
Azril dan Alesha memasuki restauran dengan langkah tergesa. Tampak Dita dan Arjuna suaminya telah sampai. Farrel juga tampak sibuk membantu menata ruangan.
"Pengantinya sampai juga. Aku kira lupa ada acara syukuran karena keasyikan berdua di kamar"
"Apaan sih Dit ngomongnya" ucap Alesha malu
"Terima kasih ya Dit , udah bantu bantu"
"Jangan mengucapkan terima kasih, aku ikhlas membantu. Untuk kebahagiaan sahabatku. Tapi sekali lagi aku ingatkan, jika kak Azril membuat air mata Lesha jatuh lagi, aku tak akan pernah memaafkan kakak selamanya. Tunggu aja aku akan membalas semua perbuatan kakak"
"Aku janji Dit, tak akan pernah lagi membuat Alesha menangis"
"Janji seorang pria ya"
"Maksudnya..."
"Seorang pria itu yang dipegang kata katanya, jika janjinya aja tak bisa ia tepati berarti ia bukanlah pria sejati"
"Oke...janji seorang pria"
Alesha dan Arjuna tersenyum melihat Azril dan Dita yang mengobrol.
Alesha duduk didampingi Khaira. Mereka sama sama memakai gaun putih. Tampak sangat cantik.
Azril terus tersenyum menyambut teman temannya yang mulai berdatangan. Ia tampak sangat bahagia.
Bunda juga selalu mengukir senyum dibibirnya. Setelah para tamu banyak yang hadir, Azril berdiri dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran sahabat dan rekan bisnisnya.
Acara makanpun di mulai dengan santai, karena mereka menyantap hidangan sambil bertukar cerita.
Alesha tak melihat Kenzo hadir, ia mendatangi tempat Dita dan suaminya duduk.
"Dit, tadi kamu ketemu kak Kenzo di kantor"
"Ketemu...setelah acara akad nikahmu, aku langsung masuk kerja"
"Apa kak Kenzo tampak baik baik aja"
"Menurutmu..."
"Kok malah tanya sih"
"Kamu itu lucu Lesha. Apa kamu berharap kak Kenzo akan baik baik aja ketika tahu kamu menikah kembali dengan Azril. Kamu tahukan gimana cinta dan sayangnya kak Kenzo padamu, ia pasti akan sulit menerima kenyataan jika ia memang harus melepaskan kamu lagi. Saat ia harus memutuskan menggugat cerai kamu aja, kak Kenzo tampak uring uringan. Ia terpaksa melakukan karena desakan orang tuanya. Aku yakin sampai detik ini ia masih sangat mencintai kamu"
"Tapi tak adil bagi kak Kenzo jika aku tetap mempertahankan pernikahan dengannya, karena aku tak bisa memberikan hatiku buatnya"
"Kamu tuh bucinnya kebangetan dengan kak Azril, mana bisa kamu membuka hatimu buat orang lain jika hatimu telah terisi nama kak Azril dan kamu menguncinya, tak membiarkan nama kak Azril pergi dari hatimu"
"Bukan begitu , Dit"
__ADS_1
"Apanya yang bukan. Walau kamu sudah menikah dan hidup dengan kak Kenzo tapi pikiran kamu masih aja buat Azril . Terkadang antara cinta dan bodoh itu beda tipis, Lesha"
"Maksud kamu apa..."
"Hei, lihat siapa yang datang" gumam Dita yang tak menghiraukan pertanyaan Lesha.
Alesha memandang ke arah pintu masuk, tampak Kenzo berjalan sendiri masuk menuju Azril yang sedang berdiri menyambut teman temannya yang masih berdatangan.
Kenzo dan Azril bersalaman. Alesha hanya memandang dari tempat ia duduk.
"Selamat ya , Ril. Semoga pernikahan kamu dan Alesha kali ini akan memberikan kebahagiaan buat Lesha. Ingat Azril, jika aku tahu kamu kembali menyakiti hati Alesha, ada aku yang akan merebut Lesha darimu"
"Terima kasih atas kehadiranmu. Tapi kali ini aku bisa meyakinkan kamu jika Alesha akan bahagia bersamaku. Tak akan aku biarkan ada air mata yang mengalir dipipinya lagi"
"Semoga kamu bisa memegang kata katamu"
"Percaya padaku, aku sudah pernah merasakan kehilangan Alesha,dan aku tidak mau itu akan terjadi lagi. Oh ya, Silakan cicipi hidangannya..."
