
Devan bersama anak dan istrinya berangkat ke desa Samigaluh, karena akan ada acara wisuda untuk Rafa, Cahya membawa Devan ke tempat nya selama ini tinggal, rumah itu sangat kecil seperti kamar kost, tapi penataan barang yang rapi membuat nya terlihat nyaman ditempati.
Setelah sampai Rafa langsung izin ke mamanya untuk bermain di rumah teman nya yang rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka, sepertinya sudah biasa jadi Cahya mengizinkan asal tidak terlalu lama.
Di dalam rumah yang sebenarnya tidak bisa disebut rumah karena hanya ada satu ruangan bahkan tidak ada sofa, dan sepertinya kasur tempat tidur tidak ada ruangannya hanya ditutupi dengan tirai.
Devan harus duduk dilantai yang hanya dialasi tikar sederhana, sesaat setelah Devan selesai memperhatikan itu semua dia langsung mendekati Cahya yang terlihat membersihkan dapur yang sangat mungil itu yang bahkan dapurnya juga terlihat dari ruang tamunya karena tempat itu sangat kecil.
"Ayy, kenapa kamu tinggal ditempat sekecil ini? bahkan tidak ada tempat untuk aku bisa tidur" ujar Devan
"Tuan Devan Edhi Suseno yang terhormat, bisakah anda tidak banyak komplain, dan kalau merasa tempat ini tidak layak untuk anda, maka boleh segera angkat kaki dari sini"jawab Cahya
"Ayy, kapan acara wisuda Rafa" tanya Devan yang sudah kembali duduk.
"3 hari lagi, mulai besok aku harus mulai mengajar lagi, dan Rafa harus latihan untuk acara wisuda, dia akan menari di acara nanti" jawab Cahya menjelaskan, dia lalu mengambil air minum didalam kulkas untuk diberikan kepada Devan.
"Aku mau yang hangat" ujar Devan, saat Cahya berniat bangun membuat minuman hangat yang diminta Devan, tiba-tiba tangannya ditarik suaminya itu hingga Cahya jatuh kepangkuan Devan.
"Aku mau yang ini" ujar Devan, bibirnya langsung menuju leher Cahya dan terus bergerak ke bawahnya, menuju buah kembar yang selalu menjadi favoritnya.
Cahya mendorong Devan, takut kalau tiba-tiba Rafa datang dan melihat, tapi Devan lebih kuat, keinginan nya harus dituruti istrinya, Cahya hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya menerima sentuhan suaminya, Devan lalu menggendong Cahya, dia mencari tempat tidur untuk menuntaskan terjangan hasratnya, tapi Devan tidak menemukan tempat tidur tertutup, hanya ada kasur dengan tirai untuk menutup pintunya.
"Ayy tolong" rengek Devan sambil menurunkan istrinya dari gendongannya.
"Tidak bisa sayang, tempat ini tidak di ciptakan untuk orang mesum seperti mu,, tahan saja ya sayang, salah sendiri tadi kamu yang memulainya"jawab Cahya menjahili suaminya.
"Ayy, ayo sebentar saja, Rafa sepertinya masih lama datangnya" Devan Sudah memeluk Cahya dan ingin membawanya ke kasur.
"Ayah, kenapa sangat manja ke mama?!" Rafa sudah masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
Mereka kaget dan langsung melihat kearah Rafa, tapi Devan tetap tidak mau melepaskan pelukan nya, hingga Cahya mencium nya, Devan kaget dengan serangan tiba-tiba dari Cahya dan membuat pelukan itu terlepas, Cahya tersenyum lalu langsung berjalan kearah Rafa.
"Rafa tumben main nya sebentar" tanya Cahya pada anaknya
"Iya ma, Dion nya mau pergi sama ayahnya, katanya di dekat sini ada pasar malam, kita kesana yuk ma" ajak Rafa
Devan langsung menyetujuinya dan mengajak mereka pergi ketempat yang di maksud Rafa, saat mereka hendak berangkat ada seorang pemuda berpakaian rapi yang mendatangi Cahya.
"Mbak Cahya, kapan kembali lagi?" tanya pemuda itu.
