tidak tau harus menjawab apa,
"Sebelum Cahya tamat, jaga diri kalian, jangan sampai terjadi kecelakaan"
Devan dan Cahya makin salah tingkah mendengarnya, lalu mama Cahya masuk kamar, setelah nya mereka berpandangan dan tertawa pelan bersama.
"Kamu sih" ucap Cahya
__ADS_1
"Tapi kamu menikmatinya kan?"
"Dasar gila"
"Iya, aku gila, aku gila karena kamu, cepat lulus, aku tidak sabar memakan mu"
Cahya jadi malu mendengarnya dan berusaha menutupi nya dengan minum.
"Jangan malu, nanti kamu bisa menggigitku sepuas kamu"
Cahya makin grogi karena terus di goda Devan, dia lalu berjalan ke depan pintu kamar mama nya dan mengetuk pintu,
"Ma, Devan mau pamitan"
Devan memberikan isyarat tangan yang mengatakan tidak,
"Mama cepat, katanya dia buru-buru"
Cahya tersenyum jahil melihat ke arah Devan
hingga akhirnya mama nya keluar kamar,
"Mau kemana Van, kok buru-buru, bukan nya kalian baru sampai?"
"Itu ma, katanya dia sudah dapat kerjaan, jadi harus bersiap"
"Cepat banget kamu dapatnya?"
"Iya tan, kebetulan saja, mungkin sudah rezekinya, ya sudah tan, aku pamit"
"Iya, hati-hati"
Cahya mengantar Devan keluar
"Ayy, aku masih kangen, kenapa kamu usir aku?"
"Kakak Devan, hati-hati ya dijalan" ucap Cahya manja sambil tersenyum manis.
"Aku tidak mau pulang" ucap Devan jadi gemas melihat nya
Cahya hanya tersenyum lalu mendorong Devan keluar pagar
"Hati-hati ya, bye"
"Bye" jawab Devan sambil manyun
Cahya lalu menutup pagar dan dia masuk ke rumah.
__ADS_1