CINTA STRATA 1

CINTA STRATA 1
Cuplikan Novel Baru


__ADS_3

Baru tayang beberapa bab di Noveltoon


🤍


Judul : PANTAS


“Pan-tas,” eja Intan dengan nada lirih.


Kata pantas itulah yang selama ini membeban hati. Kata pantas itulah yang digunakan mantan kekasih Intan untuk mengakhiri hubungan. Kini, kata pantas itulah yang Intan gunakan sebagai alasan untuk mengungkapkan perasaan mengganjal yang hingga kini masih tidak menemui titik terang. Kenapa harus ada kata pantas dalam suatu hubungan, itulah yang sempat menjadi pertanyaan.


“Pokoknya kakak harus menikah. Umur kakak sudah semakin bertambah, tuh!”


“Iya, Mir. Kakak paham itu.”

__ADS_1


“Em, kalau dijodohkan mau nggak, Kak?”


“Apa?” Intan terkejut mendengar kata perjodohan.


Rupanya pertanyaan itu adalah pancingan untuk memulai obrolan serius. Setelahnya, Mira bergegas menuju ke topik pembicaraan. Sebenarnya beberapa hari lalu Mira tidak sengaja mendengar obrolan sang ibu tentang rencana perjodohan kakaknya dengan anak tetangga.


“Kenapa kamu baru bilang sekarang, Mir?”


“Sssut! Jangan keras-keras, Kak! Nanti Mira ditegur ibu karena menguping obrolan waktu itu.”


“Kakak tidak mau dijodohkan, Mir. Kamu tahu itu, bukan?”


“Iya, Mira tahu, Kak. Kalau memang seperti itu, kakak harus bergegas cari calon untuk dikenalkan pada ayah dan ibu.”

__ADS_1


“Tapi, siapa yang mau sama kakak?”


“Usaha dulu, Kak. Nanti juga ketemu.”


Beberapa hari setelah kabar itu diterima, ibu dari si pemuda yang hendak dijodohkan dengan Intan tidak sengaja keceplosan bicara tentang perjodohan. Sejak itu Intan sering terjaga saat malam. Bingung, kepikiran, opsi rencana kabur dari rumah pun sempat terbersit di benaknya. Namun, rencananya tidak sampai dijalankan karena Intan tidak ingin bersikap kekanakan.


“Apa yang harus kulakukan agar perjodohan itu tidak sampai terlaksana?” Intan bergumam dalam hati, sambil kakinya terus melangkah di tepian kolam ikan yang berada di area rumah makan.


Dalam keadaan setengah melamun, bahu Intan tidak sengaja bersenggolan dengan bahu seseorang. Sayangnya, tempat Intan limbung adalah tepian kolam ikan. Air kolam jernih siap menyambut tubuh Intan sebelum akhirnya seseorang yang menyenggolnya tadi membalikkan keadaan. Tangan Intan diraih, kemudian ditarik menjauhi area kolam.


Intan selamat, tidak jadi tercebur kolam ikan. Bukan perasaan senang yang pertama kali Intan rasakan, melainkan jantung berdebar. Saat ini bola mata Intan sedang beradu dengan bola mata lelaki di hadapannya. Lelaki yang sama sekali tidak asing baginya. Intan tidak hanya bisa mengenalinya dari raut wajah, melainkan juga dari senyum manis yang disuguhkan padanya.


Siapakah lelaki itu? Mungkinkah pertemuan di tepian kolam ikan menjadi jalan bagi Intan untuk menemukan pasangan?

__ADS_1


Baca lanjutannya, yuk! CEK PROFIL AUTHOR 🤍🤍


__ADS_2