"Baru saja, mau kemana joko?, apa baru pulang mengajar" jawab Cahya sekaligus bertanya.
"Iya mbak, baru pulang mengajar, kapan mbak mulai mengajar lagi? banyak anak-anak yang terus menanyakan mbak, mereka merindukan guru kesayangan mereka, lagipula mereka harus segera berlatih menari, dan mereka ingin yang mengajari mereka adalah mbak" ujar Joko
"Sepertinya besok aku mulai mengajar lagi"jawab Cahya.
"Baik Joko, aku akan mulai mengajar besok, terimakasih informasinya ya" ujar Cahya, Joko terlihat berjongkok kearah Rafa dan memberikan nya permen, dia mengelus kepala Rafa dan berpamitan padanya, Joko pamit pada Cahya dan langsung pergi.
"Apa aku tidak terlihat baginya? kenapa dia bahkan tidak melihat ku?" ujar Devan heran.
Cahya tidak menjawab dan langsung berjalan untuk segera pergi ke pasar malam, Devan menggandeng istrinya, dia lalu menanyakan siapa pemuda yang tadi.
"Namanya Joko, dia guru magang ditempat ku mengajar, kurang lebih belum ada satu semester ini, dia sangat baik dan sering mengajak Rafa bermain saat aku sibuk" ujar Cahya menjelaskan pada suaminya.
"Sepertinya dia masih sangat muda"
"Tentu saja, dia masih 20 tahun"
"Sepertinya dia menyukaimu"
__ADS_1
"Tidak usah memulai pembicaraan yang tidak ada gunanya" ujar Cahya
Malam itu Rafa sangat senang karena bisa bermain sepuasnya dan bisa menaiki banyak wahana permainan, setelah puas bermain mereka lalu kembali ke rumah kost untuk beristirahat karena sudah sangat malam.
"Ayyyy!"teriak Devan, dia mengigau dan memanggil istrinya, malam itu dia tidur terpisah dari Cahya karena kasur ditempat kost itu sangat kecil, Cahya yang tidur di kasur bersama Rafa sementara Devan di atas karpet dilapisi selimut.
Cahya terbangun mendengar suara suaminya, dia lalu mendekati Devan dan mengusap dada suaminya itu yang membuat Devan terbangun karena kaget, setelah melihat Cahya Devan langsung menarik Cahya kedalam pelukannya, Cahya masih terus mengusap dada suaminya.
Malam itu entah Devan menahan hasratnya padahal Cahya disebelah nya atau karena dia takut melakukannya, takut tiba-tiba Rafa terbangun dan melihat mereka seperti tadi siang, Devan hanya memeluk erat Cahya dan terus menciumi kepala istrinya, tidak lama Devan tertidur kembali, Cahya terus memandangi wajah suaminya.
"Maafkan aku, aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi" Batin Cahya, dia juga lalu mencoba untuk tidur kembali.
Pagi harinya Cahya bangun dengan Devan yang masih memeluk nya, Cahya bergerak pelan untuk bangun karena dia akan mulai mengajar lagi, karena gerakan Cahya membuat Devan jadi terbangun yang malah mempererat pelukannya.
"Aku harus bangun, untuk bersiap ke sekolah" ucap Cahya
"Sudah tidak perlu mengajar lagi, ayo kembali kerumah kita"ajak Devan
"Tidak bisa seperti itu, aku harus menyelesaikan tugas ku dulu, kamu bilang kita disini sampai Rafa wisuda dan menerima ijazah kelulusan nya"
"Tapi ayy, disini sangat sempit, kamu pasti kesulitan selama ini?"
"Tidak juga, aku tidak merasa sulit, bagiku segini juga sudah cukup selama ini, karena bagiku asal aku bersama Rafa"
"Apa kamu tidak pernah memikirkan ku?"
"Tentu saja setiap saat, itulah kenapa aku mengajar supaya rasa rinduku sedikit terlupakan"
"Apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan ku lagi"ucap Devan lalu mencium Cahya sebelum melepaskan pelukannya karena Cahya harus segera bersiap.
__ADS_1