"Aku masih kenyang, nanti saja.Boleh aku bicara dengan Alesha dan Khaira"
"Tentu saja, silahkan"
Kenzo berjalan ke arah Khaira yang ada di dekat bunda. Ia belum melihat keberadaan Alesha yang duduk di sudut ruangan bersama Dita.
"Selamat malam bunda, selamat malam putri daddy yang cantik"
"Selamat malam nak Kenzo"
"Selamat malam, daddy"
"Iya daddy, aku pakai baju yang serupa mommy dan di sini banyak makanannya"
"Mommy nya mana"
"Itu...."tunjuk Khaira ke tempat Alesha duduk.
Alesha langsung berdiri dan berjalan ke arah bunda dan Kenzo duduk. Kenzo memandangi Alesha tanpa kedip.
"Kamu cantik banget malam ini Lesha. Tampak sekali aura kebahagiaan terpancar diwajahmu. Kamu tak bisa menyembunyikan jika kamu sangat senang dengan pernikahan kamu ini"
"Selamat malam, kak"
"Selamat malam. Selamat ya, Sha. Semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu kali ini"
"Terima kasih doanya , kak. Kak Kenzo udah makan, atau aku ambilkan"
"Nggak usah, Sha. Aku bisa ambil sendiri. Nanti ada yang salah paham jika kamu mengambil nasi buatku. Kita sudah tak ada hubungan apa apa lagi"
"Kak Kenzo, bagiku kakak tetap daddynya Khaira..."
"Jangan terlalu baik pada orang lain , Sha. Nanti orang itu bisa salah mengartikan"
"Kak...maaf. Aku tak bermaksud apa apa. Aku tetap akan baik dengan kakak, karena kakak yang telah banyak menolong dan berkorban untukku selama ini. Aku tak mungkin bisa melupakan semua itu."
__ADS_1
"Aku ikhlas melakukannya, Sha"
"Terima kasih kak. Semoga kakak akan mendapatkan kebahagiaan dengan wanita yang pantas mendampingi kakak"
"Entahlah , Sha. Aku tak yakin akan bisa mencintai wanita lain seperti aku mencintaimu"
"Kak , masih banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik dari aku. Dan pantas mendapatkan cinta kakak"
"Semoga kakak bisa secepatnya melupakan cinta kakak padamu dan membuka hati ini buat kehadiran wanita lain."
Bunda yang dapat mendengar ucapan Kenzo hanya diam tanpa berani membuka suara. Ia juga merasa kasihan melihat Kenzo yang begitu mencintai Alesha.
Azril tampak berjalan ke arah mereka. Kenzo menghentikan pembicaraan setelah melihat Azril makin mendekat.
Azril berdiri disamping Alesha dan memeluk bahunya.
"Sha, kamu udah capek. Kita pulang aja lagi ya..."
"Tamu tamunya bagaimana ,kak"
"Sebentar lagi mereka juga pulang. Kamu siap siap aja dengan Khaira. Kenzo , kamu nggak makan..."
"Aku masih kenyang, Ril"
"Atau aku dan Alesha temani sekalian ya. Lesha juga belum makan..."
"Iya kak, aku temani makan sekalian ya"
"Nggak usah , Sha. Kakak mau pamit pulang. Ini buatmu, Sha. Sekali lagi , selamat ya atas pernikahanmu" ucap Kenzo menyerahkan kotak perhiasan yang ia ambil dari kantong celananya.
"Kak, nggak perlu bawa hadiah"
"Kakak harap kamu mau menerimanya, Sha. Jangan menolak hadiah kakak ini"
Azril yang memandangi Alesha menganggukan kepalanya, tanda persetujuan. Alesha lalu menerimanya.
Setelah memberikan hadiah itu, Kenzo pamit dengan bunda dan Khaira.
"Sayang, daddy pamit dulu ya. Lain kali kita bertemu lagi. Kamu masih mau bertemu daddy"
"Tentu mau , daddy..."
"Kapan kapan daddy bawa Khaira jalan jalan ya"
"Iya daddy..."
"Jangan nakal..." ucap Kenzo dan mengecup kedua pipi Khaira
"Hati hati, daddy"
"Iya sayang. Bunda aku pamit..." ucap Kenzo menyalami bunda.
"Iya nak Kenzo. Terima kasih"
Setelah itu Kenzo menyalami Azril dan Lesha. Ia tak bisa menahan dirinya untuk tidak memeluk Alesha. Kenzo memeluk erat Alesha. Azril membiarkan buat terakhir kalinya Kenzo memeluk Alesha. Setelah itu baru ia berjalan meninggalkan restauran.
__ADS_1
*****************
Terima kasih